PENERAPAN MIRROR TERAPI UNTUK GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD dr TC HILLERS MAUMERE

Authors

  • Eufrasia Yulianti Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Nusa Nipa, Maumere
  • Fransiska Aloysia Mukin Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Nusa Nipa, Maumere

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.50469

Keywords:

mobilitas fisik, stroke, terapi miror

Abstract

Stroke adalah suatu tanda klinis yang ditandai defisit neurologi fokal atau global yang berlangsung mendadak selama 24 jam atau lebih atau kurang dari 24 jam yang dapat menyebabkan kematian, yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. Stroke merupakan penyakit motor neuron yang dapat mengakibatkan kehilangan kontrol volunter terhadap gerakan motorik, sala satu masalah yang berhubungan dengan motorik adalah hemiparese. Pada stroke non hemoragi penyumbatan darah bisa terjadi di sepanjang jalur pembulu darah arteri menuju otak. Penurunan kekuatan otot terjadi kerena imobilisasi atau ketidakmampuan bergerak akibat kelemahan yang dialami oleh penderita stroke non hemoragikahap awal peneliti menemukan di RSUD dr. T.C.Hillers di Maumere, jumlah pasien ditemukan jumlah pasien Stroke yang dirawat di RSUD dr.T.C. Hillers dari bulan Januari sampai dengan Maret 2025 berjumlah 93 pasien. Tujuan  penelitian  untuk  menetapkan  penerapan  mirror  therapy  pada klien  stroke  non  hemoragik  agar  dapat  membantu  menambah  kekuatan  otot  pada  ekstermitas  yang mengalami hemiparesis. Metode penelitian ini adalah studi kasus, yang dilakukan  menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subyek dari studi kasus ini adalah satu pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perenanaan , pelaksanaan dan evaluasi. Hasil: dengan menggunakan terapi mirror pada pada pasien dengan gangguan mobilitas fisik didapatkan pergerakan normal dan dapat melawan gravitasi ringan.

References

Agung, & Ervan, E. (2021). Pengaruh Pemberian Kombinasi Mirror Therapy Dan Renge Of Motion (Rom) Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke Di Wilayah Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2021. Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

Ansori, R. S. P., & Satrianto, A. (2024). Penerapan Mirror Therapy Pada Asuhan Keperawatan Gerontik Klien Stroke Non Hemoragik Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Di Wilayah Kerja Puskesmas Klatak Banyuwangi 2024. Community Health Nursing Journal, 2(2), 67–74.

Fajar Susilowati, F. (2024). Pengaruh Mirror Therapy Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Ruang Rawat Inap Lavender Rsud Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Universitas Kusuma Husada Surakarta.

Fatmawati, F. (2022). Pengaruh Latihan Range Of Motion Terhadap Resiko Jatuh Pada Pasien Post Stroke Non Hemoragik Di Poli Saraf Rsud Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun.

Gergely, S. (2024). Penerapan Mirror Therapy Pada Asuhan Keperawatan Gerontik Klien Stroke Non Hemoragik Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Di Wilayah Kerja Puskesmas Klatak Banyuwangi 2024. February, 4–6.

Hanim, F. (2023). Hubungan Antara Respon Time Keluarga Dalam Membawa Pasien Ke Rumah Sakit Dengan Tingkat Defisit Neurologis Pasien Stroke. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Hermanto, S. K. (2021). Terapi Cermin (Mirror Therapy) Dalam Asuhan Keperawatan Strok. Ahlimedia Book.

Indriwati, S. (2023). Pengaruh Kombinasi Mirror Therapy Dan Rom (Range Of Motion) Menggenggam Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Irawandi, D. (2018). Perbedaan Pemberian Kombinasi Terapi Cermin Dan Rom (Mirror Therapy & Range Of Motion) Dengan Rom Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas & Tahap Penerimaan Diri Pada Klien Stroke Dengan Hemiparesis Di Ruang Vii Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Universitas Airlangga.

Keperawatan, D., Bedah, M., Surakarta, U. S., Keperawatan, D. M., Surakarta, U. S., Bangsal, P., & Penyakit, K. (2023). 1* , 2 , 3 1. 8(1), 339–353.

Nasution, E. R. (2020). Proses Keperawatan Dalam Asuhan Keperawatan.

Rahayuningtyas, I., & Ismoyowati, T. W. (2024). Intervensi Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Rumah Sakit Swasta Di Purwodadi. Prosiding Stikes Bethesda Conference, 14–20.

Ramadhanti, N. (2023). Penerapan Mirror Therapy Dalam Pemenuhan Kebutuhan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Ruang Alamanda 1 Rsud Sleman. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Sahla Delia Azzahra, F. (2023). Stroke Non Hemoragik. Stoke Non Hemoragik, 7(1), 573–580.

Sari Alda, M., & Utami Wahyu, R. (2023). Penerapan Terapi Kombinasi Mirror Therapy Dan Ball Grip Therapy Dalam Meningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti.

Sari, F. M., Hasanah, U., & Dewi, N. R. (2023). Penerapan Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Ruang Syaraf Rsud Jend. Ahmad Yani Metro. Jurnal Cendikia Muda, 3(3), 337–346.

Syahmura, S. P. (2022). Ta: Literature Review Efektifitas Pemberian Latihan Range Of Motion (Rom) Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Dengan Stroke Non Hemoragik.

Tim Pokja Sdki Dpp Ppni. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi Dan Indikator Diagnosis Edisi 1. Dpp Ppni.

Widiyono, S. K., & Aryani, A. (2023). Konsep Terapi Cermin Pada Pasien Stroke Penuli. Lembaga Chakra Brahmana Lentera.

Downloads

Published

2025-12-26