EVALUASI RASIONALITAS PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK KARUNIA SEHAT BARU

Authors

  • Billy Iskandar Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo
  • Zaidatun Ni’mah Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo
  • Nur Fitriani Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo
  • Sikni Retno Karminingtyas Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo
  • Salsabiela Dwiyudrisa Suyudi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.51714

Keywords:

Rasionalitas Peresapan Obat, Antihipertensi, Evaluasi Penggunaan Obat, Apotek, Terapi Hipertensi

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia serta berkontribusi besar terhadap kematian akibat penyakit kardiovaskular secara global. Penelitian ini difokuskan untuk menelaah tingkat rasionalitas peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru selama periode Oktober 2024 hingga Maret 2025. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain retrospektif terhadap 166 resep pasien dewasa yang memuat setidaknya satu obat antihipertensi. Penilaian rasionalitas dilakukan berdasarkan kesesuaian indikasi, ketepatan dosis, serta potensi interaksi obat dengan mengacu pada pedoman WHO, JNC 8, PERHI, ESC/ESH, dan AHA/ACC. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh resep telah memenuhi kriteria tepat indikasi dengan persentase 100%. Ketepatan dosis tercapai pada 96,99% resep, sedangkan evaluasi interaksi obat menunjukkan 98,19% resep berada pada kategori aman, dengan interaksi yang bersifat ringan. Pola terapi yang dominan adalah penggunaan kombinasi obat, terutama ARB dan CCB, yaitu amlodipin dan valsartan, yang sejalan dengan rekomendasi terkini untuk pengendalian tekanan darah yang optimal. Sebagian besar pasien menerima terapi kombinasi atau politerapi (71,1%), mencerminkan kebutuhan pengendalian hipertensi yang lebih intensif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktik peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru telah menunjukkan tingkat rasionalitas yang sangat baik dan konsisten dengan prinsip penggunaan obat secara rasional sesuai pedoman klinis yang berlaku.

References

Global Burden of Disease Study (GBD). (2023). Global Health Metrics: Hypertension and Cardiovascular Risk. Lancet Public Health, 8(3), 211–225

James, P. A., et al. (2014). JNC 8 Report. JAMA, 311(5), 507–520.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta

Maulidya, R. A., & Wibowo, Y. (2020). Evaluation of Antihypertensive Drug Prescribing Based on JNC 8 Guideline. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 9(2), 102–109.

Medi-Cal Rx. (2024). Drug–Drug Interaction: Amlodipine with Simvastatin or Lovastatin.

PERHI. (2021). Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2021. Jakarta: Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia

Whelton, P. K., et al. (2018). AHA/ACC Guideline for the Management of High Blood Pressure in Adults. Hypertension, 71(6), e13–e115.

Williams, B., et al. (2018). ESC/ESH Guidelines for the Management of Arterial Hypertension. European Heart Journal, 39(33), 3021–3104.

Winanti, P. S., Arisandi, D., & Sari, S. W. (2024). Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Jurnal Bina Cipta Husada, 20(2), 1–14.

World Health Organization. (2021). Hypertension. WHO.

Zhou, Y., et al. (2013). Amlodipine and Simvastatin: A Clinically Significant Drug Interaction. Drug Metabolism and Drug Interactions, 28(4), 183–191.

Downloads

Published

2026-02-15

Issue

Section

Articles