PENERAPAN INTERVENSI MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I TERHADAP TEKANAN DARAH, SATURASI OKSIGEN, DAN FREKUENSI NADI PADA PASIEN KRITIS DI RUANG ICU RSUD RADEN MATTAHER KOTA JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.44160Keywords:
Frekuensi nadi, Mobilisasi Progresif Level I, Pasien Kritis, Saturasi Oksigen, Tekanan DarahAbstract
Latar Belakang: Pasien kritis yang berada di ICU membutuhkan aktifitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan status hemodinamik dan morbiditas pasien. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk melakukan aktifitas fisik adalah mobilisasi progresif Level I. Mobilisasi progresif level 1 berpengaruh dalam meningkatkan pengembangan diafragma, meningkatkan kontraksi otot jantung, serta meningkatkan aliran udara yang akan memberikan pengaruh pada status hemodinamik pasien. Metode: Rancangan karya ilmiah akhir ners ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subjek yang digunakan adalah 2 pasien kritis dengan penurunan kesadaran dengan nilai RASS -5. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan melihat perubahan tekanan darah, saturasi oksigen serta frekuensi nadi sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Hasil: Pada kedua pasien didapatkan adanya peningkatan pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi setelah diberikan mobilisasi progresif level I. Kesimpulan: Penerapan mobilisasi progresif level 1 pada pasien kritis dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk memperbaiki status hemodinamik pasien kritis yang secara spesifik berpengaruh pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi. Latar Belakang: Pasien kritis yang berada di ICU membutuhkan aktifitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan status hemodinamik dan morbiditas pasien. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk melakukan aktifitas fisik adalah mobilisasi progresif Level I. Mobilisasi progresif level 1 berpengaruh dalam meningkatkan pengembangan diafragma, meningkatkan kontraksi otot jantung, serta meningkatkan aliran udara yang akan memberikan pengaruh pada status hemodinamik pasien. Metode: Rancangan karya ilmiah akhir ners ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subjek yang digunakan adalah 2 pasien kritis dengan penurunan kesadaran dengan nilai RASS -5. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan melihat perubahan tekanan darah, saturasi oksigen serta frekuensi nadi sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Hasil: Pada kedua pasien didapatkan adanya peningkatan pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi setelah diberikan mobilisasi progresif level I. Kesimpulan: Penerapan mobilisasi progresif level 1 pada pasien kritis dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk memperbaiki status hemodinamik pasien kritis yang secara spesifik berpengaruh pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi.References
Putri, R. T. (2022). Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Pada Tn. R Dengan Peritonitis Difus Atas Indikasi Post Laparatomi Dengan Terapi Suction Untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen Di Ruangan ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2022
Tanujiarso, B. A., & Lestari, D. F. A. (2020). Mobilisasi Dini Pada Pasien Kritis Di Intensive Care Unit (ICU): Case Study. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 4(1), 59-66.
Nurhayati, F., Prajayanti, E. D., & Sumardi, S. (2023). Penerapan Mobilisasi Progresif Level I Terhadap Tekanan Darah Dan Saturasi Oksigen Pada Pasien Penurunan Kesadaran Di ICU RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Journal Of Educational Innovation And Public Health, 1(4), 24-36.
Iswari, M. F., & Ginanjar, M. R. (2019). Pengaruh Mobilisasi Progresif Level 1 Terhadap Tekanan Darah Dan Saturasi Oksigen Pasien Dengan Penurunan Kesadaran. Indonesian Journal For Health Sciences, 3(2), 57-63.
Astuti, A., Rasyidah, A. Z., & Wibowo, S. A. (2022). Mobilisasi Progesif Level I Menstabilkan Tekanan Darah Dan Saturasi Oksigen Pasien Stroke. Jurnal Endurance, 7(3), 599-606.
Kusumaningrum, V. V., & Prasetyo, J. (2023). Penerapan Mobilisasi Progresif Untuk Meningkatkan Status Hemodinamik Pada Pasien Kritis Di ICU Mawar RSUD Kota Salatiga. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendi
Karokaro, T. M., & Abdi Lestari Sitepu. (2024). Effect Of Level 1 Progressive Mobilization On Oxygen Saturation In Patients With Decreased Consciousness. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (JKF), 7(1), 116–120. https://doi.org/10.35451/jkf.v7i1.2282
Masruroh, Z. (2019). Efektivitas Mobilisasi Progresif Level I dan Foot Massage Terhadap Perubahan Mean Arterial Pressure (MAP) Pada Pasien Kritis di RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Khasanah, S. U., & Yulistiani, M. (2021). Pemberian Rom Pasif Terhadap Hemodinamika Pasien Post Operasi Di Ruang Rawat Inap Rsud Banyumas. Adi Husada Nursing Journal, 6(2), 99- 105
Astuti, A., Rasyidah, A. Z., & Wibowo, S. A. (2022). Mobilisasi Progesif Level I Menstabilkan Tekanan Darah Dan Saturasi Oksigen Pasien Stroke. Jurnal Endurance, 7(3), 599-606.
Lamadu, H. (2024). Pengaruh Tindakan Mobilisasi Dini Terhadap Denyut Jantung dan Frekuensi Napas Pasien Di Ruangan ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Natalia Ruthanaya Samosir, Yosi Oktarina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


