HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KADAS DI PONDOK PESANTREN IT BANGKINANG

Authors

  • Ririn Berlian Sundawa S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Syafriani Syafriani
  • Rizki Rahmawati Lestari

Abstract

Kadas merupakan infeksi jamur kulit superfisial pada daerah kulit halus tanpa rambut, kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit kadas seperti sosial ekonomi yang rendah, personal hygiene yang kurang baik, dan lingkungan yang kurang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kadas di Pondok Pesantren IT Bangkinang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri Pondok Pesantren IT Bangkinang sebanyak 470 orang dengan sampel sebanyak 216 orang. Adapun teknik dalam pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat yang yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengolahan data menggunakan analisa univariate dan bivariate kemudian diuji dengan fishers exact. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian penyakit kadas di Pondok Pesantren IT Bangkinang dengan p value (0,103 )≥ α (0,05). Diharapkan bagi Pondok Pesantren IT Bangkinang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan strategi yang berkaitan dengan masalah penyakit kadas. Dan diharapkan juga kepada kepala Pondok Pesantren untuk melaksanakan penyuluhan tentang penyakit kadas serta memberikan informasi kepada santri agar selalu mempertimbangkan kondisi lingkungan pondok pesantren serta personal hygiene santri agar santri bisa belajar dengan motivasi yang tinggi. Kata Kunci     : Personal Hygiene, Kejadian Penyakit Kadas

References

Ari, Susanto. (2013). Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Nuha Media.

Chimelli, P. (2015). Dermatophyte Agen in The City of Sao Paula. Jakarta : Raja Grafindo.

Hayyette, M.P. Scacheli, R (2015). Dermatophytosis Trend in Epidemiology and DiagnoseApporoach.(http://orbi.utg.ac.bc/bitsream/22681185103/1papier%20Hayyete%20Sachelli%20publi%C3%AG%20092008%2015). Diakses 13 Maret 2021.

Kholidi. (2013). Jumlah Penyakit Kulit di Provinsi Riau (Online). http://Kholidi Wordpress.com/2008/0116/akses-kejadian-penyakit-kulit.

Sahoo AK, Mahajan R. (2016). Manajemen of Tinea Corporis, Tinea Crusis, Tinea Pedis. Denpasar : Fakultas kedokteran Udayanan.

Downloads

Published

2021-12-31