ANALISIS FAKTOR PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.48530Keywords:
ASI eksklusif, balita, stuntingAbstract
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih terjadi di berbagai negara berkembang, seperti Indonesia. Stunting merupakan masalah multifaktor yang dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. ASI eksklusif adalah praktik pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air putih, kecuali obat-obatan dan tetes vitamin atau mineral. Pemberian ASI eksklusif dianggap sebagai salah satu fondasi utama untuk mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Indonesia pada tahun 2021 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis untuk mengukur hasil studi mengenai dampak antara faktor pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Indonesia pada tahun 2021 hingga 2025. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar dengan kata kunci “hubungan”, “ASI eksklusif”, dan “stunting”. Data diolah menggunakan software JASP untuk mengevaluasi bias dan sensitivitas. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, didapatkan rasio prevalensi sebesar e-0.44 = 0,643 (value 95% CI -0.66 – -0,22). Dapat diartikan bahwa faktor risiko balita yang mendapatkan ASI eksklusif untuk menderita stunting hanya sebesar 0,643 dibandingkan balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif termasuk sebagai faktor protektif terhadap stunting.References
Anjani, N. I., Wardhani, H. S., Indrawati, C. D. S., Arbain, Y., Mertasari, D., Harap, I. K., & Muhashonah, I. (2024). Exploring key factors behind stunting in Indonesian children: Insights from a descriptive study. Innovation in Health for Society, 4(2), 91–100. https://doi.org/10.31603/ihs.12575
Asnandi, Gustina, E., & Zaman, C. (2024). Analisis Kejadian Stunting di UPT Puskesmas Tebing Bulang Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi (JABJ), 13(2), 406–416. https://doi.org/10.36565/jab.v13i2.871
Balc, E. (2011). Effect of breast feeding on child growth and development.
Brockway, M., Daniel, A. I., Reyes, S. M., McDermid, J. M., Chan, D., Refvik, R., Sidhu, K. K., Musse, S., Monnin, C., Lotoski, L., Geddes, D. T., Jehan, F., Kolsteren, P., Allen, L. H., Hampel, D., Rodriguez, N., & Azad, M. B. (2024). Human milk macronutrients and child growth and body composition in the first 2 years: a systematic reviewBrockway et al., 2024). Advances in Nutrition, 100149. https://doi.org/10.1016/j.advnut.2023.100149
Dahlan, F. M., Rohmawati, A., & Azzahroh, P. (2024). Factor Analysis of Stunting in Cilincing Public Health Center North Jakarta. International Journal of Midwifery and Health Sciences, 2(1), 71–89.
Dangat, K., Khaire, A., Chavan-Gautam, P., & Joshi, S. (2020). Breast Milk Components and Neurodevelopment of Children. Indian Journal of Public Health Research and Development, 11(8), 32–37. https://doi.org/10.37506/IJPHRD.V11I8.10893
Elisia, L., Etika, R., Aprilawati, D., & Mahiroh, H. (2023). The Relationship Between Exclusive Breastfeeding History to Stunting Incidence in Children Aged 6-24 Months in The Working Area of The Gunung Anyar Community Health Center, Surabaya, Indonesia. Journal of Community Medicine and Public Health Research. https://doi.org/10.20473/jcmphr.v4i2.44661
Erwani, E., Susanti, D., Doni, A. W., Yuda, R. A., & Yanti, M. (2023). Determining the Role of Exclusive Breastfeeding and Nutritional Status in Stunting Prevention: A Literature Review. https://doi.org/10.33860/jik.v17i3.2805
Hamzah, R. (2023). Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita (24-59 Bulan) di Kota Kotamobagu. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 7(2), 230–239. https://doi.org/10.35971/GOJHES.V7I2.18842
Hatini, E. E., Sari, I. M., & Arisani, G. (2023). Determinan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Jurnal Surya Medika (JSM), 9(2), 26–33. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i2.5661
Istiningsih, T., Fadlyana, E., & Akbar, I. B. (2021). Faktor Risiko Pascanatal Terhadap Kejadian Stunting Baduta Usia 6-18 Bulan di Puskesmas Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Medikes (Media Informasi Kesehatan), 8(1), 47–60.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Hasil utama survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/daftar-frequently-asked-question-seputar-hasil-utama-ski-2023/hasil-utama-ski-2023/
Khairani, N., & Effendi, S. U. (2022). Karakteristik balita, ASI eksklusif, dan keberadaan perokok dengan kejadian stunting pada balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 7(1), 15–25. https://doi.org/10.30867/ACTION.V7I1.423
Mulinge, M. M., Abisi, H. K., Kabahweza, H. M., Okutoyi, L., Wamalwa, D. C., & Nduati, R. W. (2023). The role of maternal secretor status and human milk oligosaccharides on early childhood development: A systematic review and meta-analysis. medRxiv. https://doi.org/10.1101/2023.11.03.23298019
