PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT HIPOPIREKSIA, HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV/HAD), VOMITTING PROFIS, PNEUMONIA, WASTING SYNDROME, OBS FEBRIS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.40523Keywords:
Asuhan gizi, HIV, Tinggi kalori tinggi proteinAbstract
Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah kondisi medis serius yang disebabkan oleh infeksi virus HIV yang merusak sel CD4, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) apabila jumlah sel T CD4 turun drastis, dan pasien menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik. Komplikasi pada pasien HIV sering kali meliputi gangguan metabolik, pneumonia, wasting syndrome, serta masalah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi diet pada pasien HIV dengan komplikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan satu pasien rawat inap di RS X pada bulan Oktober 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami gejala hipopireksia, vomiting profis, pneumonia, dan wasting syndrome, serta memiliki status gizi buruk. Meskipun asupan makanan pasien secara keseluruhan sesuai dengan kebutuhan gizi, ada penurunan signifikan pada asupan protein dan lemak dalam beberapa hari. Hasil analisis biokimia mengindikasikan adanya anemia dan gangguan fungsi hati. Intervensi dilakukan untuk meningkatkan asupan energi, protein, zat besi, serta membatasi lemak untuk memperbaiki status gizi pasien. Hasil monitoring asupan makan menunjukkan adanya fluktuasi, dengan asupan energi dan zat besi yang sebagian besar mencapai target, sementara asupan protein dan lemak masih perlu perbaikan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa diet yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi pasien HIV dapat membantu meningkatkan kondisi fisik dan mempercepat pemulihan, meskipun preferensi makanan pasien dan perubahan pola makan mempengaruhi pemenuhan target gizi.References
Abioye, A.I. et al. (2020) “Anemia, Iron Status, and HIV: A Systematic Review of the Evidence.,” Advances in nutrition (Bethesda, Md.), 11(5), hal. 1334–1363. Tersedia pada: https://doi.org/10.1093/advances/nmaa037.
Cribbs, S.K. et al. (2020) “Pathogenesis of HIV-Related Lung Disease: Immunity, Infection, and Inflammation.,” Physiological reviews, 100(2), hal. 603–632. Tersedia pada: https://doi.org/10.1152/physrev.00039.2018.
Fadilla, C. et al. (2020) “Gambaran Sisa Makanan Pasien Rawat Inap RSUD Kabupaten Sidoarjo,” Amerta Nutrition, 4(3), hal. 198. Tersedia pada: https://doi.org/10.20473/amnt.v4i3.2020.198-204.
Gandhi, R.T. et al. (2023) “Antiretroviral Drugs for Treatment and Prevention of HIV Infection in Adults: 2022 Recommendations of the International Antiviral Society–USA Panel,” JAMA, 329(1), hal. 63–84. Tersedia pada: https://doi.org/10.1001/jama.2022.22246.
Obeagu, E.I. et al. (2024) “Anemia, iron, and HIV: Decoding the interconnected pathways: A review,” Medicine (United States), 103(2), hal. E36937. Tersedia pada: https://doi.org/10.1097/MD.0000000000036937.
Rezazadeh, L. et al. (2023) “Nutrition interventions to address nutritional problems in HIV-positive patients: translating knowledge into practice.,” Journal of health, population, and nutrition, 42(1), hal. 94. Tersedia pada: https://doi.org/10.1186/s41043-023-00440-z.
Tagawa, R. et al. (2021) “Dose–response relationship between protein intake and muscle mass increase: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials,” Nutrition Reviews, 79(1), hal. 66–75. Tersedia pada: https://doi.org/10.1093/nutrit/nuaa104.
Wahyuni, S. et al. (2023) “Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang HIV/AIDS Dengan Minat Ibu Hamil Melakukan Voluntary Counselling And Testing (VCT) Di Puskesmas Ubud II,” Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 7(1), hal. 21–27. Tersedia pada: https://doi.org/10.37294/jrkn.v7i1.441.
WHO (2005) “Macronutrients and HIV/AIDS: a review of current evidence. Consultation on Nutrition and HIV/AIDS in Africa,” World Health Organization, (April), hal. 18. Tersedia pada: http://www.who.int/entity/nutrition/topics/PN1_Macronutrients_Durban.pdf.
Wilandika, A. (2019) “Health Care Provider Stigma on People Living with HIV/AIDS (PLWHA) in Bandung,” Jurnal Keperawatan, 10(1), hal. 7–14. Tersedia pada: https://doi.org/10.22219/jk.v10i1.6321.
Zainul, A. (2012) Gambaran Faktor Risiko Kejadian HIV-AIDS pada Usia Produktif di Puskesmas Jumpandang Baru dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode 2011-2012. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Trivena Natalia Sinulingga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


