GAMBARAN CARA PEMBUNUHAN DAN CEDERA MEKANIS PADA KASUS PEMBUNUHAN

Authors

  • Royan Alfian Firdaus Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Arfi Syamsun Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Ida Lestari Harahap Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.39707

Keywords:

Cedera mekanis, Luka mematikan, Luka pertahanan, Pembunuhan

Abstract

Pemeriksaan luka pertahanan, luka mematikan (fatal injury), dan luka tidak mematikan (non-fatal injury) menjadi upaya yang perlu dilakukan dalam kasus pembunuhan dikarenakan dapat mengetahui bentuk trauma luka, mengetahui lokasi luka, senjata yang digunakan pelaku, cara pembunuhan yang dilakukan pelaku, jenis kelamin, usia korban, dan warna luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran cara pembunuhan dan cedera mekanis pada kasus pembunuhan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif numerik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan dengan mengambil data sekunder dengan teknik konsekutif sampling pada instrumen Visum et Repertum korban pembunuhan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram antara Bulan Januari 2023 – Maret 2024. Penelitian ini menganalisis 11 korban pembunuhan. Cara pembunuhan paling banyak berupa pemukulan dengan jumlah 5 korban (45,5%). Cedera mekanis dari cara pembunuhan paling banyak terjadi berupa trauma tumpul dengan jumlah 7 korban (63,6%) dengan bentuk luka cedera mekanis paling banyak terjadi berupa luka memar dan luka lecet dengan jumlah 3 korban (27,3%). Karakteristik luka terdiri lokasi luka dan warna luka. Lokasi luka paling banyak terjadi pada regio kepala dan anggota gerak dengan jumlah 3 korban (27,3%) sedangkan warna luka yang paling banyak timbul yaitu warna keunguan dengan jumlah 2 korban (18,2%). Korban pada kasus pembunuhan menunjukkan adanya Gambaran cara pembunuhan dan cedera mekanis.

References

Chattopadhyay, S., & Sukul, B. (2013). Pattern of defence injuries among homicidal victims. Egyptian Journal of Forensic Sciences, 3(3), 81–84. https://doi.org/10.1016/j.ejfs.2012.11.002.

Kamaluddin, M. R., Shariff, N. S. M., & Saat, G. A. M. (2018). Mechanical profiles of murder and murderers: An extensive review. Malaysian J Pathol, 40(1), 1–10. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29704379/.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). Kamus Versi Online/Daring (Dalam Jaringan). https://kbbi.web.id/bunuh.

Lakmali, M. G. N., Warushahennedi, J., Senavirathna, A. S., Samaraweera, D. D., Dadallage, T., & De Silva, P. V. (2016). Pattern and Distribution of Defence Injuries: A Multi-Center Study on Clinical and Autopsy Findings. Medico-Legal Journal of Sri Lanka, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.4038/mljsl.v4i1.7330.

Patnaik, K. K., Das, S., Mohanty, S., & Panigrahi, H. (2017). Pattern of Isolated Fatal Mechanical Injury in Homicidal Deaths: A Cross-Sectional Study. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 11(9), 1–4. https://doi.org/10.7860/JCDR/2017/26344.10598.

Pusiknas Bareskrim Polri. (2023, January 13). Lebih 3.000 Orang Tewas Dibunuh dalam 4 Tahun. https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/lebih_3.000_orang_tewas_dibunuh_dalam_4_tahun.

Sjamsuhidajat, R., Prasetyono, T. O. H., Rudiman, R., Riwanto, I., & Tahalele, P. (2017). Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat - De Jong: Masalah, Pertimbangan Klinis Bedah, dan Metode Pembedahan (Z. S. Bustami, L. Rendy, & A. W. Nugroho, Eds.; 4th ed., Vol. 1). EGC. https://lib.unika.ac.id/index.php?p=fstream-pdf&fid=2918&bid=48553125

Downloads

Published

2025-03-14

Issue

Section

Articles