GAMBARAN KELELAHAN KERJA PADA PETANI DI DESA KONTUMERE KECAMATAN KABAWO
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.47052Keywords:
Kelelahan Kerja, Masa Kerja, Paparan Sinar UV, Petani, Status GiziAbstract
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mengalami kelelahan kerja kategori sedang 46 responden (63,0%), diikuti kelelahan kerja ringan 26 responden (35,6%) dan kelelahan berat 1 responden (1,4%). Kelelahan kerja lebih banyak dialami oleh petani dengan usia dewasa 42 responden (57,5%), masa kerja lama 43 responden (58,9%), dan status gizi normal 57 responden(78,1%) serta seluruh responden terpapar sinar ultraviolet selama bekerja. Berdasarkan penelitian dapat di simpulkan sebagai berikut: Karakteristik individu seperti umur, jenis kelamin, dan masa kerja menunjukkan distribusi yang bervariasi terhadap tingkat kelelahan. Petani lansia (46–65 tahun) lebih banyak mengalami kelelahan sedang dan berat dibandingkan kelompok usia dewasa. Petani perempuan juga menunjukkan kecenderungan mengalami kelelahan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Masa kerja berpengaruh terhadap tingkat kelelahan, di mana petani dengan masa kerja >10 tahun lebih banyak mengalami kelelahan sedang dan berat dibandingkan yang baru bekerja.Seluruh responden terpapar sinar ultraviolet (UV) selama bekerja, yang diduga menjadi salah satu faktor eksternal penyebab utama kelelahan kerja yang dirasakan oleh petani. Berdasarkan status gizi, mayoritas petani berada dalam kategori gizi normal (78,1%). Namun, petani dengan status gizi kurang atau kurus lebih dominan mengalami kelelahan sedang, sedangkan petani dengan status gemuk lebih banyak mengalami kelelahan ringan.References
DAFTAR PUSTAKA
Awaliah, R. (2020). Pengaruh Beban Kerja terhadap Kelelahan Fisik dan Mental Pekerja. Jurnal Ergonomi, 7(1), 45-52.
Badan Pusat Statistik [BPS].(2018). Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)
Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna. (2023). Kabupaten Muna dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna. (2024). Data Penduduk Desa Kontumere Kecamatan Kabawo
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara. (2020). Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Angka 2020. Kendari.
Badan Pusat Statistik. (2016). Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2016. Jakarta: Badan Pusat Statistik
Binwasnaker. (2012). Kelelahan Akibat Pekerjaan. Jakarta: Erlangga.
Juliana, dkk. (2018). Analisis Kelelahan Kerja pada Tenaga Kerja Perkebunan. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 6(2), 34-45.
Kaligis, dkk. (2017). Evaluasi Kondisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Sektor Pertanian di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(3), 98-109.
Kurniawan, B., & Sirait, T. (2021). Ergonomi dan Kesehatan Kerja dalam Sektor Pertanian. Yogyakarta: Deepublish.
Latief, R., et al. (2022). Dampak Kelelahan Kerja terhadap Produktivitas di Sektor Pertanian. Jurnal Kesehatan Kerja, 10(1), 56-67.
Rahayu, R. (2017). Analisis Kelelahan Kerja pada Pekerja Sektor Pertanian. Jurnal Keselamatan Kerja, 5(1), 23-34.
Sari, M. (2018). Analisis Kecelakaan Kerja pada Petani dan Faktor Penyebabnya. Jurnal Ergonomi dan Keselamatan Kerja, 7(2), 78-89.
Tahun 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Tarwaka. (2014). Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Tempat Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.
Turang, A. A., Bawiling, N. S., & Toar, J. (2021). Gambaran Kelelahan Kerja Terhadap Para Karyawan Di Rumah Makan Bakso Campur Surabaya Kelurahan Matani Iii Tomohon Tengah Kota Tomohon Tahun 2020. Physical: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga, 2(1), 149-158.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sunarti Sunarti, Theo W.E. Mautang, I Wayan Gede Suarjana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


