DETERMINAN PERILAKU MAKAN BUAH DAN SAYUR PADA REMAJA MENURUT TEORI KOGNITIF SOSIAL: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA TAHUN 2016-2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.51695Keywords:
konsumsi buah dan sayur, perilaku makan remaja, Social Cognitive TheoryAbstract
Perilaku konsumsi buah dan sayur pada remaja merupakan indikator penting dalam menilai pola hidup sehat dan status gizi. Namun, tingkat konsumsi buah dan sayur pada remaja Indonesia masih rendah dan berpotensi meningkatkan risiko masalah gizi serta kebiasaan makan tidak sehat di masa depan. Rendahnya konsumsi tersebut dipengaruhi oleh faktor personal, lingkungan, dan perilaku. Social Cognitive Theory (SCT) digunakan sebagai kerangka untuk menjelaskan keterkaitan antar faktor tersebut dalam membentuk perilaku makan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi buah dan sayur pada remaja berdasarkan pendekatan SCT. Penelitian menggunakan desain tinjauan pustaka dengan sumber data dari 15 artikel ilmiah relevan yang terbit antara tahun 2016 hingga 2025, diperoleh melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi “perilaku makan remaja”, “konsumsi buah dan sayur”, dan “Social Cognitive Theory”. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sesuai fokus kajian. Hasil telaah menunjukkan bahwa faktor personal seperti self-efficacy dan pengetahuan gizi berpengaruh signifikan terhadap konsumsi buah dan sayur pada remaja. Faktor lingkungan seperti dukungan sosial, modeling, dan ketersediaan pangan turut berperan penting. Selain itu, faktor perilaku seperti self-regulation dan reinforcement berkontribusi dalam mempertahankan konsistensi perilaku makan sehat. Secara keseluruhan, SCT mampu menjelaskan perilaku konsumsi buah dan sayur melalui interaksi antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku. Upaya peningkatan konsumsi buah dan sayur perlu difokuskan pada penguatan self-efficacy, dukungan sosial, serta penyediaan akses pangan sehat di lingkungan sekolah dan keluarga.References
Bel-Serrat, S., Klingenstein, P., Marques-Previ, M., Hennessy, E., & Murrin, C. (2023). Perceived barriers to vegetable intake among urban adolescents from socioeconomically disadvantaged backgrounds: A qualitative study from the perspective of youth workers and teachers. Physiology and Behavior, 262(January), 114074. https://doi.org/10.1016/j.physbeh.2023.114074
Firdaus, M. B. U., Hidayanty, H., Syam, A., Hadju, V., Indriasari, R., & Riskiyani, S. (2025). Effects of Nutrition Education Based on Social Cognitive Theory on Fruit and Vegetable Consumption Among Adolescent Girls in Tanakeke Islands, South Sulawesi. Malaysian Journal of Medical Sciences, 32(4), 224–235. https://doi.org/10.21315/mjms-01-2025-014
Lancet. (2020). Global burden of 87 risk factors in 204 countries and territories, 1990–2019: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2019. The Lancet, 396(10258), 1223–1249. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30752-2
Luthviah, H., Anggraini, R., & Kunci, K. (2025). Peran Keluarga dalam Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja Putri ( Studi pada Siswi Madrasah Aliah Negeri 1 Ogan Ilir ) 2022 Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Jurnal Kesehataan Masyarakat Indonesia (The Indonesian Journal of Public Health), 20, 1–8.
Mohebi, S., Parham, M., Sharifirad, G., & Gharlipour, Z. (2022). Family and school‑based educational intervention on fruits and vegetable consumption of female students: Application of social cognitive theory. Journal of Education and Health Promotion, 11, 1–6. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp
Nisa, S. H. (2020). Role of parents relates to vegetable and fruit comsumption on students at Junior High School Hang Tuah 2 Jakarta. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 5(1), 44–54. https://doi.org/10.22236/argipa.v5i1.3894
Oktavia dkk, A. R. dkk. (2019). Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah-Sayur pada. Keperawatan Raflesia, 1 Nomor 1, 33–44. https://doi.org/10.33088/jkr.vlil.400
Prasetyo, Y. B., & Sri Sunaringsih, F. A. F. (2024). DETERMINANT FACTORS AFFECTING ADOLESCENT Correspondence : ANKARA MEDICAL JOURNAL, (1), 14–27.
Qibtiyah, M., Rosidati, C., & Siregar, M. H. (2021). Perilaku Konsumsi Buah dan Sayur Pada Remaja. Jurnal Gizi Kerja Dan Produktivitas, 2(2), 51. https://doi.org/10.52742/jgkp.v2i2.12760
Ramadhani, A. K., & Afifah, A. N. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Keragaman Konsumsi Sayuran dan Buah Remaja Di Wilayah Pesisir Kabupaten Gresik. Gorontalo Journal Of Nutrition Dietetic, 1(2), 50–64.
Ramezankhani, A., Tavassoli, E., Heydarabadi, A. B., Gharlipour, Z., Motlagh, Z., & Alidosti, M. (2017). Association between social cognitive theory constructs and fruit and vegetable’s consumption in adolescent girls. International Journal of Pediatrics, 5(5), 4889–4898. https://doi.org/10.22038/ijp.2017.22222.1858
RISKESDAS. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Kemenkes RI. Retrieved from https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf
Rizka Novia Atmadani, Akrom, Dhea Ananda, Laila Yoga Saputri, A. A., & Puspitasari, S. U. (2022). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(2), 107–112. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkmi
Sholeha, R. K., Puspikawati, S. I., , Maswiya Indrianti, N., & Kurniawati, A. (2025). EDUKASI GIZI MAMASUKA BERBASIS SOCIAL COGNITIVE THEORY UNTUK MENINGKATKAN KONSUMSI SAYUR ANAK DI TK BHAKTI BANGSA. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(4), 373–379. Retrieved from https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/JPMD/article/view/485
Siregar, M. H., & Rahmy, H. A. (2022). Kecukupan Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Remaja Pada Masa Pandemi Covid-19 Berdasarkan Faktor Demografi. Hearty, 10(2), 89. https://doi.org/10.32832/hearty.v10i2.6468
SSGI. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021.
Vera Vergeld, S. L. T. (2020). An 8-Week Study on Social-Cognitive Variables for Physical Activity and Fruit and Vegetable Intake: Are there Stage Transitions? Applied Psychology: Health and Well-Being, 13(1), 109–128. https://doi.org/10.1111/aphw.12218
WHO. (2022). Non Communicable Disease Progress Monitor 2022. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/publications/i/item/9789240047761
WHO. (2023). Increasing fruit and vegetable consumption to reduce the risk of noncommunicable diseases. Retrieved from https://www.who.int/tools/elena/interventions/fruit-vegetables-ncds?utm_source
Wood, R., & Bandura, A. (1989). Social Cognitive Theory of Organizational Management. Academy of Management Review, 14(3), 361–384. https://doi.org/10.5465/amr.1989.4279067
Zolghadr, R., Shojaeizadeh, D., Sadeghi, R., Majlesi, F., Saeed Yekaninejad, M., & Nejadsadeghi, E. (2019). Effective Factors of the Healthy Nutritional Behavior Based on the Application of Social Cognitive Theory among 13-15 Years Old Students. International Journal of Pediatrics, 7(3), 9115–9123. https://doi.org/10.22038/ijp.2017.26462.2269
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Reyvinnta Azka Agnaty, Luqman Effendi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


