TATALAKSANA PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN HIV AIDS DENGAN TOXOPLASMA CEREBRI
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49154Keywords:
asupan makan, HIV/AIDS, PAGT, toxoplasma cerebriAbstract
Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) merupakan komponen krusial dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien, terutama dengan menyesuaikan asupan makanan berdasarkan kondisi medis mereka. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala akibat infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Salah satu infeksi oportunistik serius pada pasien AIDS adalah toksoplasmosis serebri, yang menyerang sistem saraf pusat. Infeksi ini juga dapat menyebar dan merusak organ lain seperti paru-paru, mata, otot rangka, dan saluran pencernaan. Penelitian dilakukan sebagai penggambaran manajemen nutrisi pasien HIV/AIDS dengan komplikasi toksoplasmosis serebral. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Fokus penelitian ini adalah penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien rawat inap di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Subjek dipilih secara purposif: seorang pasien perempuan berusia 31 tahun dengan diagnosis B20, toksoplasmosis serebral, epilepsi, penurunan kesadaran, dugaan tuberkulosis, dan pneumonia. Hasil penelitian ini menunjukkan asuhan gizi pasien mengalami malnutrisi. Selama proses observasi dan evaluasi, asupan makanan, data antropometri, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis masih di bawah standar normal. Penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) dengan intervensi diet TETP pada pasien belum menunjukkan perbaikan signifikan baik pada parameter biokimia, kondisi fisik dan klinis, maupun kecukupan gizi.References
Adiningsih, S., Widiyanti, M., Imunologi, L., Penelitian, B., Pengembangan, D., Papua, B., & Penelitian, A. (2018). Risk of Malnutrition on CD4+ Level of People Living with HIV/AIDS Receiving Antiretroviral Therapy in Mimika. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(1), 41–46.
Andiani, Supriyatni, N., & Rahayu, A. (2020). Penyuluhan Kesehatan Tentang Gizi Seimbang Kepada Orang Dewasa Pada Komunitas Peduli Hiv Aids Kota Ternate Tahun 2019. Jurnal Pengabdian, 2(2), 80–83. https://journal.ummat.ac.id/index.php/JSPU/article/view/2282
Emiliana, Dhesa, D. B., & Mayangsari, R. (2021). Analisis Pelaksanaan Pelayanan Gizi Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah Karya Kesehatan, 2(1), 22. https://stikesks-kendari.e-journal.id/jikk
Kurniawati, D. N., Iqbal, M., Septiana, A. S., Ciptaningrum, D. S., Sholihah, L., & Retanubun, Y. T. (2021). Critical Medical And Surgical Principles of Providing Nutrition to People Living with HIV / AIDS : A. Critical Medical and Surgical Nursing Journal, 10(2), 61–64.
Kurniawati, N. D., Sutianingsih, & Budiyanto, I. (2022). Konseling Nutrisi Untuk Meningkatkan Pemenuhan Nutrisi. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.
Nanda, E. (2023). Analisis Sistem Penyelenggaraaan Makanan Di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Kota Tangerang. Jurnal Mitra Kesehatan, 5(2), 86–99. https://doi.org/10.47522/jmk.v5i2.178
National HIV Curiculum. (2001). Adverse Effects of Antiretroviral Therapy. Infectious Diseases in Clinical Practice, 10(1), 69–70. https://doi.org/10.1097/00019048-200101000-00030
Nurul Annisa Sam, Sumarni, M. Sabir, N. S. (2023). Pneumonia : Laporan Kasus. Jurnal Medical Profession, 5.
Portilla-Tamarit, I., Rubio-Aparicio, M., Fuster-RuizdeApodaca, M. J., Portilla-Tamarit, J., Reus, S., & Portilla, J. (2024). Health-Related Quality of Life in People with Advanced HIV Disease, from 1996 to 2021: Systematic Review and Meta-analysis. AIDS and Behavior, 28(6), 1978–1998. https://doi.org/10.1007/s10461-024-04298-y
Purnamasari, D. (2022). Case Report Laporan kasus toksoplasmosis serebri pada infeksi human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS). Intisari Sains Medis | Intisari Sains Medis, 13(1), 371–376. https://doi.org/10.15562/ism.v13i1.1235
Rezazadeh, L., Ostadrahimi, A., Tutunchi, H., Naemi Kermanshahi, M., & Pourmoradian, S. (2023). Nutrition interventions to address nutritional problems in HIV-positive patients: translating knowledge into practice. Journal of Health, Population and Nutrition, 42(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s41043-023-00440-z
Saputri, I., Damayanti, N., & Abdullah, S. (2021). Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids Di Sma Negeri 4 Palu. Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan, 3(3), 109–116. https://doi.org/10.31970/ma.v3i3.86
Sidjabat, F. N., Triatmaja, N. T., & Bevi, A. (2021). Status Gizi, Aktivitas Fisik, Persepsi Manfaat, Dan Hambatan Pemenuhan Asupan Gizi Orang Dengan Hiv/Aids. Gizi Indonesia, 44(1), 41–54. https://doi.org/10.36457/gizindo.v44i1.556
WHO. (2021). Nutritional Care and Support for People Living with HIV/AIDS. 17, 302.
Wijaya I Made Kusuma. (2013). Infeksi Hiv (Human Immunodeficiency Virus) Pada Penderita Tuberkulosis. Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA III Tahun, 295–303. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/2721
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 efina amanda, Evita Rosida Wulandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


