JAV ARTISTS' RESPONSIBILITIES IN MAINTAINING SEXUAL HEALTH BY TESTING FOR HIV AND USING HIV PREVENTION DRUGS

Authors

  • Taufiq Arsyad Muhammadiyah University of Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.47529

Keywords:

HIV/AIDS, Sexual Health, Pre-Exposure Prophylaxis, Adult Entertainment Industry, Social Responsibility

Abstract

Sektor hiburan dewasa dianggap sangat rentan terhadap penularan Virus Imunodefisiensi Manusia (HIV) akibat kontak seksual berulang dengan banyak pasangan. Studi ini menyelidiki tanggung jawab para pelaku industri JAV dalam menjaga kesehatan seksual, khususnya melalui praktik tes HIV rutin dan penerapan Pre-exposure Prophylaxis (PrEP). Desain penelitian kualitatif diterapkan dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis. Studi relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025 diidentifikasi melalui pencarian di Portal Garuda, Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan JSTOR. Data dianalisis menggunakan analisis konten induktif, memungkinkan identifikasi tema-tema utama melalui proses pengkodean dan kategorisasi. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan tentang HIV/AIDS di kalangan populasi berisiko tinggi masih berada pada tingkat sedang (51%), sementara proporsi yang signifikan masih menunjukkan kesadaran yang rendah (41%) . Pelaksanaan tes HIV rutin menghadapi beberapa hambatan, termasuk stigma sosial, ketidakmauan untuk mengungkapkan identitas, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Demikian pula, adopsi PrEP terhambat oleh sensitivitas budaya dan kekhawatiran terkait privasi dan kerahasiaan. Meskipun demikian, strategi seperti pendidikan berbasis teman sebaya, penguatan literasi kesehatan, dan program pengurangan stigma telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi dan mendorong perubahan perilaku positif. Studi ini menyimpulkan bahwa kebijakan yang komprehensif dan didasarkan pada bukti, yang mengintegrasikan perspektif medis, sosial, dan etis, sangat penting untuk memastikan pencegahan HIV yang efektif di industri hiburan dewasa sambil sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dan menghormati hak individu.

References

Antonini, M., Silva, I. E. Da, Elias, H. C., Gerin, L., Oliveira, A. C., & Reis, R. K. (2023). Barriers To Pre-Exposure Prophylaxis (Prep) Use For Hiv: An Integrative Review. Revista Brasileira De Enfermagem, 76(3). Https://Doi.Org/10.1590/0034-7167-2021-0963

Bojo, S., Kokwaro, G., & Agweyu, A. (2025). Evaluating The Level Of Knowledge Of Hiv Prevention Methods And Associated Socio-Demographic Factors Among Adolescents Before And After Participating In Health Education In Nimule Town Of South Sudan. Bmc Public Health, 25(1), 746. Https://Doi.Org/10.1186/S12889-025-22025-7

Byg, A., & Salick, J. (2009). Local Perspectives On A Global Phenomenon—Climate Change In Eastern Tibetan Villages. Global Environmental Change, 19(2), 156–166. Https://Doi.Org/10.1016/J.Gloenvcha.2009.01.010

Indriawan, T., & Kusumaningrum, T. A. I. (2021). Efektifkah Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Oleh Teman Sebaya ?: Sebuah Kajian Literatur. 1(1), 14–26. Https://Doi.Org/10.53088/Griyawidya.V1i1.247

Lo, Y.-R., Chu, C., Ananworanich, J., Excler, J.-L., & Tucker, J. D. (2015). Stakeholder Engagement In Hiv Cure Research: Lessons Learned From Other Hiv Interventions And The Way Forward. Aids Patient Care And Stds, 29(7), 389–399. Https://Doi.Org/10.1089/Apc.2014.0348

Luth, Meriwijaya, & Muhammad Syaqiq. (2022). Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Penyebaran Penyakit Infeksi Menular Seksual Masa Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Batang. Journal Publicuho, 5(3), 929–945. Https://Doi.Org/10.35817/Publicuho.V5i3.36

Maswan, M., Sabariah, S., Setiawan, N. C. T., & Mathar, M. A. K. (2021). Prevalensi Penyakit Infeksi Menular Seksual Pada Pelaku Hiburan Di Wilayah Kerja Puskesmas Meninting Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 227–230. Https://Doi.Org/10.30604/Jika.V6i1.978

Mueller, C., & Vogelsmeier, A. (2013). Effective Delegation: Understanding Responsibility, Authority, And Accountability. Journal Of Nursing Regulation, 4(3), 20–27. Https://Doi.Org/10.1016/S2155-8256(15)30126-5

Mulianingsih, W., Mariam, L., Permana, Y., Zubaidi, F. F., Arjita, P. D., Anulus, A., Karmila, D., & Hanafi, F. (2022). Gambaran Patogen Dan Profil Infeksi Menular Seksual (Ims). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 523–530. Https://Doi.Org/10.37287/Jppp.V4i2.888

Permata, Y., Kodriati, N., & Dahlan, A. (2023). Dampak Stigma Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan. 7(2), 197–207.

Pujhana, I. K. W., Tobing, D. H., & Lestari, M. D. (2022). Intimasi Pada Perempuan Pekerja Seks (Pps): Uang, Perasaan, Dan Komitmen. Jurnal Psikologi Ulayat, 9, 281–304. Https://Doi.Org/10.24854/Jpu542

Rahman, Muh. A., & Riskiyani, S. (2024). Ethnographic Study Of Pre-Exposure Prophylaxis In Hiv/Aids Prevention And Control In Makassar, South Sulawesi Province. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 10(2), 194–205. Https://Doi.Org/10.29408/Jhm.V10i2.23226

Ratnawati, D., Setiawan, A., Sahar, J., Widyatuti, Nursasi, A. Y., & Siregar, T. (2024). Improving Adolescents’ Hiv/Aids Prevention Behavior: A Phenomenological Study Of The Experience Of Planning Generation Program (Genre) Ambassadors As Peer Educators. Belitung Nursing Journal, 10(1), 56–66. Https://Doi.Org/10.33546/Bnj.2883

Ruxrungtham, K., & Phanuphak, N. (2023). An Implementation Research Of Hiv Prevention, Testing, And Care Through Community-Based Services Among Msm Population In South Sulawesi, Indonesia [Chulalongkorn University]. Https://Doi.Org/10.58837/Chula.The.2023.668

Salbila, I., & Usiono, U. (2023). Strategi Pencegahan HIV & AIDS : Langkah-Langkah Efektif Untuk Masyarakat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 5630–5639. Https://Doi.Org/10.31004/Jkt.V4i4.19941

Downloads

Published

2025-09-30