PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP STRESS KERJA DI LINGKUNGAN KERJA PUSKESMAS TELADAN KOTA MEDAN TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.51696Keywords:
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Kebisingan yang berlebihan dapat mengganggu fokus kerja dan meningkatkan beban mental yang berujung pada stres kerja. Dampak dari kebisingan yaitu menyebabkan stres kerja yang berlangsung terus-menerusdapat menurunkan kinerja karyawan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pangaruh tingkat kebisingan terhadap stres kerja pada petugas di Puskesmas Teladan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Waktu pengambilan data penelitian menggunakan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Teladan, yang berlokasi di Jl. Sisingamangaraja No.65, Teladan Barat. populasi dalam penelitian inimencakup 48 orang staff pegawai di Puskesmas Teladan Kota Medan yang menjadi lokasi penelitian. Instrumen penelitian Alat ukur kebisingan suara menggunakan aplikasi Decibel Sound Meter dan kuesioner. Hasil Penelitian berdasarkan jenis kelamin responden terbanyak yaitu perempuan yaitu 45 responden (3,8%), umur paling banyak berada pada kelompok umur 35-44 tahun yaitu 22 responden (45,8%), pendidikan jumlah terbanyak dengan pendidikan terakhir S-1 yaitu 28 responden (58,3%), lama bekerja responden dapat diketahui paling banyak yang sudah bekerja selama 11-15 tahun yaitu 19 responden (39,6%). Stres kerja pada tingkat Stres Ringan yaitu 29 orang (60.4%), intensitas kebisingan pada kategori bising sebanyak 34 (70.8 %), a = 0,05 artinya ada pengaruh kebisingan terhadap stres kerja pada petugas di Puskesmas Teladan Kota Medan. Saran agar tidak mengalami stress kerja atau penyakit akibat kerja yang dapat mengganggu kesehatan dirinya, dengan cara mencegahnya menggunakan Alat Pelindung Diri berupa alat pelindung telingaAbstract
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Kebisingan yang berlebihan dapat mengganggu fokus kerja dan meningkatkan beban mental yang berujung pada stres kerja. Dampak dari kebisingan yaitu menyebabkan stres kerja yang berlangsung terus-menerus dapat menurunkan kinerja karyawan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pangaruh tingkat kebisingan terhadap stres kerja pada petugas di Puskesmas Teladan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Waktu pengambilan data penelitian menggunakan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Teladan, yang berlokasi di Jl. Sisingamangaraja No.65, Teladan Barat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 48 orang staff pegawai di Puskesmas Teladan Kota Medan yang menjadi lokasi penelitian. Instrumen penelitian Alat ukur kebisingan suara menggunakan aplikasi Decibel Sound Meter dan kuesioner. Hasil Penelitian berdasarkan jenis kelamin responden terbanyak yaitu perempuan yaitu 45 responden (3,8%), umur paling banyak berada pada kelompok umur 35-44 tahun yaitu 22 responden (45,8%), pendidikan jumlah terbanyak dengan pendidikan terakhir S-1 yaitu 28 responden (58,3%), lama bekerja responden dapat diketahui paling banyak yang sudah bekerja selama 11-15 tahun yaitu 19 responden (39,6%). Stres kerja pada tingkat Stres Ringan yaitu 29 orang (60.4%), intensitas kebisingan pada kategori bising sebanyak 34 (70.8 %), a = 0,05 artinya ada pengaruh kebisingan terhadap stres kerja pada petugas di Puskesmas Teladan Kota Medan. Saran agar tidak mengalami stress kerja atau penyakit akibat kerja yang dapat mengganggu kesehatan dirinya, dengan cara mencegahnya menggunakan Alat Pelindung Diri berupa alat pelindung telinga.References
Fahmi. (2016). Manajemen sumber daya manusia. Bandung: Alfabeta.
Hariandja, M. T. E. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia: Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Jakarta: Grasindo.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman manajemen stres di tempat kerja. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2016 tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI.
Pradana, A., Setiawan, R., & Pramudito, D. (2013). Dasar-dasar kesehatan kerja. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sholiha, M., & Kuncoro, E. A. (2014). Kesehatan kerja di lingkungan Puskesmas. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Tarwaka. (2015). Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Khairani Khairani, Maidina Putri, Wilda Kristina Manalu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


