FAKTOR RISIKO KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS PADA SISWA UPT SDN 268 GRESIK
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.50586Keywords:
Kata kunci : Pediculosis capitis, usia, jenis kelamin, Personal hygiene, panjang rambutAbstract
Pediculosis capitis merupakan infeksi kulit kepala yang disebabkan oleh Pediculus humanus capitis. Penyakit ini sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar, terutama pada anak dengan kebersihan diri yang kurang dan lingkungan tempat tinggal yang padat. Hasil studi pendahuluan pada 10 siswa di UPT SDN 268 Gresik menunjukkan bahwa 6 siswa (60%) terinfeksi Pediculosis capitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Pediculosis capitis pada siswa UPT SDN 268 Gresik. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 105 siswa kelas 1–6 dipilih sebagai responden menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan inspeksi rambut, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p = 0,002), Personal hygiene (p = 0,000), panjang rambut (p = 0,005), ketebalan rambut (p = 0,002), dan bentuk rambut (p = 0,002) dengan kejadian Pediculosis capitis. Sedangkan faktor usia (p = 0,803) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa faktor jenis kelamin, Personal hygiene, panjang rambut, ketebalan rambut, dan bentuk rambut berpengaruh terhadap kejadian Pediculosis capitis. Diperlukan edukasi mengenai kebersihan diri dan intervensi kesehatan di lingkungan sekolah untuk mencegah penyebaran penyakit ini.References
Al Azhar, S. L. Y., Hasibuan, S. M., Lubis, R. A. S., & Batubara, H. J. S. (2018). Hubungan Kebersihan Diri dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis pada Murid SD. Jurnal Pandu Husada, 4(1), 192–197. https://doi.org/https://doi.org/10.30596/jph.v1i4.5256 197
Analdi, V., & Santoso, I. D. (2021). Gambaran perilaku kebersihan diri terkait infestasi kutu kepala (Pediculus humanus capitis) pada santriwati di Pondok Pesantren Anshor Al-Sunnah Riau. Tarumanagara Medical Journal, 3(1), 175–181. https://journal.untar.ac.id/index.php/tmj/article/view/11760/7366
Aruan, R. hayati. (2021). Hubungan Personal Hygiene dan Karakteristik Tempat tinggal dengan Pediculosis Capitis pada Santriwati Tingkat MTs di Pesantren Al Ihsan Labuhan Batu Utara [Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan]. http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/13768
Azhar, S. L. Y. Al. (2019). hubungan antara kebersihan diri dan jenis kelamin dengan kejadian pedikulosis kapitis pada murid SDN. 018455 Desa Tanah Tinggi KEC. Air Putih KAB. Batubara PROV. Sumatera Utara [Universitas Muhammadiyah Sumatera utara]. https://repository.unsri.ac.id/78332/1/RAMA_13201_10011181823030_0028067806_01_front_ref.pdf
FarFar, I. O. (2024). Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Pediculosis Capitis Pada Murid Kelas 2 Di SDN Duri Kepa 11, 7(2), 370–376. https://doi.org/https://doi.org/10.56338/mppki.v7i2.4309
Hadi, T. M. F. (2018). Hubungan Personal Hygiene Dan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Pediculosis Capitis Di Pondok Pesantren Ma’hadul Muta’alimin Di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi [Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun]. In Jurnal Kesehatan Masyarakat. http://repository.stikes-bhm.ac.id/id/eprint/47
Hardiyanti, N. I. (2016). Hubungan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Pediculosis capitis pada Santriwati di Pesantren Jabal An-Nur Al-Islam Kecamatan Teluk Betung Barat Bandar Lampung. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (Vol. 1, Issue April).
Khasanah, N. A. H., Yuniati, N. I., Husen, F., & Rudatiningtyas, U. F. (2022). Analisis Faktor Risiko Personal Hygiene terhadap Pediculosis capitis pada Santriwati Ponpes Miftahul Huda. Journal of Holistics and Health Science, 4(2), 282–291. https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i2.197
Laini, E. A. (2022). Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Kutu Rambut (Pediculus Humanus Capitis) pada Anak Usia 6-12 Tahun di Jorong Taratak Galundi Kenagarian Alahan Panjang Kabupaten Solok. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/B1_2_ELSI_APRI_LAINI_18078072_6754_2022 (1).pdf
Lukman, N., Armiyanti, Y., & Agustina, D. (2018a). Digital Repository Universitas Jember. Journal of Agromedicine and Medical Science, 4(2), 27. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/65672/Ainul Latifah-101810401034.pdf?sequence=1
Lukman, N., Armiyanti, Y., & Agustina, D. (2018b). The Correlation of Risk Factors to the incidence of Pediculosis capitis on Students in Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jember. Journal of Agromedicine and Sciences, 4(2), 102–109.
