PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN ANEMIA DENGAN HEMATOCHEZIA DAN HEMOROID

Authors

  • Nafisha Tamaran Bilbina Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.48309

Keywords:

Asuhan gizi, Anemia, hemoroid, hematochezia

Abstract

Anemia adalah kondisi yang mana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah batas normal (WHO, 2023). Beberapa penelitian mengatakan bahwa anemia seringkali disebabkan oleh kehilangan darah dari lesi di saluran pencernaan pada pria dan wanita pascamenopause. Prevalensi anemia di antara pasien dengan perdarahan gastrointestinal diperkirakan sebesar 61%. Salah satu perdarahan yang seringkali menyebabkan anemia adalah hematochezia. Hematochezia dapat terjadi akibat hemoroid atau wasir. Salah satu upaya perbaikan kondisi pasien anemia dengan hematochezia dan hemorrhoid dilakukan pemberikan asuhan gizi terstandar dengan diet tinggi kalori tinggi protein dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi pasien. Penelitian dilakukan pada Oktober 2023 di RS X Surabaya dan menggunakan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data, antara lain data rekam medis pasien (pemeriksaan antropometri, biokimia, dan fisik klinis), 24-hour food recall, dan visual comstock. Pemberian asuhan gizi terstandar dilakukan selama dua hari dengan pemberian makan sebanyak enam kali serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap nilai biokimia, fisik dan klinis, asupan zat gizi pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pasien berangsur membaik ditandai dengan tidak adanya penurunan nafsu makan, peningkatan kondisi fisik/klinis, dan adanya peningkatan nilai biokimia. Namun, pemenuhan kebutuhan zat besi yang kurang adekuat menyebabkan hemoglobin, hematokrit, dan eritrosit menurun. Dapat disimpulkan bahwa asuhan gizi berupa diet tinggi kalori tinggi protein dapat dilanjutkan dengan memperhatikan pemenuhan zat besi agar kondisi pasien dapat kembali normal.

References

Ali, S. , A., & Shoeb, M. F. R. (2017). Study of risk factors and clinical features of hemorrhoids. Int Surg J, 4(6), 1936–6.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023- dalam-angka/

Chaparro, C. M., & Suchdev, P. S. (2019). Anemia epidemiology, pathophysiology, and etiology in low‐ and middle‐income countries. Annals of the New York Academy of Sciences, 1450(1), 15–31. https://doi.org/10.1111/nyas.14092

Clinical Practice Committee., A. G. A. (2004). American Gastroenterological Association medical position statement: Diagnosis and treatment of hemorrhoids. Gastroenterology, 126(5), 1461–1462. https://doi.org/10.1053/j.gastro.2004.03.001

El-Halabi, M. M. (2016). Under-diagnosing and under-treating iron deficiency in hospitalized patients with gastrointestinal bleeding. World Journal of Gastrointestinal Pharmacology and Therapeutics, 7(1), 139. https://doi.org/10.4292/wjgpt.v7.i1.139

Ganz, R. A. (2013). The evaluation and treatment of hemorrhoids: A guide for the gastroenterologist. Clinical Gastroenterology and Hepatology, 11(6), 593–603. https://doi.org/10.1016/j.cgh.2012.12.020

Güemes-Quinto, A., Pichardo-Cruz, D. A., Luján-Mendoza, K. I., Jiménez-Bobadilla, B., & Villanueva-Herrero, J. A. (2022). Emergency surgical treatment for active bleeding and anemia in patients with hemorrhoidal disease. Tratamiento quirúrgico de urgencia en pacientes con enfermedad hemorroidal con sangrado activo y anemia. Cirugia y Cirujanos, 77–83.

Hatami, K., & et al. (2020). Management of Hemorrhoid Complications in Persian Medicine. Crescent Journal of Medical and Biological Sciences, 7, 457–466. http://www.cjmb.org

Kacholi, D. S., & Mvungi Amir, H. (2022). Herbal remedies used by traditional healers to treat haemorrhoids in Tabora region, Tanzania. Pharmaceutical Biology, 60(1), 2182–2188. https://doi.org/10.1080/13880209.2022.2136204

Kementrian Kesehatan. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. Http://Www.Depkes.Go.Id/Resources/Download/Infoterkini/Materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.

