STUDI KASUS : PENERAPAN METODE SWADDLING DAN SHUSHING DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN BAYI DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM YANG MENJALANI TINDAKAN INVASIF DI RUANG PERINATOLOGI RSUD dr. T.C. HILLERS MAUMERE
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.42142Keywords:
asfiksia neonatorum, swaddling, shushing, nyeri, tindakan invasifAbstract
Asfiksia neonatorum adalah kegagalan dalam memulai dan mempertahankan pernapasan ketika neonatus lahir. Kasus asfiksia neonatus merupakan terbanyak kedua di ruangan Perinatologi RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Bayi asfiksia membutuhkan perawatan khusus, sehingga bayi harus mendapatkan beberapa tindakan invasif yang dapat menimbulkan nyeri, seperti pengambilan darah, pemasangan infus dan injeksi obat. Nyeri yang terjadi menimbulkan ketidaknyamanan dan stres pada bayi, sehingga diperlukan tindakan nonfarmakologis untuk memberikan rasa nyaman pada bayi yaitu metode swaddling dan shushing. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan intervensi keperawatan metode swaddling dan shushing pada bayi asfiksia untuk memberikan rasa nyaman selama dilakukan tindakan invasif. Metode penelitian adalah studi kasus, jumlah subjek sebanyak 2 orang bayi, dengan kriteria inklusi asfiksia neonatorum ringan-berat dan akan dilakukan tindakan invasif. Penerapan metode swaddling menggunakan bedong bayi dan metode shushing menggunakan suara berbisik “shshshsh”. Nyeri diukur menggunakan skala NIPS. Hasil yang diperoleh pada subjek pertama dan kedua yaitu kategori skala nyeri ringan. Kesimpulan: penerapan metode swaddling dan shushing dapat menjadi salah satu alternatif nonfarmakologis untuk memberikan rasa nyaman selama dilakukan tindakan invasive, dan diharapkan menjadi bagian dari asuhan perkembangan bayi selama di rawat di Rumah Sakit.References
Eskatogi, Sinaga, I., & Tambunan, D. M. (2024). Efektivitas Metode 2s ( Swaddling Dan Sucking ) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Bayi Setelah Imunisasi Hb0 Di Praktek Mandiri Bidan Medan. Indonesian Trust Nursing Journal (ITNJ), 2(1), 31–39
Hidayati, N., Yahya, N., Ahid, O., Aritonang, N. H., & Nababan, T. (2024). Efektivitas Metode 2S ( Swinging , Sushing ) terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi di PMB Lilis Sugianti Kota Pekanbaru. 4, 2490–2499.
Lydia Lestari, D. (2024). Asfiksia Neonatorum. Scientific Journal, 3(1), 08–15. https://doi.org/10.56260/sciena.v3i1.124
Lopez, O., Subramanian, P., Rahmat, N., Theam, L. C., Chinna, K., & Rosli, R. (2015). The effect of facilitated tucking on procedural pain control among premature babies. Journal of Clinical Nursing,24.(1-2), 183-203
Oktaviani, E., Soewito, B., & Amelda, T. U. (2022). PENERAPAN METODE SWADDLING UNTUK MEMINIMALKAN NYERI PADA Prodi Keperawatan Lubuklinggau , Poltekkes Kemenkes Palembang. 2(2), 46–51.
Organization, W.H. (2015). World Health Statistics 2015. World Health Organization
Portiarabella, P., Wardhana, A. W., & Pratiningrum, M. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Asfiksia Neonatorum: Suatu Kajian Literatur. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 538–543. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.413
Purbasary, E. K., Virgiani, B. N., & Hikmawati, K. (2022). Gambaran Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Indramayu. FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2), 104–109. https://doi.org/10.55904/florona.v1i2.829
Shu, S., Lee, Y., Hayter, M., & Wang, R. (2014). Effcacy of swaddling and heel warning on pain response to heel stick in neonates: a randomised control trial. Journal of Clinical Nursing,23(21-22), 3107-3114
Sposito, N. P. B., Rossato, L. M.,Bueno, M.,Kimura, A.F., Costa, T.,& Guedes, D.M.B (2017). Asessment and Management of Pain in New Borns Hospitalized in a Neonatal Intensif Care Unit: a cross-setional study. Revista Latino-Amiricana the Enfermagem, 25
Vinall, J.,& Grunau, R.E.(2014). Impact of repeated procedural pain-related stress in infants born very pretern. Pediatric Research, 75(5), 584-587
Wijayanti, D., Naimah, N., & Kusmiwiyati, A. (2022). Penggunaan metode 5s (swaddling, side, shushing, sucking dan swinging) dalam menurunkan respon nyeri pada bayi. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 6(1), 47–50. https://doi.org/10.32536/jrki.v6i1.210
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Maria Vinansia Ohe Namang, Pembronia Nona Fembi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


