FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE ISKEMIK PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH

Authors

  • Azqia Zuhriyyah Ilmu Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Farrah Fahdhienie Ilmu Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Vera Nazira Arifin Ilmu Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.48315

Keywords:

aktivitas fisik, kadar gula darah, pengetahuan responden, riwayat hipertensi, status merokok

Abstract

Stroke menyebabkan kerusakan pada otak yang muncul mendadak dan progresif akibat gangguan peredaran darah otak non traumatic, serta menimbulkan gejala seperti kelumpuhan sesisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, dan gangguan penglihatan. Faktor utama penyebab stroke adalah hipertensi. Selain itu adalah merokok dan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kejadian Stroke Iskemik pada pasien di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh dengan analisis kuantitatif desain Case Control Retrospective dengan 25 sampel kasus dan 25 sampel kontrol karakteristik jenis kelamin dan usia. Analisis Univariat, Bivariat, dan Multivariat dilakukan pada program SPSS 24.0. Hasil analisis univariat menunjukkan responden tidak merokok: 48% kasus dan 64% kontrol, riwayat hipertensi: 88% kasus memiliki riwayat dan 76% kontrol tidak, aktivitas fisik: 80% kasus beraktivitas fisik ringan dan 40% kontrol beraktivitas fisik sedang, responden kadar gula darah: normal: 64% kasus dan 92% kontrol, responden berpengetahuan cukup 68% kasus, dan responden berpengetahuan baik 40% kontrol. Analisis Bivariat menunjukkan ada hubungan riwayat hipertensi (p-Value 0.000), aktivitas fisik (p-Value 0.000), kadar gula darah (p-Value 0.041), dan pengetahuan responden (p-Value 0.005) dengan kejadian stroke iskemik. Tidak ada hubungan antara status merokok (p-Value 0.393) dengan kejadian stroke iskemik. Analisis multivariat menunjukkan riwayat hipertensi (OR 83.002) memiliki faktor resiko paling besar terjadinya stroke iskemik.

References

Daulay, N.M., Siregar, N.D., Sujoko, E., Simamora, F.A. and Harahap, N., ‘Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan Tahun 2022’, Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 2023. vol. 8, no. 1, p.p. 106–116.

Handayani, F, ‘Pengetahuan tentang Stroke, Faktor Risiko, Tanda Peringatan Stroke, dan Respon Mencari Bantuan pada Pasien Stroke Iskemik’, Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 2019. vol. 2, no. 2, p.p. 12-21.

Hermawan MD, ‘Hubungan Gula darah sewaktu Dengan Angka Kejadian Stroke Di Rsi Sultan Agung Semarang. Univ. Islam Sultan Agung, 2022. vol. 33, no. 2, p.p. 1

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ‘Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar’, Kementrian Kesehatan RI; 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ‘Pedoman Nasinal Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Stroke’, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.

Laily, R.S., ‘Hubungan Karakteristik Penderita dan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Iskemik’, Jurnal Berkala Epidemiologi, 2017. vol. 5, no. 1, p.p. 48–59.

Margawati, A., & Astuti, A.M. (2018). Pengetahuan Ibu, Pola Makan dan Status Gizi pada Anak Stunting Usia 1-5 Tahun di Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang. Jurnal Gizi Indonesia, 6(2): 82-89. https://doi.org/10.14710/jgl.6.2.82-89

Muliawati, D., Sulistyawati, N., & Utami, F.S. (2019). Manfaat Ekstrak Moringa Oleifera Terhadap Peningkatan Tinggi Badan Balita. Prosiding Seminar Nasional: Pertemuan Ilmiah Tahunan Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta, 1(1): 46-55. http://jurnal.poltekkesjogja.ac.id/index.php/PSN/article/view/371

Mulyasari, I., & Setiana, D.A. (2016). Faktor Risiko Stunting pada Balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(20): 160-167

Nabilla, D.Y., dkk. (2022). Pengembangan Biskuit “Prozi” Tinggi Protein dan Kaya Zat Besi untuk Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Amerta Nutrition, Vol. 6(1SP): 79-84. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.79-84

Nisa, Latifa Suhada. (2018). Kebijakan Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(2): 173-179

Olo, A., Mediani, H.S., & Rakhmawati, W. (2021). Hubungan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2): 1113-1126. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521

Priyanto, A.D., & Nisa, F.C. (2016). Formulasi Daun Kelor dan Ampas Daun Cincau Hijau sebagai Tepung Komposit pada Pembuatan Mie Instan. Jurnal Teknologi Pangan, 17(1): 29-36

Ramdhani, Awa., Handayani, Hani., & Setiawan, Asep. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting. Tasikmalaya: Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Republik Indonesia.

Rustamaji, G.A.S., & Ismawati, R. (2021). Daya Terima dan Kandungan Gizi Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Makanan Selingan Balita Stunting. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 1(1): 31-37

Simbolon, P., Simbolon, N. and Siringo-ringo, M., ‘Faktor Merokok dengan Kejadian Stroke’, Jurnal Kesehatan Manarang, 2018. vol. 4, no. 1, p.p. 18–25.

WHO, ‘Stroke: Cerebrovascular accident’, 2018. Available from: http://www.who.int/topics/cerebrovascular_accident/en/index.html.

Downloads

Published

2025-08-02