PERBANDINGAN KADAR ERITROSIT DAN HEMATOKRIT DARAH EDTA YANG SEGERA DIPERIKSA DAN DITUNDA SELAMA 1, 2 DAN 3 JAM

Authors

  • Okta Wilda Yanti Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Tri Dyah Astuti Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.43368

Keywords:

ditunda, eritrosit, hematokrit, hematologi, segera diperiksa

Abstract

Pemeriksaan hematologi dilaboratorium cukup sering dilakukan, seperti kadar darah hemoglobin, hematokrit, indeks sel darah merah, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih dan jumlah trombosit. Pemeriksaan hematologi digunakan sebagai dasar perawatan pasien. Oleh karena itu pemeriksaan hematologi ini harus dilakukan dengan baik dan benar terutama pada sampel darah yang sudah diambil harus segera dilakukan pemeriksaan, karena stabilitas sampel dapat berubah. Waktu tunda mempengaruhi jumlah sel darah merah, dan semakin lama penundaan, semakin rendah jumlah sel, karena sel mengalami hemolisis atau kematian selama penundaan, dan sel mengalami perubahan biokimia, biomekanik dan reaksi imunologi yang menyebabkan kerusakan struktural dan morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai eritrosit dan hematokrit yang diperiksa segera dan ditunda selama 1,2 dan 3 jam. Peneltian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Quasi experiment design pada 10 reponden yang diambil darahnya secara Accidental sampling. Sampel yang diambil yaitu mahasiswa TLM angkatan 2017, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan hasil uji One Way Anova pada pemeriksaan eritrosit menunjukan nilai.Sig 0.417> ???? (0.05) adapun pada pemeriksaan hematokrit menunjukan nilai .Sig 0.502 > ???? (0.05). Demikian dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada pemeriksaan jumlah eritrosit dan hematokrit terhadap perlakuan sampel segera diperiksa maupun ditunda selama 1, 2, dan 3 jam.

References

Afriansyah, F., Bastian,. Sari, i., Juraijin, D. (2021). Pengaruh Lamanya Penyimpanan dan Suhu Terhadap Jumlah Eritrosit. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science. 2(2), 108-114.

Afriona, S. (2020). Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Leukosit Antara Metode Manual Improved Neubauer Dengan Metode Automatic Hematologi Analyzer di RSUD M. Natsir Solok. Skripsi. Universitas Perintis Indonesia. Anggraini, A. (2018). Perbedaan Indeks Eritrosit Menggunakan Antikoagulan K2EDTA​dan​K3EDTA​Metode Automatic.Skripsi.​Universitas Muhammadiyah Semarang.

Asiyah, N. (2018). Perbedaan jumlah lekosit sampel segera diperiksa dan tunda 2 jam dan 4 jam pada pasien lekositosis. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Darmayani, S., Hasan, F. E., & A, D. E. (2018). Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Leukosit Antara Metode Manual Improved Neubauer Dengan Metode Automatic Hematology Analyzer. Jurnal Kesehatan Manarang, 2(2), 72.

Destanto, G. D. (2012). Pengaruh Volume Darah pada Tabung Vakum dengan Antikoagulan EDTA Terhadap Indeks Eritrosit pada Pasien Anemia. Skripsi. Universitas hasanuddin makassar.

Herlina, P., & Hasan, F. E. (2017). Gambaran Nilai Hematokrit pada Penderita Tuberculosis (Tb) yang Mendapat Pengobatan Obat Anti Tuberculosis (Oat) di Puskesmas Poasia Kota Kendari. Skripsi, Poltekkes Kemenkes Kendari.

Isnaeni, Ana, P., Iriantom, Aritonang, & Agus. (2012). Poltekkes Kemenkes Yogyakarta | 9. Jurnal Kesehatan, 6(6), 9–33.

Kesuma, S., Syumarliyanty, M., & Hartono, A. R. (2021). Evaluasi Analitik Hematology Analyzer Diatron Abacus 3 Pada Parameter Hematologi Rutin Di Laboratorium Hematologi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist, 4(1), 1-20.

Muslim, A. (2017). Pengaruh Waktu Simpan Darah K2EDTA dan Na2EDTA pada Suhu Kamar Terhadap Kadar Hemoglobin. Jurnal Analis Kesehatan, 4(2), 392-396.

Mustika, S. L. A. (2021). Gambaran Nilai Hematokrit yang Diperiksa Segera dan Ditunda 2 Jam pada Suhu Kamar. Karya Tulis Ilmiah. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional.Nabila, M. . (2021). Gambaran Jumlah Eritrosit pada Penderita Tuberculosis Paru Sebelum dan Sesudah Pengobatan. Skripsi. POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

Nadzifah, N. (2020). Pengaruh Lama Penyimpanan Darah EDTA dalam Lemari Es (Suhu 4 C) Terhadap Nilai Hematokrit Menggunakan Metode Hematology Analyzer. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Nugraha, G. (2015). Panduan Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar. CV Trans Info Medika. Jakarta.

Nuryati, A., & Suhardjono, S. (2016). Pengaruh Volume, Lama Pendiaman dan Suhu Penyimpanan Darah pada Pemeriksaan Mikrohematokrit Terhadap Nilai Hematokrit. Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology), 12(2), 141-146

Downloads

Published

2025-03-15

Issue

Section

Articles