FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU SENSITIF OBAT DI INSTALASI RAWAT JALAN POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. SITANALA TANGERANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.50277Keywords:
kepatuhan pengobatan, pasien, tuberkulosis paru sensitif obatAbstract
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan konsisten. Di RSUP Dr. Sitanala Tangerang, meskipun jumlah kasus tuberkulosis meningkat, tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan masih berfluktuasi. Ketidakpatuhan ini dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan risiko resistansi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru sensitif obat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 70 responden dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi berjumlah 226 pasien. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p = 0,012), sikap juga berhubungan signifikan (p = 0,008), dan dukungan keluarga memiliki hubungan bermakna (p = 0,004). Namun, akses pelayanan kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p = 0,498). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru, sedangkan akses pelayanan kesehatan tidak berpengaruh. Rumah sakit disarankan untuk meningkatkan media edukasi dan memperkuat keterlibatan keluarga melalui edukasi sederhana serta pelatihan ringan guna meningkatkan kepatuhan pasien.References
Adhanty, S., Rachmawati, D., & Putri, L. (2023). Hubungan akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas X. *Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 112–120.
Alif Arditia Yuda. (2019). Hubungan karakteristik, pengetahuan, sikap, dan ttindakan penderita tuberkulosis paru dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Tanah Kalikedinding. Universitas Airlangga Institutional
Appiah, M. A., Mensah, R., & Osei, K. (2023). Barriers to tuberculosis treatment adherence in high-burden urban settings: A cross-sectional study. BMC Public Health, 23(4), 1452. [https://doi.org/10.1186/s12889-023-14521-8](https://doi.org/10.1186/s12889-023-14521-8)
Apriyanti AR, & Novitry, F. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat TB Paru. Media Informasi, 20(1), 139–153. https://doi.org/10.37160/mijournal.v20i1.325
Dana, N. R., Pratama, Y., & Laila, F. (2025). Family support, motivation, and treatment adherence among tuberculosis patients in Indonesia. Journal of Public Health Research, 14(1), 35–42.
Elizah, E., Zaman, C., & Wahyudi, A. (2024). Analisis Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2024. Cendekia Medika: Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 9(1), 176–187.
Elizah, L., Sari, N., & Yuliana, D. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 9(1), 45–52.
Erwin Kurniasih, H. D. S. (2017). Tuberculosis Mengenali Penyebab, Cara Penularan dan Penanggulangan. (A. Cahyanti, Ed.) (1st ed.). Retrieved from http://repo.akperngawi.ac.id/hamidatus_daris_saadah/BUKU AJAR 1.pdf
Esti, N. P., Andayani, T., & Kurniawan, E. (2023). Determinan kepatuhan pengobatan tuberkulosis di wilayah perkotaan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 9(1), 44–53.
Fahlefi, F. R. (2023). Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Terhadap Pengobatan Tuberkulosis Di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2023.
Grigoryan, Z., Sahakyan, A., & Petrosyan, V. (2022). Factors influencing treatment adherence among patients with drug-sensitive tuberculosis: A cross-sectional study. International Journal of Infectious Diseases, 121, 58–65. https://doi.org/10.1016/j.ijid.2022.05.012
Inayah, S., & Wahyono, B. (2019). Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS. Higeia J Public Heal Res Dev, 3(2), 223–233.
Juliasih, N. N., Sari, D. A., & Wirawan, I. K. (2024). Determinants of transmission prevention behavior among TB patients in Bali, Indonesia. Asian Pacific Journal of Public Health, 36 (2), 205–213.
Kementrian, Kesehatan. (2024). Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2024: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (GIAT). Retrieved from https://www.tbindonesia.or.id/peringatan-hari-tuberkulosis-sedunia-2024- gerakan-indonesia-akhiri-tuberkulosis-giat
Lestari, B. W., Rahmadani, T., & Handoko, M. (2024). Determinants of adherence toward tuberculosis treatment among patients in primary healthcare. Journal of Health Science Research, 12(3), 89–97
Lili Diana Fitri, Marlindawani, J., & Purba, A. (2018). Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(01), 33–42. https://doi.org/10.33221/jikm.v7i01.50
Meiyanti, S., Kurnia, R., & Hidayah, L. (2024). Exploring determinants of tuberculosis treatment adherence in Indonesia, 2018–2023: A systematic review. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 21(2), 155–168
Munro, S. A., Lewin, S. A., Smith, H. J., Engel, M. E., Fretheim, A., & Volmink, J. (2022). Patient adherence to tuberculosis treatment: A systematic review of qualitative research. PLoS Medicine, 19(5), e1003756. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1003756
Neilli Apolina, R. R. (2024). Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Trimitra Cibinong. Jurnal Farmapedia Vol.2 No.2 Desember 2024: 55-63, 2(2), 55–63.
Ni Luh Putu Sri Utami. (2023). Tingkat kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di Instalasi Rawat Jalan RS TK.II Udayana Denpasar [Prosiding]. Simposium Kesehatan Nasional, 2(1). https://doi.org/10.52073/simkesnas.v2i1.74
Nopiayanti, G., Falah, M., & Lismayanti, L. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tb Di Kota Tasikmalaya. Healthcare Nursing Journal, 4(1), 243–247. https://doi.org/10.35568/healthcare.v4i1.1838
Ozaltun, S. C., Aydin, O., & Demir, F. (2024). Evaluation of medication adherence in new tuberculosis cases in urban hospitals. Turkish Journal of Medical Sciences, 54(1), 210–218.
Sazali, M. F., Abdullah, A., & Hassan, R. (2022). Improving tuberculosis medication adherence through community-based interventions: A systematic review. Journal of Global Health, 12(4), 104–112. https://doi.org/10.7189/jogh.12.04112
Susilo, R., Maftuhah, A., & Hidayati, N. R. (2018). Kepatuhan Pasien TB Paru Terhadap Penggunaan Obat TB Paru Di Rsud Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2017. Jurnal Medical Sains, 2(2), 83–88. https://doi.org/10.37874/ms.v2i2.46
World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. World Health Organization. [https://www.who.int/publications/i/item/9789240093965]
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sinta Evitasari, Anggun Nabila, Dwi Nurmawaty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


