SOSIALISASI DAN EDUKASI BAKPAO KELOR SEBAGAI ALTERNATIF HIDANGAN ANTI STUNTING DI DESA PENANGGUNGAN, MOJOKERTO

Authors

  • Tiara Eka Pramudita Khoirunnisa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.42829

Keywords:

Bakpao Kelor, Daun Kelor, Sosialisasi, Stunting

Abstract

Di Indonesia, stunting masih menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki permasalahan gizi yang cukup tinggi, termasuk di Desa Penanggungan, Kota Mojokerto. Kurangnya asupan gizi pada anak usia dini berkontribusi terhadap masalah ini, yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi termasuk protein, kalsium, zat besi, dan vitamin A, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak. Upaya mengatasi stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan guna mengubah pola pemberian makanan pada anak melalui edukasi gizi yang tepat untuk mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi edukasi kepada kader kesehatan dan anggota PKK mengenai stunting, penyebabnya, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pemanfaatan daun keelor untuk mencegah stunting. Program sosialisasi dilakukan kepada kader kesehatan dan anggota PKK dengan memberikan edukasi tentang stunting serta manfaat daun kelor melalui ceramah dan pemutaran video. Pengukuran efektivitas sosialisasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan partisipan secara signifikan. Rata-rata nilai pre-test yang awalnya sebesar 48,57 meningkat menjadi 87,71 pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting dan pemanfaatan daun kelor. Sosialisasi dan edukasi mengenai bakpao kelor sebagai alternatif makanan anti-stunting terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Diharapkan dengan pemanfaatan bahan pangan lokal seperti daun kelor, angka stunting di Desa Penanggungan dapat berkurang.  

References

Azhari, A. P. (2024). Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Dan Pemberian Puding Daun Kelor Di Desa

Janapria. Communnity Development Journal, 5(4), 6106–6110.

Hasanuddin, I., Al, J. P., Sulaeman, Rodin, M. A., Nurbaya, Laela, N., & Suparta. (2022). Guna Pencegahan Stunting Di Desa Cenrana Kec Panca Lautang. Jurnal Kreativitas Pengabdia Kepada Masyarakat, 5, 2458–2466.

Hermawan, D., Winahyu, D. A., Kurniasari, D., Listyaningsih, E., Furqoni, P. D., Herawati, K., Royani, M., Sukowati, A. D., Anggarini, W., Vebriani, S. S., Ningrum, A. W., & Yulistiani, A. (2023).

Cookies Daun Kelor sebagai Inovasi Makanan Pendukung Percepatan Penurunan Stunting. Malahayati Nursing Journal, 5(11), 4038–4047. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i11.12453

Kemendagri. (2024). MONITORING PELAKSANAAN 8 AKSI KONVERGENSI INTERVENSI PENURUNAN STUNTING TERINTEGRASI. DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH.

https://konvergensi.bangda.kemendagri.go.id/emonev/DashPrev

Moedjiherwati, T., Octavianti, M., Handriati, A., & Handayani, B. (2023). Pemanfaatan Daun Kelor bagi

Pencegahan Stunting di Desa Surianeun Kabupaten Pandeglang. Seandanan: Jurnal Pengabdian

Pada Masyarakat, 3(1), 8–14. https://doi.org/10.23960/seandanan.v3i1.54

Nazidah, M. D. P., Fauziah, R., Hafidah, R., Jumiatmoko, J., & Nurjanah, N. E. (2022). Pengaruh Stunting

pada Kognitif Anak Usia Dini. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 17(1), 59–72.

https://doi.org/10.24090/yinyang.v17i1.4964

Perpres. (2020). Peraturan Presiden No. 28. 1.

Perwitasari, T., Nurita, S. R., & Armina, A. (2023). Edukasi pada Ibu Balita tentang Pemanfaatan Daun

Kelor untuk Pencegahan Stunting di Desa Talang Bukit Muaro Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(2), 230. https://doi.org/10.36565/jak.v5i2.458

Septiani, H., Ariani, D., Hanifa, N., & Putri, N. I. (2023). Pemanfaatan Daun Kelor untuk Meningkatkan

Produksi ASI. Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 28–31.

https://doi.org/10.52221/daipkm.v1i1.229

Tarmizi, S. N. (2024). Membentengi anak dari stunting. Kemenkes Republik Indonesia, 20.

United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2021). Southeast Asia Regional Report on Maternal Nutrition and Complementary Feeding. Who, October, 83.

Wahyuningsih, R., & Darni, J. (2021). Edukasi Pada Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Kudapan Untuk Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat

Sasambo, 2(2), 161. https://doi.org/10.32807/jpms.v2i2.687

Werdaningtyas, R. (2024). Pengaruh edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan daun kelor sebagai pencegahan stunting. Kesehatan Tambusai, 5(2), 5138–5147. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/manuju/article/view/3231

Downloads

Published

2025-03-19

Issue

Section

Articles