PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN POST OPERASI HERNIA INGUINALIS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.40575Keywords:
hernia inguinalis, nyeri akut, relaksasi otot progresifAbstract
Hernia inguinalis merupakan kondisi ketika munculnya benjolan di daerah selangkangan atau skrotum. Penatalaksanaan hernia inguinalis dilakukan dengan cara tindakan operasi. Operasi hernioraphy termasuk herniotomy dan hernioplasty. Pasien setelah operasi hernia inguinalis biasanya merasakan nyeri saat bergerak, dengan sensasi nyeri seperti tertusuk. Beberapa pasien mungkin mempertahankan posisi supinasi untuk meredakan nyeri. Nyeri pasca operasi disebabkan oleh luka insisi dan meningkat seiring berkurangnya efek anastesi. Manajemen nyeri dibagi menjadi dua jenis: farmakologis, yakni pemberian analgesik, dan non-farmakologis, yang mencakup distraksi seperti teknik relaksasi otot progresif. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pre-post test, melibatkan 5 responden. Karakteristik responden bervariasi dalam usia dan pendidikan, namun semua adalah laki-laki dewasa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi skala nyeri Bourbonnais, serta bolpoin dan kertas. Lembar observasi mencakup lima indikator nyeri: tidak nyeri (skor 0), nyeri ringan (skor 1-3), nyeri sedang (skor 4-6), nyeri berat (skor 7-9), dan nyeri sangat berat (skor 10). Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi hernia inguinalis. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada penurunan skala nyeri yang signifikan pada responden sebelum dan sesudah intervensi, menjadi tingkat nyeri ringan. Penelitian ini berpotensi menjadi referensi dalam asuhan keperawatan sebagai salah satu terapi non-farmakologis untuk membantu mengurangi nyeri setelah operasi.References
Alfarisi, R., Erianto, M., & Chintiyani, F. (2021). Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Jenis Hernia Inguinalis. Malahayati Nursing Journal, 1(1), 115–123. https://doi.org/10.33024/mnj.v1i1.5669
Alfdhal, Sitio, R., Rimadeni, Y., & Muna, N. (2022). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Post operatif Hernia inguinalis : Studi Kasus. Journal Keperawatan, 1(1), 29–35. http://jourkep.jurkep-poltekkesaceh.ac.id/index.php/jourkep
Anisah, I. N., & Maliya, A. (2021). Efektivitas Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Pasien Yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 14(1).
Bagus Yoga Nugraha, I., Putu Diah Witari, N., & Dwi Yoga Bharata, M. (2022). Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Hernia Inguinalis di Poli Bedah RSUD Sanjiwani Gianyar. Aesculapius Medical Journal |, 2(2), 111–116.
Dian Imanda, R., Julianto, E., & Sari Ajiningtyas, E. (2020). Gambaran pemberian Terapi Musik Klasik untuk Mengatasi Nyeri pada Pasien Post Operasi Hernia di RSUP Banjarnegara. Journal of Nursing and Health, 5(2), 58–64.
Erianto, M., Triwahyuni, T., Prasetia, T., & Nabilla, F. (2021). Hubungan Usia dengan Jenis Hernia Inguinalis di RS Pertamina Bintang Amin Lampung. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan Terpadu, 1(2).
Handayani, F., & Hardichal, R. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hernia Inguinal di Ruang Perawatan Bedah RSUD Prof. dr. Hi. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Jurnal Zaitun.
Hanum Pertiwi, D., Muniroh, S., & Nisa, K. (2020). Asuhan Keperawatan Klien Hernia Inguinalis di Paviliun Mawar RSUD Jombang. JURNAL EDUNursing, 4(2). http://journal.unipdu.ac.id
Hendayani, N., & Masfuri, M. (2024). Relaksasi Otot Progresif dalam Manajemen Nyeri Pembedahan Ortopedi. Journal of Telenursing (JOTING), 6(1), 710–718. https://doi.org/10.31539/joting.v6i1.9303
Igirisa, R. A., Lampus, H. F., & Lengkong, A. C. (2023). Patofisiologi dan Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Hernia Inguinalis pada Anak Pathophysiology and Associated Factors of Inguinal Hernia in Children. Medical Scope Journal, 5(1), 38–44. https://doi.org/10.35790/msj.v5i1.4
Jamini, T., & Florentina Nura, S. (2022). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasien Post Herniotomi. Jurnal Kesehatan, 10(1).
Kamila, H., Maliya, A., & Kristini, P. (2023). Pengaruh Terapi Musik terhadap Kecemasan pada Pasien Hemodialisis dengan Gagal Ginjal: Laporan Kasus. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 16(1).
Muhammad Sayuti, & Rani Aprilita. (2023). Teknik Operasi Hernia Inguinalis Dan Faktor Risiko Hernia Inguinalis Residif Di 7 Rumah Sakit Perifer Di Aceh. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 1(3), 195–203. https://doi.org/10.55606/jikg.v1i3.1498
Olyfia Shelen, F., Sekar Siwi, A., & Heri Wibowo, T. (2022). Asuhan Keperawatan Nyeri Akut dengan Post Operasi Hernia Inguinalis Lateralis Dextra Acute Pain Nursing Care With Post Operation Of Dextra Lateralis Inguinal Hernia. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 10(2).
P Salampessy, R. N., Tuahuns, A., Bension, J. B., Achmad Tuahuns Sp FINACS, dr B., & Johan Bension MMed Ed, dr B. (2019). Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hernia Inguinalis di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Pattimura Medical Review, 1(1). https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/pameri/index
Panji Pangestu, T., Astuti, D., & Dyah Puspasari, F. (2019). Asuhan Keperawatan pada Tn. K dengan Post Operasi Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Journal of Nursing and Health, 3(1), 27–35.
Putra, K. R., & Roslina, A. (2024). Karakteristik Penderita Hernia Inguinalis di Rumah Sakit Umum Daerah Drs. H. Amri Tambunan Tahun 2021-2022. Jurnal Pandu Husada, 5(2).
Ridlo, M., Sania, N., & Komara Putri, G. (2022). Asuhan Keperawatan Pada Tn. A dan Tn. F dengan Post Operatif Hernia Inguinalis di Ruangan Bedah RSU Kota Tanggerang Selatan. Indonesian Journal of Nursing Scientific, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.58467/ijons.v2i1.15
Suhartono, M., Nur Aini, D., & Arifianto. (2019). Pengaruh Pemberian Terapi Murottal terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Post Operasi Hernia Inguinalis. Jurnal Ners Widya Husada, 6(1), 23–30.
Wahid, F., Sampe, J., & Langitan, A. (2019). Hernia Inguinalis Lateralis Dextra dengan Hemiparese Sinistra. Jurnal Medical Profession (MedPro), 1(1), 12.
Widodo, W., & Trisetya, M. (2022). Terapi Relaksasi Nafas Dalam dan Genggam Jari pada Klien Post Hernioraphy dengan Nyeri Akut. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(4), 1281–1286. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
Wijaya, E., & Nurhidayati, T. (2020). Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Dalam Menurunkan Skala Nyeri Sendi Lansia. Ners Muda, 1(2), 88. https://doi.org/10.26714/nm.v1i2.5643
Zuchra Noor, H., & Fajrul Falach, M. (2024). Hubungan Faktor Risiko Hernia Inguinalis Terhadap Kejadian Hernia Inguinalis Di Rsud Dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(2), 140–152. https://doi.org/10.59141/cerdika.v4i2.754
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ellyza Rahmawati, Arina Maliya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).