FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS TAMBELANG

Authors

  • Desri Ajeng Ocvi Haryono Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Jawa Barat, Indonesia
  • Dede Purnama Alam Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Jawa Barat, Indonesia
  • Beatrix Elizabeth Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.49830

Keywords:

toddlers, age, nutritional status, immunization, parenting

Abstract

Masa batita merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, meliputi aspek emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Gangguan yang terjadi pada masa ini dapat berdampak terhadap sikap dan perilaku anak di masa depan. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi keluarga, pola asuh orang tua, status gizi, serta pemenuhan kebutuhan kesehatan seperti imunisasi. Namun, masih ditemukan batita yang mengalami keterlambatan perkembangan meskipun telah mendapatkan layanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang batita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh batita usia 1–3 tahun sebanyak 823 anak, dengan jumlah sampel 265 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 3 tahun sebanyak 96 anak (36,2%), memiliki status gizi kurang sebanyak 109 anak (41,1%), pola asuh negatif sebanyak 134 anak (50,6%), serta status imunisasi MR/campak pada usia 3 tahun sebanyak 96 anak (36,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya faktor pola asuh yang memiliki hubungan signifikan dengan tumbuh kembang batita berdasarkan KPSP (p = 0,001 < α 0,05). Faktor umur, status gizi, dan status imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua merupakan faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang batita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tambelang.

References

Ali, SS (2013). Tinjauan singkat faktor risiko keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak prasekolah di negara berkembang International Journal of Pediatrics and Child Health, 2(4), 99–105.

Bhattacharya, T., Ray, S., & Das, D. K. (2017). Developmental delay among children below two years of age: A cross-sectional study in a community development block of Burdwan District, West Bengal. International Journal of Community Medicine and Public Health, 4(5), 1762–1767. https://doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20171778

Celik, S. B., Şahin, F., Beyazova, U., & Ceyhun, H. (2014). Growth status of children in well-baby outpatient clinics and related factors. Turkish Archives of Pediatrics/Türk Pediatri Arşivi, 49(2), 104–110. https://doi.org/10.5152/tpa.2014.1785

Coelho, R., Ferreira, J. P., Sukiennik, R., & Halpern, R. (2016). Child development in primary care: A surveillance. Jornal de Pediatria (Rio J.), 92(5), 505–511. https://doi.org/10.1016/j.jped.2015.12.006

Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2018). Profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018. Yogyakarta: Dinas Kesehatan DIY.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. (2018). Profil kesehatan Kabupaten Bekasi 2018. Sleman: Dinas Kesehatan Sleman.

Fikawati, S., & Syafiq, A. (2017). Gizi anak dan remaja. Depok: Rajagrafindo Persada.

Hidayat, A. A. A. (2005). Pengantar ilmu keperawatan anak I. Jakarta: Salemba Medika.

Hurlock, E. B. (2019). Perkembangan anak (Jilid 1). Jakarta: Erlangga.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2020). Mengenal keterlambatan umum pada anak. Retrieved August 25, 2025, from http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pentingnya pemantauan kesehatan pada masa periode emas balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020a). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020b). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Downloads

Published

2025-12-30