UJI EFEK ANTIMALARIA EKSTRAK BUBUK BIJI GELICI (Caesalpinia bonduc L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) TERINFEKSI Plasmodium Berghei

Authors

  • Christin Lessy Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju
  • Imam Syafi’i Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju
  • Linda Suryanti Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.51815

Keywords:

Antimalaria, Ekstrak Bubuk Biji Gelici, Mencit Jantan, Plasmodium Berghei

Abstract

Resistensi Plasmodium dan obat antimalaria meningkatkan kasus malaria dan mempersulit penanganannya. Tingginya kasus malaria di Indonesia salah satunya disebabkan oleh resistensi terhadap obat antimalaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antimalaria ekstrak bubuk biji gelici (Caesalpinia bonduc L.) pada mencit jantan (Mus musculus) yang terinfeksi Plasmodium berghei. Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam kelompok perlakuan. Populasi adalah mencit jantan (Mus musculus). Sampel sebanyak 30 ekor mencit jantan dengan menggunakan rumus Federer. Instrumen penelitian meliputi ekstrak etanol biji gelici, mencit jantan terinfeksi Plasmodium berghei, aquades, EDTA, Giemsa 10%, pakan, dan sekam padi. Data dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan uji Duncan pada α = 0,05 dengan perangkat lunak SAS, serta uji beda nyata terkecil untuk menilai perbedaan antar perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol bubuk biji gelici memiliki efek antimalaria yang signifikan terhadap mencit terinfeksi Plasmodium berghei. Kelompok mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei (hewan model malaria) yang diberi ekstrak bubuk biji gelici mengalami penurunan parasitemia yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (p<0.05), dan sama dengan kelompok normal (sehat) (P>0.05). Dosis efektif yang menurunkan kadar parasitemia secara signifikan adalah 3,5 mg, 7,4 mg, dan 10,9 mg, dengan efektivitas setara kontrol positif klorokuin dosis 0,39 mg.

References

Al-Huqail, A. A., Bekhit, A. A., Ullah, H., Ayaz, M., & Mostafa, N. M. (2023). Antimalarial and Antileishmanial Flavonoids from Calendula officinalis Flowers. Agronomy. https://doi.org/10.3390/agronomy13112765

Baeti, D. N. (2019). Efek Terapi Kombinasi Klorokuin dan Serbuk Lumbricus rubellus terhadap ekspresi gen ICAM-1 pada Mencit Swiss yang diinfeksi Plasmodium berghei ANKA. Journal of Chemical Information and Modeling.

Coban, C., Lee, M. S. J., & Ishii, K. J. (2018). Tissue-specific immunopathology during malaria infection. In Nature Reviews Immunology. https://doi.org/10.1038/nri.2017.138

Ditjen PP&PL. (2022). Tatalaksana Kasus Malaria Terkini. Kementerian Kesehatan RI.

Dwitasari, O., Hami Seno, D. S., & Safithri, M. (2020). Identification of Bioactive Compounds and α-Glucosidase Inhibition Activity of Caesalpinia bonduc Seed Extract In vitro. Current Biochemistry. https://doi.org/10.29244/cb.5.2.12-20

Febriyanti, R. D., & Suwandi, J. F. (2019). Aktivitas Antimalaria Senyawa Tanaman Daun Kapur (Harmsiopanax aculeatus) terhadap Plasmodium sp. Medula.

Hapsari, Y., Kusharyoto, W., & Simanjuntak, P. (2022). Aktivitas Antimalaria Ekstrak Air dan Etanol Tanaman Obat Berdasarkan Penghambatan Pembentukan β-Hematin. Kimia Padjadjaran.

Hermanto, F., Yun, Y. F., Aisyah, L. S., Saputra, T. R., Hakim, A. R., Ningsih, A. K., Herlina, T., Julaeha, E., Zainuddin, A., & Supratman, U. (2014). Uji Aktivitas Antimalaria Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) pada Plasmodium falciparum 3D7. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi. https://doi.org/10.26874/kjif.v2i2.18

Hidayati, A. R., Widyawaruyanti, A., Ilmi, H., Tanjung, M., Widiandani, T., Siswandono, Syafruddin, D., & Hafid, A. F. (2020). Antimalarial activity of flavonoid compound isolated from leaves of artocarpus altilis. Pharmacognosy Journal. https://doi.org/10.5530/pj.2020.12.120

Kamilah Hayati, E., Jannah, A., & Ningsih, R. (2012). Identifikasi Senyawa Dan Aktivitas Antimalaria In Vivo Ekstrak Etil Asetat Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica L.). Molekul. https://doi.org/10.20884/1.jm.2012.7.1.103

