PENGARUH PENGAWAS MINUM OBAT TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU: A SYSTEMATIC REVIEW

Authors

  • Dian Pertiwi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularan penyakit TB terjadi melalui udara (airborne disease) apabila terdapat pasien yang mengeluarkan percikan dahak saat batuk ataupun bersin tanpa menutup mulut. Gejala utamanya yaitu batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih serta dapat diikuti gejala lainnya. Indonesia adalah salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia dan diperkirakan sebanyak 845.000 orang yang menderita. Program DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) yang direkomendasikan WHO untuk memutus rantai penularan penyakit TB paru perlu adanya keterlibatan peran Pengawas Minum Obat (PMO). Tugas PMO yaitu menjamin keteraturan dan kepatuhan pasien TB dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan search engine yang digunakan dalam penelusuran literatur diantaranya adalah Google Scholar dan GARUDA  dengan kata kunci peran pengawas minum obat, tuberkulosis paru, dan keberhasilan pengobatan tuberkulosis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh PMO terhadap keberhasilan pengobatan pasien TB paru. Hal tersebut terjadi ketika PMO berperan dengan baik seperti melakukan pengawasan terhadap pasien TB agar minum OAT secara teratur sampai sembuh mampu menciptakan peluang keberhasilan pengobatan yang lebih besar. Kata kunci: Keberhasilan pengobatan TB, Pengawas Minum Obat, TB paru

Downloads

Published

2021-12-31