PERBANDINGAN KANDUNGAN TANIN ANTARA SINGKONG MENTAH DAN BERAS SINGKONG (RASI): IMPLIKASI TERHADAP KEAMANAN DAN NILAI GIZI PANGAN LOKAL

Authors

  • Siti Athqiassalma Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Halim Sanusi Bandung
  • Reina Yulianti Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Halim Sanusi Bandung
  • Agus Widana Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Halim Sanusi Bandung
  • Dinah Nabila Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Halim Sanusi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.48992

Keywords:

antinutrien, beras singkong, HCN, keamanan pangan, singkong

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) merupakan sumber karbohidrat yang melimpah dan menjadi salah satu pangan lokal utama di Indonesia. Namun, penggunaannya dalam konsumsi luas sering dibatasi oleh kandungan senyawa antinutrien seperti tanin dan HCN (hidrogen sianida) yang berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Salah satu bentuk olahan singkong adalah beras singkong (rasi), yang dibuat tanpa fermentasi dan secara tradisional digunakan sebagai alternatif nasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan HCN antara singkong mentah dan rasi, sebagai indikator potensi penurunan antinutrien melalui proses pengolahan sederhana. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari singkong mentah (kontrol) dan rasi hasil pengolahan tanpa fermentasi, masing-masing dengan berat bahan 1 g, 2 g, dan 3 g. Pengujian kandungan HCN dilakukan menggunakan metode spektrofotometri, dan setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar HCN pada singkong mentah sebesar 0,86 ppm, sedangkan pada rasi terjadi penurunan bertahap menjadi 0,76 ppm (1 g), 0,38 ppm (2 g), dan 0,16 ppm (3 g). Penurunan ini menunjukkan bahwa proses pengolahan non-fermentatif cukup efektif dalam mereduksi antinutrien yang berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulan dari penelitian ini adalah bahwa rasi dapat menjadi pangan lokal alternatif yang lebih aman dan berpotensi memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan singkong mentah. Pengembangan rasi sangat penting dalam mendukung upaya diversifikasi pangan yang aman dan bergizi di tingkat rumah tangga maupun industri kecil.

References

Amalia, K., Suryani, Y., & Sa’adah, S. (2021). Fermentasi limbah padat pengolahan bioetanol singkong oleh Aspergillus niger terhadap perubahan kandungan nutrisi. Jurnal ISTEK, 15(2), 112–118. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/istek/article/view/261

Amelia Cahyani, A. (2024). Proses pengolahan terhadap penurunan kadar asam sianida (HCN) pada daun singkong. Poltekkes Makassar Repository. https://repository.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2107

Asiah, M., Mulkiya, & Syafnir. (2019). Kandungan fitokimia kulit singkong. Generics, 8(1), 33–38. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/generics/article/view/20064

Astuti, R., Hendriyani, H., & Isnawati, M. (2022). Penambahan kelapa dan kacang tolo terhadap nilai indeks glikemik singkong. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(1), 11–18. https://doi.org/10.22146/jgki.18372

Badan Pusat Statistik. (2023). Produksi singkong nasional tahun 2023. https://www.bps.go.id

Budiarti, S., & Lestari, D. (2021). Pengaruh pengolahan singkong terhadap kandungan gizi dan mutu sensorik produk olahan tradisional. Jurnal Pangan Lokal, 9(2), 45–53.

Devinasari, O. A., Agustin, W. F., & Billah, M. (2022). Ekstraksi sianida dari kulit singkong dengan metode rotating extractor. ChemPro, 3(2), 15–19. https://doi.org/10.33005/chempro.v3i2.268

Fadlilah, H. (2021). Pengaruh jenis air rendaman pada singkong terhadap penurunan kadar asam sianida (HCN). Jurnal Sainmatika, 18(2), 122–130. https://repo.poltekkes-surabaya.ac.id/6056/

Fitriana, F., & Isnawati, M. (2021). Kandungan tanin dan protein kasar singkong rebus. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 13(1), 45–51.

Komalasari, D., Rahman, A., & Mustika, R. (2023). Reduksi antinutrien HCN dan tanin pada pengolahan umbi lokal. Jurnal Bioteknologi Tropis, 6(2), 112–120.

Komarudin, D., Safa’at, F. A., Latifa, A. Z., Hidayanti, E., Rosmayni, R. D., & Supriyono, S. (2024). Peranan singkong sebagai makanan pokok di Kampung Adat Cirendeu. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 1422–1431. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/22548

Mahfuzah, N., Hasanuddin, H., & Auliya, R. (2023). Jenis air rendaman pada singkong terhadap kadar HCN. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 15–22.

Muawanah, M., Anshar, M., & Lisaholet, M. (2020). Perbandingan kadar sianida sebelum dan sesudah pengolahan pada singkong. Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan, 5(1), 1–4. ISSN 2540-7910.

Mutia, N., Nurlina, H., & Rasyid, R. (2021). Uji daya hambat ekstrak etanol daun singkong terhadap Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology, 1(1), 45–52. https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/507

Nurhayati, E., Pratiwi, F., & Rahmawati, I. (2022). Pengaruh variasi perendaman terhadap kadar HCN pada keripik kulit singkong. Symbiotic: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 4(2), 55–61. https://ojs.poltekkes-smg.ac.id/index.php/symbiotic/article/view/206

Rachmawati, W., Yuliantini, A., & Saeful, A. K. (2021). Pengaruh pengolahan terhadap kandungan rutin pada daun singkong (Manihot esculenta). Journal of Food and Gastronomy, 2(1), 21–29.

Raubun, K. (2024). Analisis kadar sianida terhadap pengaruh waktu perendaman dan hasil pengolahan dari singkong di Desa Ohoibadar. (Skripsi, Universitas Setia Budi). https://repo.setiabudi.ac.id/6249/

Simbolon, N., Pujaningsih, R. I., & Mukodiningsih, S. (2016). Pengaruh berbagai pengolahan kulit singkong terhadap kecernaan bahan kering dan kadar HCN. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(1), 58–65. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2016.026.01.9

Sulastri, N., Hidayat, R., & Kurniawan, B. (2015). Model sistem dinamik ketersediaan singkong bagi industri tape. Jurnal Agroteknologi, 9(2), 78–85. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAGT/article/view/1860

Suryapratama, W., & Rahayu, S. (2020). Pengembangan pangan fungsional berbasis singkong sebagai upaya diversifikasi pangan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Vokasi Pertanian, 5, 54–59.

Tabloid Sinar Tani. (2021). Rasi beras singkong, tinggi kandungan gizi. Tabloid Sinar Tani. https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/pangan/17862-Rasi-Beras-Singkong-Tinggi-Kandungan-Gizi

Widiastuti, N., Hidayati, R., & Ramadhani, T. (2019). Effect of boiled cassava leaves on bioactive profile. Current Biochemistry Journal, 6(2), 88–95.

Widyasanti, A. (2019). Pengaruh suhu pengeringan dan proses blansing terhadap mutu tepung daun singkong. Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.32585/ags.v3i1.552

Yuniarti, A., Rahayu, S., & Lestari, N. (2023). Analisis kandungan asam fitat & tanin pada beras analog berbasis bahan lokal. AMNT Journal, 2(2), 33–41.

Downloads

Published

2025-09-27