HUBUNGAN MALARIA ASIMTOMATIK DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI KAMPUNG WAENA KOTA JAYAPURA

Authors

  • Astrina Rosaria Indah Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih
  • Inneke Viviane Sumolang Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih
  • Agnes S Rahayu Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih
  • Nuraliah Rusman Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.50184

Keywords:

anemia, kampung waena, malaria asimtomatik

Abstract

Malaria asimtomatik merupakan infeksi malaria tanpa gejala klinis yang jelas, namun pada eristrosit tetap terdapat parasit malaria sehingga berperan sebagai reservoir penularan di masyarakat. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam upaya eliminasi malaria, khususnya di Papua yang masih tercatat sebagai provinsi yang memiliki prevalensi tinggi kasus malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara malaria asimtomatik dengan kejadian anemia pada masyarakat Kampung Waena, Kota Jayapura. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 60 responden yang dipilih secara acak dari kelompok usia balita, anak-anak, dan remaja. Status malaria ditentukan melalui pemeriksaan RDT, sedangkan anemia diukur berdasarkan kadar hemoglobin dengan ambang batas <11 g/dL untuk balita dan anak-anak serta <12 g/dL untuk remaja dan dewasa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi malaria asimtomatik sebesar 11,7%, dengan proporsi tertinggi pada kelompok remaja (22,2%). Kejadian anemia ditemukan pada 33,3% responden, dan uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara malaria asimtomatik dan anemia (p=0,155). Namun demikian, proporsi anemia lebih tinggi pada individu dengan malaria asimtomatik (57,1%) dibandingkan yang tidak terinfeksi (30,2%). Dengan demikian, meskipun tidak bermakna secara statistik, malaria asimtomatik berpotensi berkontribusi terhadap kejadian anemia di komunitas endemik. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi aktif dan intervensi berbasis komunitas untuk memperkuat program pengendalian malaria di Papua.

References

Hayuma, P. M., Wang, C. W., Liheluka, E., Baraka, V., Madebe, R. A., Minja, D. T. R., Misinzo, G., Alifrangis, M., & Lusingu, J. P. A. (2021). Prevalence of asymptomatic malaria, submicroscopic parasitaemia and anaemia in Korogwe District, north-eastern Tanzania. Malaria Journal, 20(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12936-021-03952-3

Kemenkes. (2022). Laporan Tahunan 2022 Malaria. Kemenkes RI, 1–51.

Kumari, P., Sinha, S., Gahtori, R., Yadav, C. P., Pradhan, M. M., Rahi, M., Pande, V., & Anvikar, A. R. (2020). Prevalence of asymptomatic malaria parasitemia in odisha, India: A challenge to malaria elimination. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 103(4), 1510–1516. https://doi.org/10.4269/ajtmh.20-0018

Mensah, B. A., Myers-Hansen, J. L., Obeng Amoako, E., Opoku, M., Abuaku, B. K., & Ghansah, A. (2021). Prevalence and risk factors associated with asymptomatic malaria among school children: repeated cross-sectional surveys of school children in two ecological zones in Ghana. BMC Public Health, 21(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12889-021-11714-8

Nurdianto, A. R., Arwati, H., Dachlan, Y. P., & Febiyanti, D. A. (2019). The Relationship of Hemoglobin, Interleukin-10 and Tumor Necrosis Factor Alpha Levels In Asymptomatic Malaria Patients in Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia. Molecular and Cellular Biomedical Sciences, 3(1), 13. https://doi.org/10.21705/mcbs.v3i1.37

Orish, V. N., Lokpo, S. Y., Kwadzokpui, P. K., Safianu, R., Marinkovic, A., Prakash, S., Okorie, C., Izurieta, R., Pandit, R., & Sanyaolu, A. (2024). Association between asymptomatic Plasmodium falciparum malaria infection, anaemia and mean corpuscular volume of school children in the Volta Region of Ghana. European Journal of Microbiology and Immunology. https://doi.org/10.1556/1886.2024.00007

Pava, Z., Burdam, F. H., Handayuni, I., Trianty, L., Utami, R. A. S., Tirta, Y. K., Kenangalem, E., Lampah, D., Kusuma, A., Wirjanata, G., Kho, S., Simpson, J. A., Auburn, S., Douglas, N. M., Noviyanti, R., Anstey, N. M., Poespoprodjo, J. R., Marfurt, J., & Price, R. N. (2016). Submicroscopic and asymptomatic plasmodium parasitaemia associated with significant risk of anaemia in Papua, Indonesia. PLoS ONE, 11(10), 1–17. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0165340

Setianingsih, E., & Sulistyaningrum, E. (2025). The impact of the malaria centre program on malaria incidence in Papua Province. Public Health in Practice, 9(September 2024), 100625. https://doi.org/10.1016/j.puhip.2025.100625

Sofia, R. (2018). Malaria Asimtomatik : Tantangan Dalam Pengendalian Malaria. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh, 85–92. https://ojs.unimal.ac.id/index.php/averrous/article/view/419

Sumbele, I. U. N., Teh, R. N., Nkeudem, G. A., Sandie, S. M., Moyeh, M. N., Shey, R. A., Shintouo, C. M., Ghogomu, S. M., Batiha, G. E. S., Alkazmi, L., & Kimbi, H. K. (2021). Asymptomatic and sub-microscopic Plasmodium falciparum infection in children in the Mount Cameroon area: a cross-sectional study on altitudinal influence, haematological parameters and risk factors. Malaria Journal, 20(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12936-021-03916-7

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles