STUDI DESKRIPTIF PERFORMA KETERAMPILAN KLINIS MAHASISWA PRODI PROFESI DOKTER

Authors

  • Afifah Kholifatun Abroroh S1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Romadhoni Romadhoni S1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Andra Novitasari S1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49193

Keywords:

keterampilan klinis, OSCE, profesi dokter, try out

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis Skor Try out Osce Komprehensif Tahap Profesi Dokter. Desain penelitian ini adalah analitik deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Seluruh mahasiswa prodi profesi dokter Universitas Muhammadiyah Semarang yang mengikuti try out OSCE periode April 2022 sampai dengan Agustus 2023 sesuai kriteria inklusi dengan menggunakan total sampling digunakan sebagai populasi penelitian ini. Instrumen yang digunakan berupa data sekunder yaitu hasil nilai akhir penilaian stase oleh dosen penguji. Hasil dari 99 sampel penelitian data stase dengan nilai tertinggi stase saraf pada anamnesis (2,51+0,774), psikiatri pada anamnesis (2,78+0,418), respirasi pada anamnesis (2,79+0,435), kardiovaskuler tertinggi anamnesis (2,78+0,442), gastro pada anamnesis (2,73+0,511), urologi pada anamnesis (2,68+0,470), reproduksi pada anamnesis (2,29+0,539), endokrin pada anamnesis (2,33+0,639), hematoimun pada pemeriksaan fisik (2,47+0,595), muskuloskeletal pada komunikasi pasien (2,43+0,556), dan integument pada anamnesis (2,64+0,483). Adapun nilai terendah stase saraf pada tatalaksana awal (0,81+0,922), psikiatri pada diagnosis (1,39+0,806), indra pada pemeriksaan fisik (0,37+0,803), respirasi pada tatalaksana (1,66+0,518), kardiovaskuler pada diagnosis (1,77+1,096), gastro pada edukasi (1,80+0,404), urologi pada pemeriksaan fisik (0,25+0,787), reproduksi pada komunikasi (1,67+0,474), endokrin pada tatalaksana (0,23+0,712), hematoimun pada komunikasi (1,85+0,734), muskuloskeletal pada anamnesis (2,02+0,377), dan integument pada komunikasi pasien (1,86+0,378).  

References

Abdul RH, Permatasari RC, Sari MI, Oktaria D, Kedokteran F, Lampung U, et al. Clinical Teaching Effectiveness. 2021;10:638–43.

Irma Suswati R. Jurnal Saintika Medika Validitas Prediktif Hasil Belajar Mahasiswa Kedokteran dengan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter ( UKMPPD ) dalam satu tahun dilakukan sebanyak 4 periode dengan jumlah pes. 2019;15(1).

Larasati TA. Komunikasi Dokter-Pasien Berfokus Pasien pada Pelayanan Kesehatan Primer. Patient Centered Commun pada Pelayanan Kesehat Prim JK Unila . 2019;3(1):160–6.

Megawati YS, Hartono, Randhita ABT. Adaptasi Mahasiswa Kedokteran: Bagaimana Hubungan Efikasi Diri dan Lingkungan Pendidikan Terhadap Hasil Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Nexus Pendidik Kedokt Kesehat. 2017;6(1):46–58.

Mutiara Jasmine D, Oktaria D. Perbedaan Keterampilan Komunikasi Antara Mahasiswa Preklinik dan Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Univ Lampung Major. 2019;9(1):293–300

Novitarum D. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Kecemasan Mahasiswa Menghadapi Osce. J Mutiara Ners. 2018;Vol. 1(1):11–8.

Piumatti G, Cerutti B, Perron NJ. Assessing communication skills during OSCE: need for integrated psychometric approaches. BMC Med Educ. 2021;21(1):1–10.

Pugh NE, Hadjistavropoulos HD, Dirkse D. A Randomised Controlled Trial of Therapist- Assisted , Internet-Delivered Cognitive Behavior Therapy for Women with Maternal Depression. 2016;1–13.

Rahayu. Large-scale multi-site OSCEs for national competency examination of medical doctors in Indonesia. 2016.

RI M. Menristekdikti RI, 2016. Peratur Menteri Riset, Teknol Dan Pendidik Tinggi Republik Indones Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Sertifikat Profesi Dr Atau Dr Gigi. 2016;151(2):10–7.

Vleuten CPM Van Der, Schuwirth LWT. Assessment in the context of problem-based learning. 2019;(October):903–14.

World Health Organization. (2023). World Health Statistics 2023: Monitoring Health For The Sdgs, Sustainable Development Goals. WHO.

Wulandari, Rahayu, F., Darmawansyah, & Akbar, H. (2023). Multifaset Determinan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 413–422. https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/233

Wulandari, S., Ayati Khasanah, N., & Edni Wari, F. (2025). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Minggir Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Medica Majapahit (Jurnal Ilmiah Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit), 17(1), 1–5. https://doi.org/10.55316/MM.V17I1.1119

Downloads

Published

2025-09-17