OPTIMALISASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.50872Keywords:
Inovasi, Kinerja, Kualitas Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Optimalisasi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 12 jurnal nasional dan internasional terbitan tujuh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen rumah sakit merupakan proses multidimensi yang melibatkan enam aspek utama, yaitu manajemen sumber daya manusia, manajemen operasional, manajemen keuangan, inovasi teknologi, manajemen mutu, serta kepemimpinan dan budaya organisasi. Pengelolaan SDM yang efektif terbukti meningkatkan kepuasan pasien dan loyalitas tenaga kesehatan. Efisiensi operasional melalui penerapan standar prosedur operasional yang konsisten menurunkan tingkat kesalahan medis hingga 25%. Dalam aspek keuangan, transparansi dan diversifikasi pendapatan menjadi kunci keberlanjutan rumah sakit di tengah sistem JKN. Inovasi teknologi seperti Electronic Medical Record (EMR) dan telemedicine meningkatkan kepuasan pasien hingga 40%, meski masih dihadapkan pada resistensi SDM dan keterbatasan infrastruktur. Manajemen mutu dan akreditasi yang berkelanjutan memperkuat keselamatan pasien dan citra institusi, sementara kepemimpinan transformasional berperan penting dalam membangun budaya organisasi yang inovatif dan kolaboratif. Secara keseluruhan, optimalisasi manajemen rumah sakit harus dilakukan secara holistik dan adaptif terhadap perkembangan digital agar dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang efisien, aman, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.References
Sari, M., & Nugroho, A. (2021). Peningkatan daya saing rumah sakit melalui manajemen strategis. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 4(2), 99–113.
Astuti, N., & Prabowo, H. (2024). Transformasi digital rumah sakit: Analisis kesiapan organisasi dan budaya kerja di era kesehatan 4.0. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Kesehatan, 10(1), 55–68.
Fitriani. (2022). Optimalisasi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi operasional. Jurnal Manajemen Kesehatan, 8(2), 55–67.
Harahap, R., & Lubis, S. (2021). Manajemen strategis rumah sakit dalam meningkatkan daya saing di era globalisasi. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, 8(2), 45–59.
KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit). (2023). Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 2. Jakarta: KARS.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). Jakarta: Kemenkes RI.
Nugraha, D., Santika, A., & Wulandari, R. (2023). Pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dalam meningkatkan efisiensi layanan. Jurnal Manajemen Kesehatan Digital, 5(1), 21–34.
Nursalam. (2021). Humanisme dalam pelayanan kesehatan. Jurnal Etika Keperawatan, 7(2), 45–56.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (2018). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Prasetyo, B., & Dewi, A. (2019). Efisiensi rumah sakit di era BPJS. Jurnal Ekonomi Kesehatan, 11(2), 89–101.
Prasetyo, H., & Sulastri, E. (2024). Implementasi total quality management (TQM) pada rumah sakit di Indonesia. Jurnal Mutu dan Manajemen Pelayanan Kesehatan, 9(1), 12–25.
Rahmadani. (2022). Implementasi standar prosedur operasional (SPO) dalam pelayanan medis. Jurnal Kesehatan Klinik, 10(1), 22–35.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2018). Management (14th ed.). Pearson Education.
Santoso. (2020). Manajemen keuangan rumah sakit di era JKN. Jurnal Akuntansi dan Kesehatan, 5(1), 40–52
Sari, M., & Nugroho, A. (2023). Motivasi dan kinerja perawat di rumah sakit swasta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 77–89.
Supriyanto, A. (2020). Manajemen rumah sakit modern: Pendekatan strategis dan operasional. Yogyakarta: Pustaka Medika.
Syamsuddin. (2022). Continuous quality improvement (CQI) pada rumah sakit pendidikan. Jurnal Manajemen Mutu Kesehatan, 6(2), 60–72.
WHO (World Health Organization). (2021). Hospital governance and quality improvement: Global best practices for sustainable healthcare systems. Geneva: WHO Press.
Wijaya. (2021). Pengaruh pengembangan SDM terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Jurnal Manajemen Kesehatan, 7(3), 100–112.
Yuliani, R., & Rahman, A. (2022). Tantangan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia: Keterbatasan tenaga medis dan pemerataan layanan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 102–115.
Yusuf. (2020). Kolaborasi interprofesional di rumah sakit. Jurnal Profesi Kesehatan, 8(2), 88–101.
Putri, D., & Setiawan, H. (2023). Digitalisasi layanan kesehatan melalui EMR dan telemedicine. Jurnal Teknologi Kesehatan, 9(2), 55–70.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ani Sahara, Ad Ledy Oftapiani hrp, Alvina Fauziah, Arindi Safina Azhara, Dini Agustin, Dewi Agustina, Fitri Salsabila, Jihan Auliya, Julian Aulia, Miftah Chairia Zannah, Salsa Ayudi Tila, Sheika Sarah Khairunisa, Sofia Rahma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


