EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKAASI DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN

Authors

  • Nova Ariani Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.35650

Keywords:

diabetes melitus, edukasi, kepatuhan

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Diabetes melitus merupakan penyakit degenaratif atau penyakit seumur hidup tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan dengan patuh minum obat atau mengkonsumsi obat seumur hidup. Tujuan: Menganalisis efektivitas pemberian edukasi dengan metode FGD (Focus Group Discussion) menggunakan media lefleat terhadap kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Pada Bulan Juli 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode True Experimental design dengan rancangan pre and post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin dalam bulan Juni 2023 adalah kurang lebih 96 orang, dan Sampel 78 orang dalam waktu sebulan. Penelitian ini mendapatkan hasil uji statistik Wilcoxon Prettest dan Posttest Kelompok Kontrol dan Intervensi nilai signifikan (P-Value) yang didapat 0,157 (p>0,05) Tidak terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap hasil nilai test kelompok kontrol , nilai signifikan (P-Value) yang didapat 0,05 (p<0,05) Terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap hasil nilai test kelompok intervensi. uji Mann-Whitney menunjukan hasil bahwa nilai signifikan (P-Value) yang diapat 0,000 (p<0,05) Ada pengaruh pemberian edukasi terhadap hasil nilai posttest. Adanya efektivitas edukasi menggunakan Focus Group Disscussion (FGD) menggunakan media leaflet terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin.

References

Andriani, D. F., & Utami, I. T. (2022). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir. Human Care Journal, 7(2), 375. https://doi.org/10.32883/hcj.v7i2.1701

Anggraini, D. E., & Rahayu, S. R. (2017). Higeia Journal of Public Health. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94Bhatt, H., Saklani, S., & Upadhayay, K. (2016). Anti-oxidant and anti-diabetic activities of ethanolic extract of Primula Denticulata Flowers. Indonesian Journal of Pharmacy, 27(2), 74–79. https://doi.org/10.14499/indonesianjpharm27iss2pp74

Falakh, I., Ningrum, W. A., Muthoharoh, A., & Permadi, Y. W. (2021). Pengaruh Edukasi Metode FGD (Focus Group Discussion) Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Antipiretik di Kabupaten Pemalang. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 135–143. https://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.636

Utara, K. M. (2019). Vol. 12 No. 4 / Oktober Desember 2019. 12(4).

Vadila, A., Dody Izhar, M., & Suryani Nasution, H. (2021). Faktor-faktor Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Putri Ayu. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 16(2), 229–237. https://doi.org/10.32382/medkes.v16i2.2282

Wijaya, I. N., Faturrohmah, A., Agustin, W. W., & Soesanto, T. G. (2001). Profil Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Puskesmas Wilayah Surabaya Timur Dalam Menggunakan Obat. 2(1), 18–22.

Downloads

Published

2024-12-28