IMPLEMENTASI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI DI PUSKESMAS WALANTAKAN

Authors

  • Jeremia Bagania Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Irny E. Maino Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Vennetia Ryckerens Danes Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.46179

Keywords:

hipertensi, promosi kesehatan, strategi

Abstract

Hipertensi dikenal sebagai The Silent Killer yang brarti dapat menyebabkan kematian secara mendadak tanpa adanya keluhan atau gejala. Menurut WHO (2023) menunjukkan jumlah penderita hipertensi secara global mencapai 33%, artinya satu dari tiga orang penduduk di dunia mengalami hipertensi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 30,8% angka ini menurun dari 34,1% pada Riskesdas 2018.  Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan suatu tempat fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang merupakan bagian dari penyedia standar pelayanan dasar bagi penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksaan strategi promosi kesehatan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Walantakan dalam upaya pencegahan hipertensi Jenis penelitia yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploriatif. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2025. Informan pada penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari kepala pukesmas, petugas promosi kesehatan, pemegang program P2PTM hipertensi, kepala camat, dan 2 orang penderita hipertensi. Hasil penelitian yang didapati yaitu Puskesmas Walantakan telah mengimplementasi program upaya pencegahanan hipertensi. Advokasi terhadap dinas kesehatan dan para pemimpin desa di wilayah kerja Puskesmas Walantakan juga telah dilakukan untuk membantu pelaksanaan program. Terdapat kemitraan yang telah terjalin melalui kader-kader puskesmas dan hal ini menjadi aspek dukungan sosial dalam kerbelangsungan program. Adapun kendala ditemui dari aspek pemberdayaan masyarakat yakni beberapa masyarakat tidak mengetaui jika ada pelayanan kesehatan bagi para lansia yang dilaksanakan dalam kegiatan posbindu PTM.

References

Bahar, H., 2020. Menyusun Rekomendasi Advokasi Kesehatan. Guepedia. Jawa Barat.

Iin, B., Tumurang, M. N., & Akili, R. (2017). KAJIAN TENTANG STRATEGI PROMOSI KESEHATAN PADA PENYAKIT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MINAHASA UTARA. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 6(3).Irwan. 2018. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Penerbit Deepublish CV Budi Utama: Yogyakarta.

Widiyaningsih, D & Dwi S. 2020. Promosi dan Advokasi Kesehatan. Penerbit Deepublish CV BUDI UTAMA: Yogyakarta.

Bolon, C Magdalena. 2021. Pendidikan dan Promosi Kesehatan. Penerbit UIM Press: Medan Timur.

Trisutrisno, I., Hasnidar., Sanya L., Rohani S., Sunomo H., Efendi S., Tasnim., Laeli H., Lusyana D., Niken A., Icca A., Janner S., Haruddin K., Santa M.

World Health Organization. 2024. Hypertension. https://www.who.int/news- room/fact-sheets/detail/hypertension [Diakses : 16 Januari 2025].

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles