PERAN UPTD DP3APMPPKB KOTA MEDAN DALAM PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

Authors

  • Zuhrina Aidha Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Ainun Nuraida Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Alya Fadilla Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Avio Andhara Putra Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Leony Safitri Harianja Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Luthfiah Alisa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nadrah Na’imi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.51465

Keywords:

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Kota Medan, Penanganan Kasus, Pendampingan Korban, UPTD PPA

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain studi kasus yang bertujuan untuk mengeksplorasi peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Medan dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di UPTD PPA dipilih sebagai informan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi pada bulan Oktober 2025, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPTD PPA berperan penting dalam memberikan layanan perlindungan, pendampingan psikologis, hukum, dan sosial, serta melakukan mediasi bagi korban kekerasan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. UPTD juga menjalin kerja sama aktif dengan lembaga penegak hukum dan instansi terkait guna memastikan proses hukum dan pemulihan korban berjalan secara optimal. Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya kooperasi korban. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan pendekatan berpusat pada korban dalam upaya penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Medan.

References

Agustina, E. (2019). Hubungan antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri dewasa muda pengguna napza pada masa rehabilitasi (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Al-Qur’an, Surah An-Nisa ayat 75 dan Al-Maidah ayat 8.

Arifin, Z., Subagja, I. K., & Hakim, A. (2025). Digital Governance: Studi Kasus Digitalisasi Pelayanan Publik Terpadu di Kabupaten Serang. Jurnal Sosial Teknologi, 5(1), 1–19. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i1.3186

Basri, H. (2025). Layanan Konseling Individu Dalam Mengatasi Trauma Anak Korban Kekerasan Di UPT Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Kota Pekanbaru. (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Bilgi, O,. Tas, Ibrahim. 2018. Effects of Perceived Social Support and Psychological Resilience on Social Media Addiction among University Students. Universal Journal of Educational Research, 6 (4):751-758,20018. 10.13189/ujer.2018.060418

Kadir, K., Mustafa, L. O., & Larisu, Z. (2020). Analisis Pengembangan Kapasitas Organisasi Dalam Pelayanan Publik (Studi Pada Kantor Kecamata Watubangga Kabupaten Kolaka). Publica: Jurnal Administrasi Pembangunan Dan Kebijakan Publik, 11(2), 294. https://doi.org/10.33772/publica.v11i2.13323

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2024). Respon Tantangan Penanganan Kasus Kekerasan — Dorong Maksimalisasi Restitusi. https://www.kemenpppa.go.id/

Ramadianto, A. R., Istiqomah, M., & Aprilianda, N. (2025). Victim Impact Statement as a Model of Victim-Centered Justice in Child Sexual Abuse Cases. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 32(2), 337–360. https://doi.org/10.20885/iustum.vol32.iss2.art4

Sabaruddin, S., & Said, B. (2020). Network Governance pada Program Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Masuk Sekolah Dalam Menghadapi Bencana Alam Di Kabupaten Kolaka. PENA BANGSA: Jurnal Pendidikan Dan Keindonesiaan, 2(1), 17–31.

Sari, D., & Hidayah, R. (2022). Pemberdayaan Perempuan dan Pembangunan Sosial di Indonesia. Jurnal Pembangunan Masyarakat, 5(3), 120–128.

Wawan, J. H. (2021). Penggunaan Perspektif Trauma-Informed Care Pekerja Sosial Dalam Mendampingi Klien Remaja Dengan Kehamilan Tidak Diinginkan. PEKSOS: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 21(02), 85-97.

Downloads

Published

2025-12-31