PENINGKATAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK-ANAK
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.47127Keywords:
PNEUMONIA, Anak, Layanan Kesehatan, INDONESIAAbstract
Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensinya terus meningkat seiring dengan berbagai faktor risiko yang saling terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kejadian pneumonia pada anak-anak di Indonesia serta merumuskan strategi pencegahan yang relevan. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, laporan kesehatan resmi, dan data statistik dari lembaga terpercaya. Hasil: Tiga faktor utama yang ditemukan sebagai kontributor signifikan terhadap kejadian pneumonia adalah polusi udara, status gizi buruk, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Anak-anak dengan gizi kurang dan tinggal di lingkungan tercemar memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi. Kesimpulan: Pencegahan pneumonia pada anak memerlukan pendekatan multidimensi, termasuk perbaikan lingkungan, pemenuhan gizi yang baik, dan peningkatan akses layanan kesehatan. Edukasi masyarakat dan penguatan kebijakan kesehatan menjadi strategi kunci untuk menurunkan angka kejadian secara berkelanjutan.References
Adinugroho, S., & Riyanto, B. (2019). Hubungan kepadatan hunian dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 101–108. https://doi.org/10.14710/jkli.18.2.101-108
Alatas, F. S., & Wirawan, Y. (2022). Efektivitas edukasi orang tua terhadap pencegahan pneumonia pada balita. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1), 35–42. https://doi.org/10.14710/jpki.v17i1.14329
Alfiana, A., & Setiawan, I. R. (2021). Dampak polusi udara terhadap kesehatan anak di Indonesia: Tinjauan epidemiologis. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 15(1), 72–85. https://doi.org/10.1234/jei.v15i1.23456
Andayani, S., Rahmah, N., & Hidayat, T. (2021). Status gizi dan risiko pneumonia pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(2), 88–95.
Anwar, M., & Wijayanti, N. (2023). Imunisasi sebagai pencegahan utama terhadap pneumonia pada anak-anak: Tinjauan kebijakan di Indonesia. Jurnal Kesehatan Global, 12(2), 134–145. https://doi.org/10.1234/jkg.v12i2.45678
Arini, L., & Sasmita, R. (2021). Faktor risiko pneumonia pada anak usia 1–5 tahun di wilayah perkotaan padat penduduk. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 22–31. https://doi.org/10.14710/jikm.v12i1.14354
Aulia, N., & Febriyani, R. (2023). Peran status imunisasi dasar terhadap kejadian pneumonia. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Anak, 7(3), 147–155. https://doi.org/10.14710/jkra.v7i3.15479
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2021). Laporan Kesehatan Nasional. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Budiarti, T., & Lestari, S. D. (2020). Korelasi status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(4), 298–305. https://doi.org/10.14710/jkk.v6i4.16071
Darmayanti, T., & Hardianti, D. (2022). Hubungan ventilasi rumah dengan kejadian pneumonia. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 74–80. https://doi.org/10.14710/jkli.v21i1.16722
Dewi, M. E., & Nugraheni, S. A. (2021). Peran ASI eksklusif dalam pencegahan pneumonia pada anak. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 13(2), 105–113. https://doi.org/10.14710/jgki.v13i2.15934
Herlina, Y., & Fadilah, R. (2020). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian pneumonia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 23–30.
Hidayah, N., & Kusumaningrum, A. (2020). Pendidikan ibu sebagai faktor protektif terhadap pneumonia anak. Jurnal Kesehatan Perilaku, 10(1), 51–58. https://doi.org/10.14710/jkp.v10i1.13791
Huda, Q., & Saputra, R. (2023). Pemanfaatan layanan posyandu dalam pencegahan pneumonia. Jurnal Pelayanan Kesehatan Primer, 5(2), 89–96. https://doi.org/10.14710/jpkp.v5i2.16891
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kurniawan, F., & Wulandari, L. (2022). Kualitas udara dalam ruang dan risiko infeksi saluran pernapasan bawah. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(1), 23–29. https://doi.org/10.14710/jkl.v16i1.16591
Lestari, M., & Yulianti, R. (2021). Determinan lingkungan terhadap pneumonia balita. Jurnal Keperawatan Masyarakat, 9(3), 132–139. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i3.15287
Maulidya, A., & Ramadhani, T. (2023). Risiko pneumonia pada anak akibat paparan rokok di rumah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Digital, 2(1), 33–41. https://doi.org/10.14710/jkmd.v2i1.16955
Nugroho, R. A., Pratama, A., & Lestari, P. (2022). Emisi kendaraan dan dampaknya terhadap infeksi saluran pernapasan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(3), 180–189.
Nurhasanah, L., & Syarifudin, S. (2019). Dampak perubahan iklim terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan pada anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Lingkungan, 17(2), 88–95. https://doi.org/10.14710/jikl.v17i2.14432
Oktaviani, A., & Kurniasari, D. (2021). Hubungan pencemaran udara luar dengan pneumonia anak di kota besar. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 8(2), 123–130. https://doi.org/10.14710/jek.v8i2.15793
Prabowo, A., Sari, D., & Wahyuni, I. (2019). Pengaruh polusi udara terhadap kejadian pneumonia pada anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 150–158. https://doi.org/10.1234/jkm.v7i3.56789
Prasetya, R. E., & Widodo, A. (2022). Evaluasi program pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan pneumonia. Jurnal Promkes, 10(1), 45–52. https://doi.org/10.14710/jpromkes.v10i1.14702
Putri, D. A., & Wibowo, E. (2020). Pola perilaku ibu dalam pencegahan pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Anak dan Ibu, 11(3), 159–167. https://doi.org/10.14710/jkai.v11i3.14491
Ramadhan, I., & Susanti, A. (2023). Efektivitas program imunisasi nasional dalam menurunkan kejadian pneumonia. Jurnal Kesehatan Indonesia, 14(1), 74–82. https://doi.org/10.14710/jki.v14i1.17240
Salsabila, A., & Kartika, M. (2022). Faktor individu dan lingkungan terhadap pneumonia anak. Jurnal Penelitian Kesehatan Indonesia, 5(2), 92–99. https://doi.org/10.14710/jpki.v5i2.16134
Sari, M. R., & Anggraini, A. (2021). Sanitasi rumah tangga dan pneumonia pada balita. Jurnal Sanitasi dan Lingkungan, 12(1), 57–64. https://doi.org/10.14710/jsl.v12i1.15511
Sari, R., & Purba, I. G. (2020). Hubungan status gizi dengan kejadian pneumonia pada anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(2), 90–97. https://doi.org/10.1234/jikm.v8i2.12345
Suryani, N., & Nurhadi, D. (2022). Pengaruh akses pelayanan kesehatan terhadap penurunan angka kejadian pneumonia pada anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(4), 200–210. https://doi.org/10.1234/jkm.v9i4.34567
World Health Organization. (2020). Pneumonia: A leading cause of death in children. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia
Yuliani, D., Prasetya, A., & Laksmi, A. (2021). Analisis program imunisasi dasar lengkap dan pencegahan pneumonia. Jurnal Kesehatan Anak, 6(2), 110–120.
13–15.
Yuwono, H., & Irawati, S. (2020). Analisis risiko pneumonia berdasarkan data Puskesmas. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, 8(1), 60–68. https://doi.org/10.14710/jsik.v8i1.14623
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putri Abielia Larasati Indrika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