Kepczyk, M. T., & Kadakia, C. S. C. (1995). Prospective evaluation of gastrointestinal tract in patients with iron-deficiency anemia. Digestive Diseases and Sciences, 40(6), 1283–1289. https://doi.org/10.1007/BF02065539

Lohsiriwat, V. (2012). Hemorrhoids: From basic pathophysiology to clinical management Varut Lohsiriwat. World J Gastroenterol, 18(17), 2009–2017. https://doi.org/10.3748/wjg.v18

Nasikhah, A. D., Rachmah, Q., & Sarworini, E. (2021). Pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar, Pemberian Diet Tinggi Kalori dan Tinggi Protein terhadap Pasien Pasca Bedah Intususepsi Ileocolic, Post Hemikolektomi Kanan, dan Reseksi Ileum End-to-End Anastomosis: Sebuah Laporan Kasus Implementation of Nutritional Care Process, Providing High Calorie and High Protein Diet to Patients Post-Surgery for Ileocolic Intussusception, Right Post Hemicolectomy, and End-to-End Anastomosis Ileum Resection: A Case report. Media Gizi Kesmas, 10, 80–88.

Park, J. S., Park, D. I., Park, S. K., Choi, J. S., Kim, Y. H., Chang, D. K., Son, H. J., Kim, J. E., Kim, J. O., Lee, S. H., Kim, H. S., Sin, J. E., Lee, S. G., Lee, S. ‐Y., Park, S. J., Park, C. H., Baek, I. H., Jang, B. I., Jeen, Y. T., & Huh, K. C. (2009). Endoscopic evaluation of significant gastrointestinal lesions in patients with iron deficiency with and without anaemia: a Korean Association for the Study of Intestinal Disease Study. Internal Medicine Journal, 39(7), 441–446. https://doi.org/10.1111/j.1445-5994.2008.01785.x

Planella de Rubinat, M., Teixidó Amorós, M., Ballester Clau, R., Trujillano Cabello, J., Ibarz Escuer, M., & Reñé Espinet, J. M. (2015). Incidencia y factores predictivos de anemia ferropénica tras una hemorragia digestiva alta no asociada a hipertensión portal. Gastroenterología y Hepatología, 38(9), 525–533. https://doi.org/10.1016/j.gastrohep.2015.02.012

Pradiantini, K. H. Y., & Dinata, I. G. S. (2021). Diagnosis dan Penatalaksanaan Hemoroid. Ganesha Medicine, 1(1), 38. https://doi.org/10.23887/gm.v1i1.31704

Riss, S., Weiser, F. A., Schwameis, K., Riss, T., Mittlböck, M., Steiner, G., & Stift, A. (2012). The prevalence of hemorrhoids in adults. International Journal of Colorectal Disease, 27(2), 215–220. https://doi.org/10.1007/s00384-011-1316-3

Sulistiawati, D., Dharmawati, T., Abadi, E., gizi STIKes Karya Kesehatan, P. S., akuntansi Korespondensi Ellyani Abadi Prodi Gizi, P., Karya Kesehatan Jln Dermaga Lapulu Kec Abeli Kota Kendari, Stik., Kunci, K., makanan, R., & Makanan, S. (2021). Hubungan Rasa Makanan Dengan Sisa Makanan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Karya Kesehatan. https://stikesks-kendari.e-journal.id/jikk

Sun, Z., & Migaly, J. (2016). Review of Hemorrhoid Disease: Presentation and Management. In Clinics in Colon and Rectal Surgery (Vol. 29, Issue 1, pp. 22–29). Thieme Medical Publishers, Inc. https://doi.org/10.1055/s-0035-1568144

World Health Organization. (2011). WHO guideline on use of ferritin concentrations to assess iron status in populations. World Health Organization.

World Health Organization. (2023, May 1). Anaemia. Https://Www.Who.Int/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Anaemia#:~:Text=Anaemia%20caused%2050%20million%20years,%2C%20and%20malaria%20(1). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia#:~:text=Anaemia%20caused%2050%20million%20years,%2C%20and%20malaria%20(1).

Downloads

Published

2025-09-27