HUBUNGAN POLUTAN UDARA AMBIEN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA

Authors

  • Nadya Inayah Univeristas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.44236

Keywords:

polusi, balita, ispa

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah. Infeksi saluran pernapasan akut, khususnya pneumonia, masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada bayi dan balita di seluruh dunia. Balita memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dibandingkan kelompok usia lainnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelusuri berbagai sumber ilmiah yang relevan. Dari berbagai penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan dan sosial-ekonomi turut berperan dalam meningkatkan risiko ISPA dan pneumonia pada balita. Kondisi rumah yang buruk, kurangnya ventilasi, serta kebiasaan penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan menjadi faktor utama dalam meningkatkan paparan polusi udara dalam rumah. Polusi udara dan faktor lingkungan meningkatkan risiko ISPA pada balita, terutama di daerah perkotaan dan sekitar industri dengan pencemaran tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami sejauh mana polusi udara mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita. Studi ini menyoroti pentingnya menjaga polusi udara serta lingkungan untuk mengurangi terjadinya penyakit ISPA.  

References

Agrina, A., Suyanto, S., & Arneliwati, A. (2015). Analisa Aspek Balita Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Di Rumah. Jurnal Keperawatan, 5(2), 115–120.

Amelia, W. S., & Marita, Y. (2023). Hubungan Antara Pencemaran Udara Dalam Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Desa Pemetung Basuki Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Pemetung Basuki Kabupaten Oku Timur. Jurnal Kesehatan Abdurahman, 12(2), 94–101. https://doi.org/10.55045/jkab.v12i2.178

Garmini, R., & Purwana, R. (2020). Polusi Udara Dalam Rumah Terhadap Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di TPA Sukawinatan Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 1. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.1-6

Herawati, C., Indrini, P., & Kristanti, I. (2021). Analisis Faktor Perilaku Keluarga Terhadap Kejadian Ispa Pada Balita. Jurnal Kesehatan, 12(2), 85–90. https://doi.org/10.38165/jk.v12i2.243

Heriyati, H., Sari, N., & Page, M. T. (2022). Perilaku Keluarga Dengan Kejadian ISPA Pada Balita. JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka, 2(2), 175–181. https://doi.org/10.36086/jkm.v2i2.1417

Munggaran, G. A., Kusnoputranto, H., & Ariyanto, J. (2024). Korelasi Polusi Udara dengan Insiden Pneumonia Balita di DKI Jakarta pada Tahun 2017-2020. Jurnal Promotif Preventif, 7(1), 123–135. https://doi.org/10.47650/jpp.v7i1.1071

Nova, L. S., Siahainenia, H. E., & Novianti, P. (2023). Gambaran Kejadian ISPA Pada Anak Balita di Sekitar Industri Baja Menurut Jarak dan Kondisi Lingkungan. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 13(1), 24–33. https://doi.org/10.52643/jbik.v13i1.2521

Organization, W. H. (2007). Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi di fasilitas pelayanan kesehatan. Geneva.

P2P, D. J. (2016). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kementrian Kesehatan RI.

Rudan I, Bosschi-Pinti C, B. Z., & Mulholland K, C. H. (2008). Epidemiology and etiology of childhood pneumonia. Bulletin of the World Health Organization.

Utami, H. T., & Windraswara, R. (2019). Korelasi Meteorologi dan Kualitas Udara dengan Pneumonia Balita di Kota Semarang Tahun 2013-2018. Higeia, 3(4), 588–598. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeiahttps://doi.org/10.15294/higeia/v3i4/31037

Yandri Ratu Sepeh. (2023). Analisis Faktor Determinan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Pedesaan. Jurnal Kesehatan Komunikasi Santa Elisabeth, 0, 7.

Downloads

Published

2025-06-17

Issue

Section

Articles