Marsel, O. A., & Syamsuddin, H. (2017). Hubungan Pengetahuan Tentang Penyakit Pedikulosis Kapitis dan Perilaku Kebersihan Diri dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis pada Santriwati Angkatan 2017 Pondok Pesantren Modern Al-Mizan Pandeglang Banten [Universitas Muhammadiyah Jakarta]. https://repository.umj.ac.id/6716/1/Penelitian P Kapitis.pdf
Mus, R., Awaluddi, & Rabiah. (2022). Overview Of Pediculosis Capitis Risk Factors In Students Of The Thafizul Qur’an Wahdah Islamiyah Islamic Boarding School In Makassar City. Medical Technology and Public Health Journal, 06(01), 231–238. https://doi.org/10.33086/mtphj.v6i1.3120
Noersyamsidar, & Suprihartini. (2022). Gambaran Infeksi Pediculus Humanus Capitis terhadap Anak-anak di UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma. Borneo Journal of Science and Mathematics Education, 2(3), 53–65. https://repository.poltekkes-kaltim.ac.id/1776/1/document.pdf
Nurlatifah, I., Astuti, R. D. I., & Indrasari, E. R. (2017). Hubungan usia, jenis kelamin, sosial ekonomi, dan higiene dengan kejadian pedikulosis kapitis. J Pendidikan Dokter, 3(2), 574–580. https://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/dokter/article/viewFile/8297/pdf
Riswanda, J., & Arisandi, Y. (2021). Pediculosis capitis (Q. Media (ed.)).
Rosdiana, N., Rochmani, S., & Septimar, Z. M. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Parilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Pencegahan Penyakit Pedikulosis Kapitis pada Santriwati di Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien 1 Cadas Sepatan Tangerang. Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 13(01), 128–133. https://doi.org/https://doi.org/10.38040/js.v13i1.152
Sari, I. P. (2022). Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Pediculosis Capitis Pada Santriwati Smp Islam Terpadu Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga (Vol. 11, Issue 2) [Universitas Sriwijaya]. https://doi.org/10.37676/jnph.v11i2.5167
Sulistyaningtyas, A. R., Ariyadi, T., & Zahro’, F. (2020). Hubungan Antara Personal Hygiene dengan Angka Kejadian Pediculosis di Pondok Pesantrean Al Yaqin Rembang. Jurnal Labora Medika, 9(1), 25–31. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JLabMed
Sumandasari, A. (2021). Faktor-Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Pedikulosis Kapitis [Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/id/eprint/90657
Suwandi, J. F., & Sari, D. (2016). Dampak Infestasasi Pedikulosis Kapitis Terhadap Anak Usia Sekolah. Repository Universitas Lampung, 5(1), 69–74. http://repository.lppm.unila.ac.id/2632/1/DAMPAK INFESTASASI PEDIKULOSIS KAPITIS TERHADAP ANAK USIA SEKOLAH.pdf
Syarbaini, S. (2020). Hubungan Faktor Risiko dengan Proporsi Infeksi Pediculus Humanus Capitis pada Siswa-Siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 di Kota Medan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Syarbaini, S., & Yulfi, H. (2021). Hubungan Faktor Risiko dengan Proporsi Infeksi Pediculus Humanus Capitis pada Siswa - siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 di Kota Medan. Jurnal Ilmiah Kohesi, 5(2), 52–58. https://kohesi.sciencemakarioz.org/index.php/JIK/article/view/237
Syukran, R., Rahayu, M. S., & Topik, M. M. (2024). Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis Capitis di MTs Swasta Ulumuddin Uteunkot Cunda Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 3(1), 27–37. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v3i1.13011
Yusup, N. I. A. S. H., Djafar, M. A. H., & Yusnita. (2023). Prevalensi Pediculosis Capitis dan Faktor Pada Anak Sekolah Dasar SDN 40 Kota Ternate. Jurnal Serambi Sehat, 16(1), 9–19. https://jurnal.ummu.ac.id/index.php/serambisehat/article/view/1816
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mashlachatul Ummah, Ervi Suminar, Ernawati Ernawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