Krieg, R., Jortzik, E., Goetz, A. A., Blandin, S., Wittlin, S., Elhabiri, M., Rahbari, M., Nuryyeva, S., Voigt, K., Dahse, H. M., Brakhage, A., Beckmann, S., Quack, T., Grevelding, C. G., Pinkerton, A. B., Schönecker, B., Burrows, J., Davioud-Charvet, E., Rahlfs, S., & Becker, K. (2019). Author Correction: Arylmethylamino steroids as antiparasitic agents (Nature Communications, (2017), 8, 1, (14478), 10.1038/ncomms14478). In Nature Communications. https://doi.org/10.1038/s41467-019-11018-x

Maulana Zuhri, I., Mas’udah, L., Isyfi Faizati, A., & Muti’ah, R. (2022). Fitokimia Dan Farmakologi Tanaman Empon-Empon Sebagai Imunomodulator Pada Penyakit Saluran Pernapasan: Systematic Review. Journal of Food and Pharmaceutical Sciences. https://doi.org/10.22146/jfps.3378

Natalia, D. (2015). Peranan Trombosit Dalam Patogenesis Malaria. Majalah Kedokteran Andalas. https://doi.org/10.22338/mka.v37.i3.p219-225.2014

Nguyen-Pouplin, J., Tran, H., Tran, H., Phan, T. A., Dolecek, C., Farrar, J., Tran, T. H., Caron, P., Bodo, B., & Grellier, P. (2017). Antimalarial and cytotoxic activities of ethnopharmacologically selected medicinal plants from South Vietnam. Journal of Ethnopharmacology. https://doi.org/10.1016/j.jep.2006.08.011

Nursetia Widia Astuti, Sri Peni Fitrianingsih, & Suwendar. (2022). Studi Literatur Aktivitas Antimalaria Tanaman Afrika (Vernonia amygdalina Del.). Bandung Conference Series: Pharmacy. https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2.4815

Pilotos, J., Ibrahim, K. A., Mowa, C. N., & Opata, M. M. (2020). Moringa oleifera treatment increases Tbet expression in CD4+ T cells and remediates immune defects of malnutrition in Plasmodium chabaudi-infected mice. Malaria Journal. https://doi.org/10.1186/s12936-020-3129-8

Rahmad, R., Endharti, A. T., & Fitri, L. E. (2018). Efek Pemberian Artemisin Dan Minyak Buah Merah (Pandanus Conoideus) Terhadap Produksi Reactive Oxygen Intermediate Sel Makrofag Peritoneum Mencit Diinfeksi Malaria. Majalah Kesehatan. https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.1

Simamora, D., & Fitri, L. E. (2013). Resistensi Obat Malaria: Mekanisme Dan Peran Obat Kombinasi Obat Antimalaria Untuk Mencegah. Jurnal Kedokteran Brawijaya. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2007.023.02.4

Somsak, V., Damkaew, A., & Onrak, P. (2018). Antimalarial Activity of Kaempferol and Its Combination with Chloroquine in Plasmodium berghei Infection in Mice . Journal of Pathogens. https://doi.org/10.1155/2018/3912090

Sopianti, D. S., Ricki, A., & Haque, A. F. (2021). Variasi Ekstrak Etanol Biji Kebiul (Caesalpinia Bonduc (L). Roxb) Pada Formulasi Sediaan Emulsi M/A. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi Dan Kesehatan. https://doi.org/10.36387/jiis.v6i1.568

Sumaryati, M., & Rosmiati, W. (2019). Studi Kasus Pada Pasien Demam Berdarah Dengue. JIKSH.

Tajuddeen, N., & Van Heerden, F. R. (2019). Antiplasmodial natural products: An update. In Malaria Journal. https://doi.org/10.1186/s12936-019-3026-1

Umar, K. Z., P.Utami, Y., & A.Y. Ardi, M. (2023). Antimalarial Activity of Ethanol Extract of Sampare Leaves (Glochidion sp var. Biak) Against Plasmodium falciparum In Vitro. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology. https://doi.org/10.24198/ijpst.v10i1.29477

Veronica, E., Amelia, I., Yunatan, K. A., Chrismayanti, N. K. S. D., & Mahendra, A. N. (2020). Potensi kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan Artemisia annua) sebagai antimalaria Plasmodium falciparum. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9, 831–841. Https://Doi.Org/10.35816/Jiskh.V10i2.415.

Widodo, G. P., & Rahayu, M. P. (2017). Aktivitas Antimalaria Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Mundu (Garcinia dulcis Kurz). Majalah Farmasi Indonesia.

Widyawaruyanti, A., & Zaini, N. C. (2011). Mekanisme dan Aktivitas Antimalaria dari Senyawa Flavonoid yang Diisolasi dari Cempedak ( Artocarpus Champeden ). Jbp.

Downloads

Published

2025-12-30