HUBUNGAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPORDUKSI DENGAN PEREFENSI FERTILITAS PEREMPUAN PEKERJA FORMAL KOTA SURABAYA

Authors

  • Dewi Intan Amaliyah Departemen Epidemiologi, Biostatistika, Kependudukan dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.46265

Keywords:

pengetahuan kesehatan reproduksi, preferensi fertilitas, sosio-demografi

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan tren angka pernikahan di Indonesia yang diikuti dengan tren penurunan angka fertilitas. Fenomena ini juga terjadi di beberapa kota besar, salah satunya adalah Kota Surabaya. Sektor pekerjaan formal di Kota Surabaya sangat luas. Perempuan yang bekerja sebagai tenaga profesional di Kota Surabaya juga meningkat tiap tahun. Istilah independent woman semakin melekat pada pekerja perempuan. Perempuan kini memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan dalam kariernya, yang secara perlahan menggeser peran tradisional mereka sebagai ibu rumah tangga dan istri. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat faktor sosio-demografi dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan preferensi fertilitas perempuan pekerja formal di Kota Surabaya. Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan menggunakan desain Cross-sectional. Populasi dalam peneltian ini tidak diketahui karena fluktuasi jumlah pekerja formal perempuan dari waktu ke waktu. Sampel dihitung berdasarkan rumus Lameshow dan didapatkan sampel sebanyak 100 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas terdiri dari usia, target usia menikah, pendidikan, pendapatan dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah preferensi fertilitas. Data dikumpulkan melului penyebaran kuesioner secara online melalui google form. Metode analisis menggunakan Chi-Square test. Variable usia, target usia menikah dan pendapatan berhubungan signifkan dengan preferensi fertilitas. Sementara pendidikan dan pengetahuan kesehatan reproduksi tidak berhubungan signifkan dengan preferensi fertilitas. Preferensi fertilitas tidak serta merta dianggap kuat berhubungan dengan faktor sosio-demografi dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi saja. Nilai anak menurut sosial, budaya dan agama mungkin lebih mempengaruhi. Diperlukan penelitian lanjut untuk menganalisis faktor yang lebih kuat berhubungan dengan preferensi fertilitas.

References

badan kependudukan dan keluarga berencana nasional. (2021). Kamus Istilah Kependudukan KB dan Keluarga Sejahtera. 1–141. https://dashboard.bkkbn.go.id/_nasional/bantuan/Kamus_Istilah_Kependudukan_dan_Keluarga_Berencana_sub_menu_daftar.pdf

Damayanti, M., & Sofyan, O. (2022). Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Dusun Sumberan Sedayu Bantul Tentang Pencegahan Covid-19 Bulan Januari 2021. Majalah Farmaseutik, 18(2), 220–226. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v18i2.70171

Fahira, T. S. (2021). Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Persiapan Berkeluarga Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Tahun 2021. IR Universitas Airlangga. https://ir.unair.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/ZjRmOWMzNjQxYjMzZmQwOGM1MmE4NTI5OWY2MThkYTVlNGUwOWMxMg==/index.html

Fardaniah, R. (2023). BKKBN: Pengendalian angka kelahiran bisa wujudkan Indonesia Emas 2045. 14 Agustus. https://www.antaranews.com/berita/3680358/bkkbn-pengendalian-angka-kelahiran-bisa-wujudkan-indonesia-emas-2045#:~:text=%22Target TFR kita 2%2C1,kelahiran per ibu dan anak

Hidayat, R., & Notobroto, B. (2015). Faktor yang Memengaruhi Preferensi Jumlah Anak. Biometrika Dan Kependudukan, 4(1), 55–62.

Igustin, E. D., & Budiantara, I. N. (2021). Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Total Fertility Rate di Indonesia Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 9(2), 178–185. https://doi.org/10.12962/j23373520.v9i2.56791

Kalista, Y. (2024). Independent Women Menjadi Alasan Menurunnya Angka Pernikahan. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/05/19/independent-women-menjadi-alasan-menurunnya-angka-pernikahan

Kemen PPPA. (2023). Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2023. Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, 244, xviii + 178.

