EFEKTIVITAS SHALAT DHUHA DALAM MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS HAMSTRING PADA USIA DEWASA MUDA
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.46504Keywords:
Kata Kunci: Shalat Dhuha, Fleksibilitas Hamstring, Dewasa MudaAbstract
Fleksibilitas hamstring merupakan komponen penting dalam kebugaran fisik, terutama pada usia dewasa muda. Hamstring yang kaku dapat menyebabkan gangguan performa fisik, serta meningkatkan risiko cedera, khususnya pada aktivitas yang memerlukan gerakan melibatkan pinggul dan lutut. Cedera hamstring sering terjadi, dan sebagian besar terkait dengan gaya hidup. penggunaan gadget berlebih, serta posisi duduk yang statis. Shalat dhuha, salah satu ibadah yang dilakukan umat Islam, melibatkan gerakan tubuh yang luas, termasuk peregangan otot tubuh bagian bawah, dan dapat berfungsi sebagai alternatif latihan untuk meningkatkan fleksibilitas. Namun, belum ada penelitian yang secara spesifik menyoroti hubungan antara shalat dhuha dan peningkatan fleksibilitas hamstring, khususnya pada usia dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas shalat dhuha dalam meningkatkan fleksibilitas hamstring pada usia dewasa muda. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 22 mahasiswa STIKes Yapika Makassar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan adalah gerakan shalat dhuha 4 rakaat yang dilakukan selama satu bulan. Data fleksibilitas hamstring diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada fleksibilitas hamstring setelah melakukan shalat dhuha 4 rakaat. Data pretest menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori poor (31,8%), sementara pada posttest, kategori excellent meningkat menjadi 50%. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Pemberian intervensi shalat dhuha 4 rakaat terbukti efektif dalam meningkatkan fleksibilitas hamstring pada usia dewasa muda. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan dalam shalat dhuha dapat menjadi alternatif non-invasif untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh. Kata Kunci: Shalat Dhuha, Fleksibilitas Hamstring, Dewasa MudaReferences
Aida, A. N., dkk. (2023). Pengaruh gerakan rukuk pada shalat dhuha terhadap fleksibilitas otot punggung bawah pada mahasiswa pesantren Abu Dzar Al-Ghifari Malang.
Decoster, L. C., Cleland, J., Altieri, C., & Russell, P. (2005). The effects of hamstring stretching on range of motion: A systematic literature review. Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy, 35(6), 377–387.
Jufri, S., Masriadi, M., & Gobel, F. A. (2024). Pengaruh Gerakan Shalat Dhuha Dan Gerakan Calf Raise Terhadap Fleksibilitas Musculus Gastrocnemius Pada Usia Produktif. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 1458-1466.
Jufri, S. (2025). Buku Kausal Dalam Keperawatan Dan Kesehatan. Penerbit Widina.
Kartawiria, A. (2013). Sholat sebagai terapi fisik: Tinjauan dari aspek fisioterapi. Pustaka Sehat.
Kuswanto, B. R., Santoso, H., & Widodo, A. (2020). Analisis fleksibilitas otot hamstring pada mahasiswa pengguna gadget. Jurnal Kesehatan Olahraga, 8(2), 74–81.
Matius, C. (2023). Pengantar Fisiologi Tubuh Manusia dalam Aktivitas Fisik. Yogyakarta: Deepublish.
Mohamad, R., Azizan, H., & Hamdan, N. (2015). Solat as an alternative exercise to improve flexibility. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 202, 308–314.
Murti, B. (2016). Prinsip dan prosedur penelitian kesehatan. Yogyakarta: UGM Press.
Nelson, R. T., & Bandy, W. D. (2004). Eccentric training and static stretching improve hamstring flexibility of high school males. Journal of Athletic Training, 39(3), 254–258.
Noor, N. M., Rosli, N. A., & Ismail, S. I. (2019). The impact of Islamic prayer on mental health and wellness. Journal of Religion and Health, 58(6), 2147–2160. https://doi.org/10.1007/s10943-018-0670-1
Prasetyono, H. (2015). Fisiologi Olahraga dan Aplikasinya. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Rahmadhon, E. (2015). Efek fisiologis dari latihan anatomi otot punggung terhadap fleksibilitas otot punggung bawah.
Riskesdas. (2018). Laporan Provinsi Sulawesi Selatan Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Santos, E. J. A. M., & Valamatos, M. J. (2020). Hamstring flexibility and lower back pain in young adults. European Journal of Applied Physiology, 120(4), 847–855.
Sharkey, B. J., & Gaskill, S. E. (2007). Fitness and Health (6th ed.). Human Kinetics.
WHO. (2014). Health for the world’s adolescents: A second chance in the second decade. World Health Organization. https://apps.who.int/adolescent/second-decade/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sabri Jufri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


