PENGARUH SELF AWARENESS, DUKUNGAN GURU DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 58 SURABAYA

Authors

  • Hasmita Hasmita Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49399

Keywords:

Self awareness, Dukungan guru, Dukungan teman sebaya, Kepatuhan, Mengkonsumsi TTD

Abstract

Abstrak Anemia merupakan masalah kesehatan penting pada remaja putri di Indonesia dengan prevalensi 32% (Riskesdas 2018). Pemerintah mengimplementasikan program pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah, namun pemenuhan konsumsi masih rendah, hanya 1,4% sesuai data Dinas Kesehatan Surabaya 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-awareness, dukungan guru, dan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi TTD pada siswi SMPN 58 Surabaya. Metode survei cross-sectional dengan purposive sampling dilakukan pada siswi kelas VII yang menerima TTD minimal tiga bulan. Analisis chi-square dan regresi logistik berganda menunjukkan self-awareness sebagai variabel signifikan (p=0,018, OR=0,364) dan faktor dominan yang mempengaruhi terpenuhinya konsumsi TTD. Remaja dengan self-awareness cukup baik memiliki peluang mencapai 0,364 kali dibandingkan yang baik. Peningkatan kesadaran diri diperlukan melalui kolaborasi antara guru, teman sebaya, orang tua, dan tenaga kesehatan guna mengurangi risiko anemia. Kata Kunci: self-awareness, dukungan guru, dukungan teman sebaya, kepatuhan mengkonsumsi TTD                                                  Abstract Anemia is a significant health issue among adolescent girls in Indonesia, with a prevalence of 32% (Riskesdas 2018). The government has implemented a program providing iron supplement tablets (TTD) at schools, but adherence remains low; only 1.4% comply according to Surabaya Health Office data in 2022. This study aims to analyze the relationship between self-awareness, teacher support, and peer support with adherence to TTD consumption among seventh-grade students at SMPN 58 Surabaya. A cross-sectional survey using purposive sampling was conducted on students who had received TTD for at least three months. Chi-square and logistic regression analyses showed self-awareness as a significant variable (p=0.018, OR=0.364) and the dominant factor influencing TTD adherence. Adolescents with moderate self-awareness have 0.364 times the likelihood of adherence compared to those with good self-awareness. Enhancing self-awareness through collaboration among teachers, peers, parents, and health workers is necessary to reduce anemia risk. Keywords: self-awareness, teacher support, peer support, adherence, consumption iron tablets (TTD)

References

DAFTAR PUSTAKA

Aisah, S. (2022). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada remaja putri berbasis Precede-Proceed Model. Repository, Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id. [diakses pada 14 Desember 2024].

Agustini, N. K. T., & Diyu, I. A. N. P. (2019). Akseptabilitas dan pemanfaatan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling-Remaja) siswa SMA di Kota Denpasar. Bali Health Published Journal, 1(2), 106–114. https://doi.org/10.47859/bhpj.v1i2.107. [diakses pada 14 Desember 2024].

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 79–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T. [diakses pada 14 Desember 2024].

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall. [diakses pada 10 Mei 2025].

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2020). Laporan Tahunan Kesehatan Remaja. https://dinkes.jatimprov.go.id. [diakses pada 15 Desember 2024].

Fadilah, N., & Hidayati, S. (2023). Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Remaja Putri dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah di Kota Bandung. Jurnal IKESMA. [diakses pada 15 Desember].

Gainau, R. (2021). Perkembangan Remaja dan Tantangan Emosional. Jakarta: Mitra Cendekia Media.. .[diakses pada 20 Desember 2024].

Goleman, D. (2001). Emotional Intelligence: Kecerdasan emosional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. [diakses 16 Desember 2024].

Ghozali, I. (2005). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. [diakses 18 Desember 2024].

Ghozali, I. (2018). Model persamaan struktural: Konsep dan aplikasi dengan program AMOS 24.0. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. [diakses 20 Desember 2024].

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (1991). Health promotion planning: An educational and environmental approach (2nd ed.). Mayfield Publishing Company.

Harahap, D. A., & Dewi, P. R. (2021). Peran guru dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMA. Jurnal Gizi dan Kesehatan Remaja, 4(2), 112–119. [diakses 20 Desember 2024].

Hidayati, R., et al. (2023). Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah remaja putri di SMAN 4 Tana Toraja. Jurnal Ilmu Kesehatan.[diakes 20 Desember 2024].

Hilmiati. (2024). Hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan teman sebaya dengan konsumsi tablet tambah darah. Repository UIN Suska Riau. https://repository.uin-suska.ac.id. [diakses 5 Januari 2025].

Hurlock, E. B. (2020). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (ed. 5). Jakarta: Erlangga. [diakses 5 Januari 2025].

Holistik (2023). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada Remaja Putri. Jurnal Holistik. [diakses 5 Januari 2025].

Ilham, A., et al. (2023). Dukungan teman sebaya berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah. Window of Public Health Journal. [diakses 7 Januari 2025].

Karim, Z. K. (2023). Self-awareness dan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri.

Repository Universitas Negeri Semarang. https://lib.unnes.ac.id. [diakses 24 April 2025]’

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. https://www.kemkes.go.id. [diakses 11 Januari 2025].

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. https://www.kemkes.go.id. [diakses 15 Januari 2025].

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA. [diakses 16 januari 2025].

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019.https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil- kesehatan- indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2019.pdf. [diakses 04 maret 2025].

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Situasi Balita Pendek (Stunting) DiIndonesia.https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/info datin-stunting-2021. [diakses 09 maret 2025].

Kusuma, A. W., & Wulandari, S. (2020). Hubungan self-awareness dengan kepatuhan konsumsi obat pada remaja penderita anemia. Jurnal Psikologi Kesehatan, 8(1), 45–52. [diakses 08 maret 2025].

Nafi’atuzzakiyah, U. (2021). Hubungan frekuensi ANC, kepatuhan konsumsi tablet Fe, dan pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia. Repository, Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id. [diakses 08 maret 2025].

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta. [diakses 20 April 2025].

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta. Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis. Salemba Medika. [diakses 15 maret 2025].

Nugraha, G. (2023). Memahami anemia secara mendasar. BRIN Press. https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/view/906/832/19454. [diakses 27 maret 2025].

Nurafiaturohmah, S., et al. (2024). Pengaruh self-awareness, peran bidan dan peran teman sebaya terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Malahayati NursingJournal.https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/article/view/. [diakses 17 maret 2025].

Ramadani, A., & Lestari, I. (2022). Peran self-awareness dalam pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 233–240. https://doi.org/10.xxxx/jkmi.v17i3.233. [diakses 20 maret 2025].

Riskesdas. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riskesdas/ [diakses 20 maret 2025].

Rodhiyana, R., & Anisah, N. (2021). Hubungan antara Self Awareness dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri. Jurnal KesehatanReproduksi, 5(2), 77-83.https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/jkr/article/view/14625. [diakses 24 maret 2025].

Saputri, R. A. (2024). Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Tablet Tambah Darahpada Remaja Putri. Jurnal Manajemen Ilmu Kesehatan. [diakses 28 maret 2025].

Septina, M. (2017). Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri. Repository Poltekkes Kemenkes. http://repo.poltekkesjogja.ac.id/3427/ [diakses 25 maret 2025].

Setiawan, R., & Fitriani, N. (2020). Pengaruh dukungan teman sebaya terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMK di Bandung. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 103–109. https://doi.org/10 jpki.v15i2.103. [diakses 28 maret 2025].

Sukarni, N., & Wahyu, R. (2015). Masa Remaja dan Tantangannya. Malang: UMM Press. https://eprints.poltekkesjogja.ac.id/3557/4/chapter%202.pdf.[diakses 24 April 2025].

SMA Negeri 1 Ternate (2024). Faktor yang Berpengaruh terhadap Kepatuhan Remaja Putri dalam Mengonsumsi Tablet Tambah Darah. Jurnal Universitas Pahlawan. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/download/[diakses 25 April 2025].

Tanfadiah. (2021). Pengaruh dukungan guru terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Repositry Universitas Airlangga. (dikutip dalam Nadia Nurul Izzati, 2025). [diakses 03 April 2025].

Ulfa Nafi’atuzzakiyah. (2021). Hubungan karakteristik ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Repository, Universitas Islam Negeri. https://repository.uin.ac.id. [diakses 07 April 2025].

Utami, W., Safitri, D. A., & Hanifah, R. (2019). Pengaruh dukungan guru terhadap perilaku konsumsi tablet tambah darah di kalangan remaja putri. Jurnal IlmuKesehatan Masyarakat,10(1),88–95. https://doi.org/10.xxxx/jikm.v10i1.88. [diakses 17 April 2025].

Wahyuningsih, R. (2016). Anemia pada Remaja Putri dan Pencegahannya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 120–127. [diakses 10 April 2025].

World Health Organization. (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis ofanaemia and assessment of severity. https://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin.pdf. [diakses 8 Mei 2025].

Zalni, R. (2023). Menarche: Tinjauan Psikologis dan Fisiologis. Jurnal Kesehatan Remaja, 5(1), 45-53. Jurnal Peduli Masyarakat, Volume 5 No 1, Maret 2023: https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/downloa d/1486/1221/. [diakses 10 Mei 2025].

Downloads

Published

2025-09-16