FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENAIKAN KASUS KEMATIAN BAYI DI RSUD SEJIRAN SETASON TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49018Keywords:
ANC, Asfiksia, BBLR, Kasus Kematian BayiAbstract
Kasus kematian bayi, yang diukur melalui angka kematian bayi, merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat dan keberhasilan program pembangunan kesehatan. Upaya untuk mencegah kematian bayi dapat dilakukan melalui pemantauan kehamilan yang baik, pemeriksaan antenatal (ANC) yang optimal, serta deteksi dini terhadap risiko seperti bayi berat lahir rendah (BBLR) dan asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan kasus kematian bayi di RSUD Sejiran Setason tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Sejiran Setason selama satu tahun terakhir. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 29 ibu pada kelompok kasus (bayi yang meninggal) dan 116 ibu pada kelompok kontrol (bayi lahir hidup). Data didapatkan dari data rekam medis rumah sakit yang disesuaikan dengan ceklist. analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara BBLR (p = 0,000), asfiksia (p = 0,000) dan kunjungan ANC (p = 0,000) dengan kejadian kematian bayi, sedangkan usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang bermakna (p > 0,05). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa BBLR, asfiksia, dan kunjungan ANC berhubungan dengan kematian bayi. Oleh karena itu, disarankan agar instansi kesehatan meningkatkan pelayanan ANC, memberikan edukasi kepada ibu hamil, serta melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mencakup populasi yang lebih luas dengan variabel yang lebih mendalam.References
Abdullah, A., Hort, K., Butu, Y., & Simpson, L. (2016). Risk factors associated with neonatal deaths: A matched case-control study in Indonesia. Global Health Action, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.3402/gha.v9.30445
Andegiorgish, A. K., Andemariam, M., Temesghen, S., Ogbai, L., Ogbe, Z., & Zeng, L. (2020). Neonatal mortality and associated factors in the specialized neonatal care unit Asmara, Eritrea. BMC Public Health, 20(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12889-019-8118-x
Anjani, S. R., Widyaningsih, T. S., & Rohana, N. (2023). Peran Air Susu Ibu untuk Mengurangi Derajat Ikterik pada Bayi Hiperbilirubinemia Fisiologis di Ruang Peristi RSI Sultan Agung Semarang. Jurnal Persada Husada Indonesia, 10(36), 69–78. https://doi.org/10.56014/jphi.v10i36.364
Astria, N. K. R., & Windasari, M. A. C. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian neonatus di RSUD Sanjiwani Gianyar. Intisari Sains Medis, 12(2), 468–472. https://doi.org/10.15562/ism.v12i2.1065
Azizah, I., & Oktiaworo, K. H. (2017). Kematian Neonatal di Kabupaten Grobogan. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(4), 72–85. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia
Badan Pusat Statistik. (2020). Mortalitas Di Indonesia. Mortalitas Di Indonesia Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020, 1–98.
Garcia, L. P., Fernandes, C. M., & Traebert, J. (2019). Risk factors for neonatal death in the capital city with the lowest infant mortality rate in Brazil. Jornal de Pediatria, 95(2), 194–200. https://doi.org/10.1016/j.jped.2017.12.007
Husada, P. Y., & Yuniasih, A. F. (2022). Analisis Spasial Angka Kematian Neonatal di Pulau Jawa Tahun 2020. Seminar Nasional Official Statistics, 2022(1), 207–216. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1273
Istiqomah, D., & Saputri, N. (2019). Pendidikan Kesehatan Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Sebagai Upaya Pencegahan Morbiditas dan Mortalitas pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik, 2(1), 23–26. https://doi.org/10.24853/jpmt.2.1.23-26
Ke.me.ntrian Ke.se.hatan. (2019). Re.ncana Aksi Nasional 2016-2019. 1091.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu Edisi Ketiga. In Kemenkes RI (Vol. 1, Issue 2). https://doi.org/10.7146/qhc.v1i2.130396
Kemenkes RI. (2021). Buku Saku Merencanakan Kehamilan Sehat. In Kementrian Kesehatan RI.
Kementrian Kesehatan. (2016). Profil Kesehatan.
Kurniawan, R., & Melaniani, S. (2019). Hubungan Paritas, Penolong Persalinan dan Jarak Kehamilan dengan Angka Kematian Bayi di Jawa Timur. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 7(2), 113. https://doi.org/10.20473/jbk.v7i2.2018.113-121
Lengkong, G. T., Langi, F. L. F. ., & Posangi, J.-. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kematian Bayi di Indonesia. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 9(4), 41–47. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/29482
Mogi, I. R. O., & Anggraeni, L. D. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Bayi di RSUD Ende. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(1), 7–13. https://doi.org/10.14710/jpki.16.1.7-13
Nufra, Y. A. and Ananda, S. (2021) ‘faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di rsud fauziah bireuen tahun 2021’, journal of healthcare technology and medicine, 7(2), pp. 661–672. available at: http://www.jurnal.uui.ac.id/index.php/jhtm/article/view/1579.
Ramadhan, M. G., Yuliana, T., Ramadhan, M. G., Karima, U. Q., & Yuliana, T. (2023). Faktor-Faktor Terjadinya Kematian Neonatal di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 3(2). https://doi.org/10.7454/bikfokes.v3i2.1042
Reyesa, J. C. L., Ramírez, R. O. P., Ramosa, L. L., Ruiz, L. M. G., Vázquez, E. A. B., & Patinõ, V. R. (2018). Neonatal mortality and associated factors in newborn infants admitted to a Neonatal Care Unit. Archivos Argentinos de Pediatria, 116(1), 42–48. https://doi.org/10.5546/aap2018.eng.42
Tarigan, D. F. P. (2017). Faktor Kelengkapan Kunjungan Antenatal Care Di Puskesmas Sei Kepayang Kabupaten Asahan Tahun 2017. Mahakam Midwifery Journal, 2(2), 105–121.
World He.alth Organization. (2021). The. World He.alth Organization: Global Kidne.y Dise.ase. Re.port.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Riskia Farasyfa Putri, Megawati Megawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


