HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, POLA MAKAN, DAN KECUKUPAN ENERGI DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49517Keywords:
aktivitas fisik, gizi lebih, kecukupan energi, pola makanAbstract
Status gizi lebih (overweight) terjadi ketika energi yang masuk lebih besar dibandingkan dengan energi yang digunakan tubuh untuk metabolisme dan beraktivitas dalam jangka waktu yang lama. Asupan energi yang tinggi dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan terjadinya gizi lebih pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik, pola makan, dan kecukupan energi dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMA Negeri 4 Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Besar sampel sebanyak 74 siswa dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengisian kuesioner, dan pengukuran antropometri. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44,6% siswa dengan status gizi baik, 45,9% siswa berstatus gizi lebih, dan 9,5% siswa yang tergolong obesitas. Sebagian besar siswa (45,9%) memiliki tingkat kecukupan energi yang lebih dan aktivitas fisik yang ringan. Analisis uji menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p=0,001), pola konsumsi sayur (p=0,001), pola konsumsi snack (p=0,034), pola konsumsi minuman manis (p=0,001), kecukupan energi (p=0,001) dengan status gizi, namun tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan pokok (p=0,858), pola konsumsi lauk pauk (p=0,127), pola konsumsi buah (p=0,652) dengan status gizi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, pola konsumsi sayur, snack, makanan manis, dan kecukupan energi dengan status gizi, serta tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan pokok, lauk pauk, dan buah dengan status gizi siswa.References
Adriani dan Wirjatmadi. (2012). Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Almatsier, S. (2014). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Angrainy, R., Yanti, P. D., & Yuhelmi, D. (2019). Hubungan Mengonsumsi Jajan Dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Di Sdn 42 Pekanbaru. Al-Insyirah Midwifery, 8(1), 45–49.
Apshal, A. F., & Febriyanti, E. (2013). Edukasi Manfaat Mengkonsumsi Buah terhadap Kondisi Obesitas di Lingkungan I Teladan Barat. Jurnal Implementasi Husada, 3(2), 110–115.
Arza, P. A., & Sari, L. N. (2021). Hubungan Konsumsi Sayur Dan Buah Dengan Status Gizi Pada Remaja Di Smp Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 12(2), 136–141.
Badriyah, L., & Pijaryani, I. (2022). Kebiasaan Makan (Eating Habits) dan Sedentary Lifestyle dengan Gizi Lebih pada Remaja pada Saat Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 21(1), 34–38. https://doi.org/10.33221/jikes.v21i1.1521
Blongkod, F. R., & Arpin. (2022). Analysis of Dieting, Intake and Nutritional Status of Bina Mandiri Gorontalo University Students During Pandemic. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 14(2), 177–190.
Devi, N. (2010). Nutrition And Food Gizi Untuk Keluarga. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara.
Dinkes Jawa Timur. (2021). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2020. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 1-73.
Dwiriani, C. M., Rimbawan, Hardinsyah, & Riyadi, H. (2014). Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Gizi Remaja Putri Di Pedesaan Bogor (Fandar, Tantri, & Budi (eds.)). LIPI Press.
Hamzah, Hasrul, & Hafid, A. (2020). Pengaruh Pola Makan Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar Hamzah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 5, 5(2), 70–75.
Hutasoit, E. S. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Obesitas Pada Wus Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru 2019. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 4(1), 25–33. https://doi.org/10.36341/jomis.v4i1.1117
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta : Balitbang Kemenkes RI.
.(2018). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta : Balitbang Kemenkes RI.
Kurdanti, W., Suryani, I., Syamsiatun, N. H., Siwi, L. P., Adityanti, M. M., Mustikaningsih, D., & Sholihah, K. I. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15(1), 179–190.
Kusuma R., F. A., Adliah, F., & Mustari, Y. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dan Waktu Paparan Layar dengan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan pada Mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi, 7(2), 149-163. https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v7i2.263
Lugina, W., Maywati, S., & Neni, N. (2021). Hubungan Aktivitas Fisik, Asupan Energi, Dan Sarapan Pagi Dengan Kejadian Overweight Pada Siswa Sma Tasikmalaya Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(2), 305–313.
Makarimah, A., & Muniroh, L. (2017). Status Gizi Dan Persen Lemak Tubuh Berhubungan Dengan Usia Menarche Anak Sekolah Dasar Di SD Muhammadiyah GKB 1 Gresik. Media Gizi Indonesia, 12(2), 191–198.
Miskiyah, A., & Briawan, D. (2022). Kualitas Diet , Aktivitas Fisik , dan Status Gizi Remaja , Selama Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bogor. Jurnal Gizi Dietetik, 1(1), 8–15.
Mukhlisa, W. N. I., Rahayu, L. S., & Furqan, M. (2018). Asupan Energi Dan Konsumsi Makanan Ringan Berhubungan Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 3(2), 59–66.
Octaviani, P., Izhar, M. D., & Amir, A. (2018). Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Di SD Negeri 47 / IV Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 2(2), 56–66.
Pantaleon, M. G. (2019). Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Remaja Putri Di SMA Negeri Ii Kota Kupang. CHMK Health Journal, 3(3), 69–76.
Parna, N. I., & Yulnefia. (2022). Hubungan Kalori Sarapan Pagi Dengan Status Gizi Mahasiswa Tingkat Pertama Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Abdurrab. Collaborative Medical Journal (CMJ), 5(2), 1–4.
Praditasari, J. A., & Sumarmi, S. (2018). Asupan lemak, aktivitas fisik dan kegemukan pada remaja putri di smp bina insani surabaya. Media Gizi Indonesia, 13(2), 117–122. https://doi.org/10.20473/mgi.v13i2.117
Proverawati, A. & Wati, E. K. (2011). Ilmu Gizi untuk Keperawatan & Gizi Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.
Rachmayani, S. A., Kuswari, M., & Melani, V. (2018). Hubungan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di SMK Ciawi Bogor. Indonesian Journal of Human Nutrition, 5(2), 125–130. https://doi.org/10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.6
Rohmah, M. H., Rohmawati, N., & Sulistiyani, S. (2020). Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Jajan dengan Status Gizi Remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Jember. ILMU GIZI INDONESIA, 04(01), 39–50.
Rokhmah Faizzatur, Muniroh Lailatul, & Nindya Triska S. (2016). Hubungan Tingkat Kecukupan Energi Dan Zat Gizi Makro Dengan Status Gizi Siswi Sma Di Pondok Pesantren Al-Izzah Kota Batu. Media Gizi Indonesia, 11(1), 94–100.
Sartika, R. A. D. (2011). Faktor Risiko Obesitas Pada Anak 5-15 Tahun Di Indonesia. MAKARA, KESEHATAN, 15(1), 37–43.
Simbolon, D., Tafrieani, W., & Dahrizal, D. (2018). Edukasi Gizi dan Perubahan Berat Badan Remaja Overweight dan Obesitas. Jurnal Kesehatan, 9(2), 289-294. https://doi.org/10.26630/jk.v9i2.841
Siregar, M. H. (2023). Scoping Review : Pengaruh Garden-Based Intervention Terhadap Konsumsi Sayur Siswa Sekolah Dasar. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science, 4(1), 28–36. https://doi.org/10.24853/mjnf.4.1.28-36
Sumael, Z. M., Paturusi, A., & Telew, A. (2020). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas di puskesmas pangolombian. Jurnal Kesehatan Masyarakat UNIMA, 01(04), 30–36.
Tobelo, C. D., Malonda, N. S. H., & Amisi, M. D. (2021). Gambaran Pola Makan pada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Selama Pandemi COVID-19. Jurnal KESMAS, 10(2), 58–64.
Utami, H. D., Kamsiah, & Siregar, A. (2020). Hubungan Pola Makan , Tingkat Kecukupan Energi , dan Protein dengan Status Gizi pada Remaja. Jurnal Kesehatan, 11(2), 279–286.
Wansyaputri, R. R., Ekawaty, F., & Nurlinawati, N. (2021). Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Pada Anak Usia Sekolah Dasar di SDN 49/IV Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 1(2), 103–112. https://doi.org/10.22437/jini.v1i2.15442
Whitney, E. N., Rolfes, S. R., Crowe, T., & Walsh, A. (2019). Understanding nutrition (4th ed.). South Melbourne, Vic. Cengage Learning.
Widiyatmoko, fajar A., & Hadi, H. (2018). Tingkat Aktivitas Fisik Siswa Di Kota Semarang. Jurnal Sport Area, 3(2), 140–147. https://doi.org/10.25299/sportarea.2018.vol3(2).2245
World Health Organization . (2024, June 26). Physical activity. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
Youn, S., Woo, H. D., Cho, Y. A., Shin, A., Chang, N., & Kim, J. (2012). Association between dietary carbohydrate, glycemic index, glycemic load, and the prevalence of obesity in Korean men and women. Nutrition Research, 32(3), 153–159. https://doi.org/10.1016/j.nutres.2011.12.009
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Khoirun Nisa, Rachma Kurnia Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


