KANDUNGAN COLIFORM DAN ESCHERICHIA PADA MATA AIR DI DESA KUMELEMBUAI DUA KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2024

Authors

  • Mutiara Kesek Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Oksfriani J. Sumampouw Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Odi R. Pinontoan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.44773

Keywords:

coliform, escherichia coli, mata air

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberadaan bakteri Coliform dan E. coli pada mata air yang berada di Desa Kumelembuai Dua, Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan berbasis pada uji laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan langsung di lokasi, yakni Desa Kumelembuai Dua, sedangkan pengujian laboratorium dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama bulan Juli hingga Oktober 2024. Sampel penelitian terdiri dari tiga titik mata air yang berbeda, yaitu mata air Kumelembuai, Sondaken, dan Erasen. Variabel utama dalam penelitian ini meliputi kadar Total Coliform dan Total E. coli pada ketiga sumber mata air tersebut, dengan data primer berupa hasil pengukuran kandungan kedua jenis bakteri tersebut. Data dianalisis secara univariat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar Total Coliform (TC) pada ketiga mata air berkisar antara 60 hingga 231 CFU per 100 ml. Konsentrasi terendah ditemukan pada air dari mata air Sondaken (60 CFU/100 ml), sedangkan kadar tertinggi tercatat pada air bak penampungan dari mata air yang sama, yaitu 231 CFU/100 ml. Untuk parameter Total Escherichia coli (TEC), hasil pengukuran menunjukkan rentang 11 hingga 211 CFU per 100 ml. Kadar TEC paling rendah ditemukan pada air bak dari mata air Kumelembuai (11 CFU/100 ml), sementara angka tertinggi diperoleh dari bak air Sondaken (211 CFU/100 ml). Dengan demikian, air dari mata air Kumelembuai, Sondaken, dan Erasen tidak memenuhi syarat sebagai air bersih yang layak konsumsi.

References

Andini, N. F. (2017). Uji Kualitas Fisik Air Bersih pada Sarana Air Bersih Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Nagari Cupak Kabupaten Solok. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 2(1), 7-16.

Gargitha, I. W. G. S., Restu, I. W., & Waskita Sari, A. H. (2016). Analisis Kondisi Indeks Kualitas Air pada Enam Mata Air di Kabupaten Gianyar, Bali. Ecotrophic, 10(2), 116-122.

Handayani, S., Ramadhannoor, I., & Toemon, A. I. (2023). Deteksi Escherichia Coli dari air sungai tercemar merkuri sebelum dan sesudah perebusan. Jurnal Endurance, 8(2), 389-395.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan

Pracoyo, N. E. (2006). Penelitian bakteriologik air minum isi ulang di daerah Jabotabek. Cermin Dunia Kedokteran, 152, 37-40.

Sumampouw, O. J. (2019). Kandungan bakteri penyebab diare (coliform) pada air minum (studi kasus pada air minum dari depot air minum isi ulang di Kabupaten Minahasa). Journal PHWB, 1(2), 8-13.

Vaulina, Y. (2021). Kajian kualitas sumber air baku pdam tirta alami kabupaten kepahiang. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 10(1), 194-202.

Waangsir, F.W.G., Suluh, D, & Pitreyadi Sadukh, J.J. (2022). Efektivitas Penurunan Escherichia coli pada Air Bersih Menggunakan Tumbuhan Kelor (Moringa Olifera) dengan Variasi Konsentrasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 4403–4410.

Winasari, K., Endriani, R., & Chandra, F. (2015). Uji Bakteriologis Air Minum pada Mata Air Bukit Sikumbang Desa Pulau Sarak Kecamatan Kampar (Doctoral dissertation, Riau University).

Downloads

Published

2025-06-22

Issue

Section

Articles