Latar, N. L. (2024). Viral Kembali Istilah “Independent Woman.” 15 May. https://www.rri.co.id/lain-lain/692906/viral-kembali-istilah-independent-woman#:~:text=Independent woman tertuju kepada sosok,pada pihak lain%2C terutama pria.

Listyaningsih, U., Satiti, S., Hadi Nurcahyo, E., & Hilya Mumtaza, F. (2023). Estimasi parameter fertilitas menggunakan data registrasi penduduk di Kota Yogyakarta Estimation of fertility parameters using population registration data in Yogyakarta City. Jurnal Kependudukan Indonesia, 18(2), 125–138. https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Mu’min, A., Kebidanan, A., & Mashiro, L. T. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Usia Pertama Berhubungan Seks Pada Wanita Usia Subur (WUS) (Analisis Data Sekunder SDKI Tahun 2017). Jurnal Obstretika Scientia, 9(2), 857–892.

Mukri, S. G. (2018). Menyongsong Bonus Demografi Indonesia. 2. https://www.researchgate.net/profile/Syarifah-Gustiawati/publication/347090135_Menyongsong_Bonus_Demografi_Indonesia/links/639e430f40358f78ebf8ea81/Menyongsong-Bonus-Demografi-Indonesia.pdf

Ningtias, I. S. (2022). Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Angka Pernikahan Di Indonesia. Jurnal Registratie, 4(2), 87–98. https://doi.org/10.33701/jurnalregistratie.v4i2.2819

Nugrahaeni, S. R., & Sugiharti, L. (2022). Pengaruh faktor demografi dan nondemografi terhadap fertilitas di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 17(1), 15. https://doi.org/10.14203/jki.v17i1.679

Pradnyanita, P. A., & Sudibia, I. K. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Penduduk Di Kalangan Migran Di Kota Denpasar. Buletin Studi Ekonomi, 27(02), 233. https://doi.org/10.24843/bse.2022.v27.i02.p07

Pratiwi, E., Peristianto, S. V., & Efendy, M. (2024). Work-Life Balance Pada Wanita Karier Yang Menikah Muda. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(1), 4967–4975. https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Prayanti, N., Zulfanetti, Z., Junaidi, J., & Wahyuni, I. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas di Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari. Jurnal Paradigma Ekonomika, 16(3), 425–436. https://doi.org/10.22437/jpe.v16i3.12794

Rahman, A., & Syakur, R. M. (2018). Menelusur Determinan Tingkat Fertilitas. EcceS (Economics, Social, and Development Studies), 5(2), 57. https://doi.org/10.24252/ecc.v5i2.7079

Rayhan, M., & Zaini, D. (2023). Ecosains : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembangunan Analisis Permintaan Anak pada Wanita Bekerja di Indonesia ( TPAK ) di wilayah tersebu . Indikator TPAK merupakan ukuran utama ketenagakerjaan yang Tabel 1 Data Wanita yang bekerja tahun 2018-2022 di Indones. 12, 12–24.

Salma, N. U. dan N. F. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pilihan Jumlah Anak Ideal Pada Perempuan Umur 15-24 Tahun Di Indonesia (Analisis Sdki 2017). Journal Universitas Pahlawan , 4(3), 5530–5536.

Sulistyaningsih, I. A. (2015). Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Fertilitas di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya. Swara Bhumi, 1(1), 154–161.

Widiyana, E. (2024). Angka Pernikahan di Surabaya Terus Menurun selama 5 Tahun, Apa Penyebabnya? Baca artikel detikjatim, “Angka Pernikahan di Surabaya Terus Menurun selama 5 Tahun, Apa Penyebabnya?” 19 Maret. https://www.detik.com/jatim/berita/d-7249289/angka-pernikahan-di-surabaya-terus-menurun-selama-5-tahun-apa-penyebabnya#:~:text=Berdasarkan data Kemenag Surabaya%2C pada,menurun 87 dibandingkan tahun 2020.

Downloads

Published

2025-06-16

Issue

Section

Articles