TRAUMA TUMPUL ABDOMEN DENGAN HEMODINAMIK STABIL DAN RUPTUR VESIKA URINARIA POSTEROSUPERIOR

Authors

  • Muhammad Syahrir Universitas: Hasanuddin
  • Samuel Sampetoding Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar
  • Syarif Bakri Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.51181

Keywords:

Gross Hematuria, Trauma Abdomen Tumpul, Uretrosistografi, Ruptur Vesika Urinaria, Laparotomi, Repair Vesika Urinaria

Abstract

Trauma tumpul abdomen adalah kasus kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada organ dalam, termasuk ruptur vesika urinaria. Ruptur vesika urinaria umumnya disebabkan oleh trauma langsung dan memerlukan diagnosis cepat serta penanganan yang tepat untuk mencegah kebocoran urin ke rongga peritoneum dan komplikasi infeksi yang menyertainya. Seorang pria berusia 30 tahun mengalami trauma tumpul akibat kecelakaan lalu lintas dengan keluhan utama nyeri perut dan gross hematuria. Pemeriksaan fisik dan penunjang, termasuk uretrosistografi, menunjukkan ekstravasasi kontras intraperitoneal yang mengindikasikan ruptur vesika urinaria posterosuperior. Pasien menjalani stabilisasi hemodinamik, terapi antibiotik dan analgesik, kemudian dilakukan laparotomi eksplorasi dan repair vesika urinaria oleh tim bedah digestif dan urologi. Temuan intraoperasi mengkonfirmasi diagnosis ruptur vesika urinaria posterosuperior, dan pasien menunjukkan perbaikan klinis pasca tindakan. Trauma tumpul abdomen yang menyebabkan ruptur vesika urinaria posterosuperior merupakan kondisi langka namun kritis. Diagnosis dini melalui uretrosistografi dan perbaikan bedah tepat waktu dapat mencegah komplikasi seperti kebocoran urin dan infeksi. Stabilitas hemodinamik mempermudah intervensi, menyoroti pentingnya kerja sama multidisiplin untuk hasil pasien yang optimal. Kewaspadaan klinis terhadap hematuria pasca trauma sangat diperlukan. Ruptur vesika urinaria akibat trauma tumpul abdomen harus dicurigai pada pasien dengan nyeri perut dan gross hematuria setelah trauma. Pemeriksaan radiologis seperti uretrosistografi sangat penting untuk memastikan diagnosis. Penanganan bedah segera merupakan kunci keberhasilan terapi dan pencegahan komplikasi serius

References

Browner, B. D., Jupiter, J. B., Levine, A. M., & Trafton, P. G. (2009). Skeletal trauma: basic science, management, and reconstruction (4th ed.). Saunders Elsevier.

Cass, A. S. (1984). The multiple risk factors in intraperitoneal rupture of the bladder. Journal of Urology, 132(5), 912–914. https://doi.org/10.1016/S0022-5347(17)49885-9

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier Saunders.

Martínez-Piñeiro, J. A., Djakovic, N., Plas, E., Mor, Y., Santucci, R. A., Serafetinidis, E., Altman, R., Chapple, C. R., Gomez, R., Hakenberg, O. W., Hampl, D., & Turkeri, L. (2014). EAU Guidelines on Urological Trauma. https://uroweb.org/guideline/uro-trauma/

Morey, A. F., Iverson, A. J., Swan, A., Harmon, W. J., Spore, S. S., Brandes, S. B., & Armenakas, N. A. (2001). Bladder rupture after blunt trauma: guidelines for diagnostic imaging. Journal of Trauma, 51(4), 683–686. https://doi.org/10.1097/00005373-200110000-00005

Nursal, T. Z., Yildirim, S., Tarim, A., Noyan, T., Poyraz, P., Nursal, S. N., Caliskan, K., & Karagulle, E. (2005). Traumatic bladder rupture: does extraperitoneal rupture require surgery? Acta Chirurgica Belgica, 105(6), 662–665. https://doi.org/10.1080/00015458.2005.11680006

Rasyid, N., Rasyid, M., & Kumurur, M. E. A. (2020). Cedera kandung kemih akibat trauma tumpul pada pelvis: Tinjauan Kasus dan Literatur. Jurnal Urologi Indonesia, 27(2), 143–148.

Smith, P. L., & Tanagho, E. A. (2008). Anatomy of the Lower Urinary Tract. In Smith’s General Urology (17th ed.). McGraw-Hill.

Surjadi, M., & Syahroel, A. (2018). Gambaran Cedera Saluran Urogenitalis Akibat Trauma di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Jurnal Ilmu Kedokteran, 11(2), 112–117.

Downloads

Published

2025-12-30