HUBUNGAN SELF CONTROL PERAWAT DENGAN PERSEPSI PERAWAT TERHADAP KEPATUHAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH

Authors

  • Asti Yuliana Program Studi Ilmu Keperawatan, Institut Tarumanagara
  • Maria Susila Sumartiningsih Program Studi Ilmu Keperawatan, Institut Tarumanagara
  • Roza Indra Yeni
  • Rima Berlian Putri Program Studi Ilmu Keperawatan, Institut Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.48901

Keywords:

self-control, perception, patient safety, nurses, compliance

Abstract

Patient safety merupakan indikator utama mutu pelayanan keperawatan dan menjadi fokus penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien memiliki peran strategis dalam pelaksanaan budaya keselamatan pasien. Namun, tingginya beban kerja dan stres kerja dapat memengaruhi kemampuan perawat dalam mengendalikan emosi dan perilaku, sehingga berdampak pada persepsi dan kepatuhan terhadap pelaksanaan patient safety. Salah satu faktor internal yang diduga berperan adalah self-control perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-control perawat dengan persepsi perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 perawat yang bekerja di ruang rawat inap dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner Brief Self-Control Scale (BSCS) untuk mengukur tingkat self-control dan kuesioner persepsi pelaksanaan patient safety. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat self-control tinggi (64,6%) dan mayoritas perawat memiliki persepsi positif terhadap kepatuhan pelaksanaan patient safety (89%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-control perawat dan persepsi kepatuhan pelaksanaan patient safety (p = 0,001) dengan nilai odds ratio sebesar 8,286. Dapat disimpulkan bahwa perawat dengan self-control tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk memiliki persepsi kepatuhan yang baik terhadap pelaksanaan patient safety. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan yang berfokus pada penguatan self-control perawat sebagai bagian dari strategi peningkatan budaya keselamatan pasien.

References

Asmawati. (2022). Hubungan Self Control dengan Kepatuhan Keselamatan Pasien. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), 100–108.

Efitra, D., & Reflita, Y. (2021). Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 8(1), 65–71.

Fitriani, L., & Herlina, H. (2022). Supervisi Kepala Ruangan dan Kepatuhan Perawat. Jurnal Keperawatan Profesional, 10(2), 55–63.

Indrawati, A., Rahmawati, Y., & Nasution, I. (2023). Pengaruh Dukungan Institusi Terhadap Penerapan Patient Safety. Jurnal Keperawatan dan Keselamatan Pasien, 12(1), 44–52.

Nuraini, S. (2021). Self-Control dalam Praktik Keperawatan. Jurnal Keperawatan Terapan, 7(1), 34–40.

Purnomo, W., & Afiyanti, Y. (2021). Persepsi Perawat dan Kepatuhan Keselamatan Pasien. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(1), 34–42.

Rahayu, N., Sari, I., & Putri, H. (2022). Pengaruh Self Control terhadap Profesionalisme Perawat. Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(3), 150–157.

Sunarsih, T., Dewi, R., & Salim, A. (2023). Persepsi Perawat terhadap Patient Safety. Jurnal Keselamatan dan Mutu Pelayanan, 11(2), 88–95.

Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High Self-Control Predicts Good Adjustment, Less Pathology, Better Grades, and Interpersonal Success. Journal of Personality, 72(2), 271–324.

Wahyuni, A., & Putri, R. (2023). Self-Control dan Kepatuhan Perawat terhadap Prosedur Keselamatan. Jurnal Manajemen Keperawatan, 11(2), 105–114.

Wahyuningtyas, H. A., Astuti, V. R., & Intening, V. (2023). Self Management dan Motivasi Kerja Perawat. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 10(1), 21–30.

Downloads

Published

2025-12-30