Nandita, A. S., Fadhil, I., & Amna, E. Y. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Umur 0 Sampai 12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Future Academia, 2(4), 817–828. https://doi.org/10.61579/future.v2i4.211
Nani, N., Samiun, Z., & Nur, M. P. (2024). Exclusive Breastfeeding with the Incidence of Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan. https://doi.org/10.36590/jika.v6i1.539
Novayanti, L. H., Armini, N. W., & Mauliku, J. (2021). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Umur 12-59 Bulan di Puskesmas Banjar I Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 9(2), 132–139. https://doi.org/10.33992/JIK.V9I2.1413
Octavia, H., Nurdan, J. H., & Darmawansyah. (2023). Analisis Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Journal Hygea Public Health, 1(2), 61–72. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jhph/article/view/7836
Pertiwi, F. D., Prastia, T. N., & Nasution, A. (2021). Hubungan faktor sosial ekonomi dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(4), 208–216. https://doi.org/10.33221/JIKM.V10I04.801
Pradani, F. K., & Azinar, M. (2023). Kejadan Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Bandarharjo. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 7(4), 635–646. https://doi.org/10.15294/higeia.v7i4.68728
Pratama, M. R., & Irwandi, S. (2021). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Stunting di Puskesmas Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 4(1), 17–25. https://doi.org/10.30743/STM.V4I1.65
Pratama, R. S. P., Dasuki, M. S., Agustina, T., & Soekiswati, S. (2022). ASI Eksklusif Sebagai Faktor Protektif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 262–270. https://doi.org/10.35816/JISKH.V11I1.748
Purlina, L., Murti, N. N., & Noviasari, D. (2023). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Rahayu Tahun 2023. Aspiration of Health Journal, 1(3), 510–524. https://doi.org/10.55681/AOHJ.V1I3.196
Raj, A. Y., Majumder, R., Islam, F., Uzzal, A. R., Roy, K., Hasan, K., & Rahman, S. (2022). Role of Human Milk Oligosaccharides (HMOs) on Proper Growth, Immunity, and Tolerance in Ensuring Lifelong Health for Infants and Toddlers. American Journal of Pediatrics, 8(2), 98. https://doi.org/10.11648/j.ajp.20220802.18
Ramadhaniah, Azvia, F., & Hanum, F. (2022). Determinan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Grong-Grong Kabupaten Pidie, 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 3(2), 1–10. http://www.jkmc.or.id/ojs/index.php/jkmc/article/view/101
Rifqi, P. A., Marni, & Palupi, D. L. M. (2024). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-3 Tahun Di Desa Balerejo: The Relationship Between Exclusive Breastfeeding And The Incident Of Stunting In Toddlers Aged 2-3 Years In Balerejo Village. Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan, 12(02), 290–297. https://doi.org/10.52236/ih.v12i2.650
Safitri, Y., Lail, N. H., & Indrayani, T. (2021). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Masa Pandemi Covid-19 Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Kaler Tangerang. Journal for Quality in Women’s Health, 4(1), 70–83. https://jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/107
Safitri, H., Oktavia, E., & Susanti, I. (2025). Faktor faktor pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 0-24 bulan di Puskesmas Karangmojo II. Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences), 1(3), 97–103.
Sartika, D., Arma, N., & Tanjung, B. (2024). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hutagodang. JKEMS (Jurnal Kesehatan Masyarakat), 2(1), 15–23. https://doi.org/10.58794/jkems.v2i1.626
Simbolon, D., & Putri, N. (2024). Stunting prevention through exclusive breastfeeding in Indonesia: A meta-analysis approach. Amerta Nutrition, 8(1SP), 105–112.
Somasundaram, I., Kaingade, P., & Bhonde, R. (2023). Nutritional Components and Growth Factors of Breast Milk (pp. 13–22). https://doi.org/10.1007/978-981-99-0647-5_2
World Health Organization. (2023). World Health Statistics 2023: Monitoring Health For The Sdgs, Sustainable Development Goals. WHO.
Wulandari, Rahayu, F., Darmawansyah, & Akbar, H. (2023). Multifaset Determinan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 413–422. https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/233
Wulandari, S., Ayati Khasanah, N., & Edni Wari, F. (2025). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Minggir Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Medica Majapahit (Jurnal Ilmiah Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit), 17(1), 1–5. https://doi.org/10.55316/MM.V17I1.1119
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Thea Aurelia Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


