FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS TAMBELANG
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.49830Keywords:
toddlers, age, nutritional status, immunization, parentingAbstract
Masa batita merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, meliputi aspek emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Gangguan yang terjadi pada masa ini dapat berdampak terhadap sikap dan perilaku anak di masa depan. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi keluarga, pola asuh orang tua, status gizi, serta pemenuhan kebutuhan kesehatan seperti imunisasi. Namun, masih ditemukan batita yang mengalami keterlambatan perkembangan meskipun telah mendapatkan layanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang batita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh batita usia 1–3 tahun sebanyak 823 anak, dengan jumlah sampel 265 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 3 tahun sebanyak 96 anak (36,2%), memiliki status gizi kurang sebanyak 109 anak (41,1%), pola asuh negatif sebanyak 134 anak (50,6%), serta status imunisasi MR/campak pada usia 3 tahun sebanyak 96 anak (36,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya faktor pola asuh yang memiliki hubungan signifikan dengan tumbuh kembang batita berdasarkan KPSP (p = 0,001 < α 0,05). Faktor umur, status gizi, dan status imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua merupakan faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang batita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tambelang.References
Ali, SS (2013). Tinjauan singkat faktor risiko keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak prasekolah di negara berkembang International Journal of Pediatrics and Child Health, 2(4), 99–105.
Bhattacharya, T., Ray, S., & Das, D. K. (2017). Developmental delay among children below two years of age: A cross-sectional study in a community development block of Burdwan District, West Bengal. International Journal of Community Medicine and Public Health, 4(5), 1762–1767. https://doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20171778
Celik, S. B., Şahin, F., Beyazova, U., & Ceyhun, H. (2014). Growth status of children in well-baby outpatient clinics and related factors. Turkish Archives of Pediatrics/Türk Pediatri Arşivi, 49(2), 104–110. https://doi.org/10.5152/tpa.2014.1785
Coelho, R., Ferreira, J. P., Sukiennik, R., & Halpern, R. (2016). Child development in primary care: A surveillance. Jornal de Pediatria (Rio J.), 92(5), 505–511. https://doi.org/10.1016/j.jped.2015.12.006
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2018). Profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018. Yogyakarta: Dinas Kesehatan DIY.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. (2018). Profil kesehatan Kabupaten Bekasi 2018. Sleman: Dinas Kesehatan Sleman.
Fikawati, S., & Syafiq, A. (2017). Gizi anak dan remaja. Depok: Rajagrafindo Persada.
Hidayat, A. A. A. (2005). Pengantar ilmu keperawatan anak I. Jakarta: Salemba Medika.
Hurlock, E. B. (2019). Perkembangan anak (Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2020). Mengenal keterlambatan umum pada anak. Retrieved August 25, 2025, from http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pentingnya pemantauan kesehatan pada masa periode emas balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020a). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020b). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Desri Ajeng Ocvi Haryono, Dede Purnama Alam, Beatrix Elizabeth

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


