PREDIKSI KASUS RAWAT INAP DIABETES MELLITUS TIPE 2 BERDASARKAN KELOMPOK USIA MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE DI RS X

Authors

  • ayu pangestuti Pangestuti Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Puspa Ayu Labibah Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Eva Tri Nurmaningtyas Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.45392

Keywords:

Diabetes Mellitus Tipe 2, Prediksi, Kelompok Usia, Rawat Inap, Least Square

Abstract

Diabetes mellitus adalah kondisi yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah akibat ketidakmampuan pankreas memproduksi hormon insulin secara optimal. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia saat ini mencapai 19,5 juta jiwa dan diprediksi meningkat menjadi 28,5 juta jiwa pada tahun 2045. Prediksi kunjungan pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2 di masa depan penting sebagai acuan dalam upaya penanganan dan pencegahan penyakit guna menekan angka kejadian. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan morbiditas rawat inap diabetes mellitus di RS X pada periode 2020–2024, dengan metode regresi linier least square untuk menganalisis tren kasus di masa depan. Hasil analisis menunjukkan bahwa prediksi kasus pada kelompok usia 0–24 tahun meningkat secara bertahap dari 6 kasus di tahun 2025 menjadi 11 kasus pada tahun 2029. Kelompok usia 25–64 tahun mengalami lonjakan signifikan, dari 446 kasus pada tahun 2025 menjadi 823 kasus pada tahun 2029. Selain itu, kelompok usia >65 tahun juga menunjukkan peningkatan yang konsisten setiap tahunnya. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kasus diabetes mellitus tipe 2 diprediksi meningkat pada semua kelompok usia, dengan lonjakan tertinggi pada usia produktif (25–64 tahun) dan tren stabil pada lansia (>65 tahun). Simpulan dari penelitian ini mengindikasikan pentingnya strategi pencegahan berkelanjutan pada usia muda, pengendalian intensif pada usia produktif, serta intervensi kesehatan yang lebih kuat pada kelompok lansia untuk mengurangi risiko di masa mendatang.

References

Arania, 2021. Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayat, 5(3), p. 150.

Dayaningsih, Diana, Yuni Astuti, Nadya Tri Yuwinda, dan Niken Dwi Rahayu. 2021. “Gambaran Pengetahuan Dan Perilaku Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Wilayah Kota Semarang.” Jurnal Keperawatan Sisthana 6 (2): 44–47. https://doi.org/10.55606/sisthana.v6i2.76.

IDF, Atlas. 2022. “Diabetes Melitus Adalah Masalah Kita.” Kemenkes. 2022. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1131/diabetes-melitus-adalah-masalah-kita.

Kafil, M., 2019. Penerapan Metode K-Neareset Neighbors Untuk Prediksi Penjualan Berbasis Penjualan Berbasis Web Pada Boutiq Dealove Bondowoso. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 3(2), p. 60.

Kemenkes. 2020. “Yuk, mengenal apa itu penyakit Diabetes Melitus (DM).” Penyakit Tidak Menular Indonesia. 2020. https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/page/5/yuk-mengenal-apa-itu-penyakit-diabetes-melitus-dm.

Moza Guyanto. 2024. “Mari Kenali Diabetes Melitus.” Kemenkes. 2024. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/3175/mari-kenali-diabetes-melitus.

Nofi, S., Syaphira, D. D., Aulia, S. T. & Syahmala, A. R., 2024. Hubungan Usia pada kejadian diabetes mellitus tipe 2 dengan pendekatan stepwise. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), p. 4283

Oktavia, S. et al., 2022. Faktor-Faktor Sosial Demografi Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabeets Mellitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Permas, 12(4), pp. 1039-1049.

Purwandari, C. A., Wiradmaji, B. & Mahmudiono, T., 2022. Faktor Risiko Terjadinya Komplikasi Kronis Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pra Lansia. Jurnal unair, 6(3), pp. 262-271.

Riskesdas. 2018. “Laporan Riskesdas 2018 Nasional.” Lembaga Penerbit Balitbangkes. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Sohorah, Asri & Gustang, T., 2022. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pola Makan Penderita Diabetes mellitus di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Wonomulyo. Journal Perguran, 4(2), pp. 805-810.

Susilawati, 2021. Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Hipertensi dengan Kejadian Diabetes mellitus Tipe 2 di Puskesmas Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Arkesmas, 6(1), pp. 15-21.

Wardhana , R. G., Wang , G. & Farida S, 2023. Penerapan Machine Learning Dalam Prediksi Tingkat Kasus Penyakit di Indonesia. journal of Information System Management (JOISM), 5(1), pp. 40-45

Widianingrum, R., Amalia, V., Diantri, D. & Sumba, G., 2024. Skrining Prediabetes dan Diabetes mellitus tipe-2 serta Pemberian Materi Faktor Risiko Diabetes mellitus pada Remaja di SMA IT Harapan Bunda Semarang. Med-Com Empowerment Journal, 1(2), pp. 10-17.

Zulkarnain, A. N., Hardini, K. F., Sukadi & Cahyadinata, I., 2024. Observasional Kapasitas Fisik ditinjau dari indeks massa tubuh, keseimbangan dan kemampuan berjalan. Sintesis: penelitian sains dan kesehatan, 5(2), pp. 191-196.

Downloads

Published

2025-09-30