EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI UPT PUSKESMAS LUBUK MUDA
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.43560Keywords:
Efektivitas, Menyusui, Pijat Oksitosin, Produksi ASI.Abstract
Menyusui memberi anak awal terbaik dalam hidupnya. Diperkirakan lebih dari satu juta anak meninggal tiap tahun akibat diare, penyakit saluran nafas dan infeksi lainnya karena mereka tidak mendapatkanSI. Selain faktor pengetahuan, peran dan dukungan suami juga penting dalam meningkatkan produksi ASI. Aspek yang mempengaruhi dari kelancaran ASI salah satunya ada pada peran suami. Peran dan dukungan suami berdampak positif pada pencapaian peran dan psikis ibu. Dukungan suami yang kurang dapat memicu pencapaian peran ibu yang kurang dan memicu rasa stres sehingga produksi ASI mengalami ketidaklancaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di UPT Puskesmas Lubuk Muda yang berlaku pada Desember sampai Januari 2025. Rancangan pada penelitian adalah Pra-Experiment, dengan menggunakan rancangan one group pre test dan post test design dengan populasi sebanyak 14 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Adapun waktu penelitian di bulan Desember sampai Januari 2025 di UPT Puskesmas Lubuk Muda. Adapun instrument penelitian menggunakan 7 indikator kelancaran produksi ASI. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test dan diperoleh hasil nilai p-Value 0,001<0,05. Berdasarkan hasil uji statistik tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dilakukan pijat oksitosin oleh suami untuk ibu menyusui berdistribusi normal. Disarankan bagi ibu menyusui agar dapat melakukan pijat oksitosin bersama suaminya untuk meningkatkan produksi ASI.References
Ambarwati. (2020). Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.
Amirullah, A., Putra, A. T. A., & Al Kahar, A. A. D. (2020). Deskripsi status gizi anak usia 3 sampai 5 tahun pada masa Covid-19. Murhum: jurnal pendidikan anak usia dini, 1(1), 16-27.
Bayu, M. 2021. Pintar ASI dan Menyusui. Jakarta Selatan : Panda Medika
Dahlan, MS. 2022. Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika
Delima, Mera & Rosya, Ernalinda. 2019. Pengaruh pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Ibu Menyusui Di Puskesmas Plus Mandiangin. Jurnal Ipteks Terapan Research of Applied Scienen and Education. Vol 9 No 4 Agustus, hal 282-293
Erlysita Lammarisi, dkk. 2018. Dahsyatnya Hamil Sehat dan Normal Edisi Revisi. Yogyakarta :Idesegar Media Utama
Gultom, C. E., Jasmawati, J., & Nulhakim, L. (2023). Efektivitas Pijat Oksitosin oleh Suami dan Bidan dalam Meningkatkan Kelancaran ASI pada Ibu Nifas. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 79–89. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v2i2.370
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2015 (Vol. 1227, Issue July). https://doi.org/10.1002/qj
Kusumawardani, D. A., & Wahyuningtyias, F. (2021). Faktor Predisposisi Implementasi Suami Siaga Selama Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Jember. Ikesma, 17(November), 13. https://doi.org/10.19184/ikesma.v0i0.27174
Mufdlilah, Zulfa, S. Z., & Johan, R. B. (2019). Buku Panduan Ayah ASI. In Nuha Medika. http://digilib.unisayogya.ac.id/4255/1/Buku Panduan Ayah ASI.pdf
Nandia, J. R. D., & Anggorowati. (2020). Pendidikan Kesehatan Pada Ibu Nifas (Sebuah Pendekatan Keluarga).
Naranjo, J., Fuad, H., Hakim, Z., Panchadria, P. A., Robbi, M. S., Yulianti, Y., Susanti, E., Sholeh, M., Teuku Fadjar Shadek, R. S., Kamil Arif, I., Gunadhi, E., Partono, P., Sampieri, R. H., & Pariyatin, Y. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Pijat Oksitosin Dengan Sikap Ibu Melakukan Pijat Oksitosin Di BPM Isna Junaedi Am.Keb Desa Gedangan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Title. Jurnal Algoritma, 12(1), 579–587.
Notoadmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Ouyang, Y. Q., & Nasrin, L. (2021). Father’s knowledge, attitude and support to mother’s exclusive breastfeeding practices in bangladesh: A multi-group structural equations model analysis. Healthcare (Switzerland), 9(3). https://doi.org/10.3390/healthcare9030276
Pangkong, M. (2017). Hubungan Antara Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 13-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sonder. Kesmas, 6(3), 1–8.
R, M., & Sitorus, N. Y. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Konsumsi Nutrisi Dan Peran Suami Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Area Selatan Kota Medan Tahun 2020. Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(4), 446–452. https://doi.org/10.33024/jkm.v6i4.3039
Rahmawati, D., & Agustin, L. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pemberian Informasi Tentang Stunting dengan Kejadian Stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 80–85.
Romdiyah, Nugraheni, & Nurbaeti (2021). Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas. Jurnal Sains Kebidanan, 3(2), 52-56
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. ALFABETA, CV.
Susanti, E. T., & Triningsih, L. (2021). Literature Review : Pijat Oksitosin oleh Suami Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, 7(1), 39–52. https://doi.org/10.56186/jkkb.85
Yunardi. (2021). i BONDING AYAH PEDULI ASI DAN STUNTING ( PEDAS ) selur uh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penulis dan penerbit . ii.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anaria Anaria, Riski Novera Yenita, Hirza Rahmita, Fatma Nadia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


