ANALISIS PERILAKU TIDAK AMAN PADA PEKERJA INSTALASI RIG PT. PERTAMINA HULU ROKAN ZONA 1 FIELD JAMBI

Authors

  • Naya Rahmadani Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi
  • Silvia Mawarti Perdana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi
  • Budi Aswin Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi
  • M Ridwan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi
  • Willia Novita Eka Rini Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.44158

Keywords:

ABC (Antecendent-Behavior-Consequence), kecelakaan kerja, perilaku tidak aman

Abstract

Perilaku tidak aman merupakan tindakan yang tidak mematuhi peraturan keselamatan kerja. Perilaku ini merupakan faktor utama penyebab kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku tidak aman serta faktor antecedent dan consequence yang mendasari perilaku tersebut. Penelitian ini merupakanenelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di RIG 94 PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Field Jambi. Variabel yang diteliti meliputi bentuk-bentuk perilaku tidak aman pekerja, faktor antecedent (kebijakan/peraturan K3, pengawasan, ketersediaan dan penggunaan APD), serta faktor consequence (reward dan punishment). Analisis data dilalukan dengan manual menggunakan matriks wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perilaku tidak aman, seperti bekerja tidak sesuai prosedur, tidak menggunakan APD lengkap, penggunaan APD yang salah, menggunakan aksesoris saat bekerja, berada di area tidak aman, dan melakukan bypass. Faktor antecedent yang belum optimal meliputi pengawasan yang kurang maksimal dan distribusi APD yang belum efisien. Faktor consequence masih kurang, dengan pemberian hukuman yang belum efektif dan minimnya penghargaan bagi pekerja. Perilaku tidak aman yang dilakukan pekerja meliputi bekerja tidak sesuai prosedur, tidak menggunakan APD lengkap, penggunaan APD yang salah, menggunakan aksesoris saat bekerja, dan berada di area tidak aman. Penyebab perilaku tersebut terkait dengan faktor antecedent dan consequence, termasuk pengawasan, ketersediaan dan penggunaan APD, serta pemberian punishment dan reward yang masih belum optimal dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.

References

Irzal, M. (2016). Dasar-Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Edisi 1. In google books (pp.13–63).Kencana.https://books.google.co.id/books?id=DVNDwAAQBAJ&lpg=PR5&ots=2Acq_Nz91x&dq=Dasar dasar kesehatan dan keselamatan kerja Drs. irzal MK&lr&hl=id&pg=PP1#v=onepage&q&f=false

Larasatie, A., Fauziah, M., Herdiansyah, D., & Kerja, K. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman ( Unsafe Action ) Pada Pekerja Produksi Pt . X. 2(2), 133–146.

Listyandini, R., & Suwandi, T. (2019). Hasil. 7(1), 1–10.

Monalisa, U., Sibakir, & Listiawati, R. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman Pada Pekerja Service Pt. Agung Automall Cabang Jambi. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(10), 3391–3398. https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/view/1332

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Badan Pengawas Keuangan RI, 10(9), 32. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/5263/pp-no-50-tahun-2012

Peraturan Kementerian Tenaga Kerja. (1998). Permenaker No. 03/Men/1998. 2.

Putri, D. N., & Lestari, F. (2023). Analisis penyebab kecelakaan kerja pada pekerja di proyek konstruksi : Literatur review. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 451–452.

Rahmawati, P. I., & Suci, N. M. (2020). Pengaruh Reward Dan Punishment Terhadap Motivasi. 2(1), 21–30.

Rini, P., Ulvi, L., & Ayu P. (2023). Implementasi Perlindungan Hak Pekerja terkait Kecelakaan Kerja oleh BPJS Ketenagakerjaan. Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum, 1(4), 270–285. https://doi.org/10.59581/deposisi.v1i4.1873

Romadhon, F. A., & Nawawi, Z. M. (2024). Economic Reviews Journal. Economic Reviews Journal, 3(1), 96–108. https://doi.org/10.56709/mrj.v4i1.624

Tri Handari, S. R., & Qolbi, M. S. (2021). Faktor-Faktor Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Ketinggian di PT. X Tahun 2019. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 17(1), 90. https://doi.org/10.24853/jkk.17.1.90-98

Uyun, R. C., & Widowati, E. (2022). Hubungan Antara Pengetahuan Pekerja Tentang K3 Dan Pengawasan K3 Dengan Perilaku Tidak Aman (Unsafe Action). Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 10(3), 391–397. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i3.33318

Zahiri Harsini, A., Ghofranipour, F., Sanaeinasab, H., Amin Shokravi, F., Bohle, P., & Matthews, L. R. (2020). Factors associated with unsafe work behaviours in an Iranian petrochemical company: Perspectives of workers, supervisors, and safety managers. BMC Public Health, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09286-0

Downloads

Published

2025-06-21

Issue

Section

Articles