PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA TENDINITIS SUPRASPINATUS DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN

Authors

  • Laila Zahirah Sakinah Politeknik Piksi Ganesha
  • Shelly Novianti Ismanda Politeknik Piksi Ganesha

Abstract

Tendinitis supraspinatus merupakan peradangan pada tendon supraspinatus akibat gesekan berulang pada tendon guna waktu yang lama. Penyebabnya karena terjadinya impingement, mikro-trauma, vaskularisasi, atau degenerasi. Problematika yang timbul adalah ada rasa nyeri yang disebabkan inflamasi pada tendon supraspinatus sehingga menyebabkan keterbatasan gerak sendi pada bahu sehingga menurunkan kekuatan otot serta menurunkan aktivitas fungsional. Untuk mengetahui manfaat dari pemberian ultrasound dan terapi latihan terhadap tendinitis supraspinatus dekstra terhadap nyeri, spasme, keterbatasan gerak, kekuatan otot dan aktivitas fungsional. Penelitian dengan metode analisis deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan metode autoanamnesis. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa tendinitis supraspinatus yang menggunakan modalitas ultrasound dan terapi latihan yang dilakukan selama 6 kali pertemuan. Setelah dilakukan terapi selama 6 kali terapi didapatkan hasil pengurangan nyeri tekan dan nyeri gerak T1: sangat nyeri menjadi T6 : sedikit nyeri. Penilaian lingkup gerak sendi T1 : (S : 60o-0o-145o), (F : 75o-0o-45o), (R(f90) : 45o-0o-70o) menjadi T6 : (S : 60o-0o-180o), (F : 180o-0o-45o), (R(f90) : 90o-0o-70o). Penilaian kekuatan otot T1 : 4 menjadi T6 : 5. Penilaian kemampuan aktivitas fungsional T1 : 52,30% menjadi T6 : 15,38%. Ultrasound dapat mengurangi nyeri serta spasme otot. Terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan aktivitas fungsional pada kasus tendinitis supraspinatus.Kata Kunci : Tendinitis supraspinatus, Terapi Latihan, Ultrasound

Author Biographies

Laila Zahirah Sakinah, Politeknik Piksi Ganesha

Fakultas Kesehatan DIII Fisioterapi

Shelly Novianti Ismanda, Politeknik Piksi Ganesha

Fakultas KesehatanDIII Fisioterapi

References

AAOS (2012) ‘Rotator Cuff and Shoulder Conditioning Program STRETCHING EXERCISES 1. Pendulum’, American Academy of Orthopaedic Surgeons, p. 11. Available at: https://orthoinfo.aaos.org/en/recovery/rotator-cuff-and-shoulder-conditioning-program%0Awww.orthoinfo.org%0Ahttps://orthoinfo.aaos.org/globalassets/pdfs/2017-rehab_shoulder.pdf.

Abdurachman et al. (2017) Anatomi dan Kinematik Gerak Pada Manusia_compressed.pdf.

Apley, A. G. (2013) buku ajar Ortopedi Fraktur Sistem Apley 7 ed. ke-7. jakarta: WIDYA MEDIKA : Jakarta., 1995.

Kisner, C. and Colby, L. A. (2012) Therapeutic Exercise Foundation and Techniques.

Mantiri, A. et al. (2018) ‘Rotator cuff syndrome’, 1(3), pp. 51–58. Available at: http://jurnalsinaps.com/index.php/sinaps/article/download/38/27/53.

McMahon Stephen, Koltzenburg Martin, Tracey Irene, C. T. D. (2013) Wall & Melzack’s Textbook of Pain 6th Edition. Elsevier Saunders. Available at: https://www.elsevier.com/books/wall-and-melzacks-textbook-of-pain/mcmahon/978-0-7020-4059-7.

Prativi, G. O. and Artikel, I. (2013) ‘Pengaruh Aktivitas Olahraga Terhadap Kebugaran Jasmani’, Journal of Sport Sciences and Fitness, 2(3), pp. 32–36.

Prentice, W. E. (2008) Modalities.

Spargoli, G. (2018) ‘SUPRASPINATUS TENDON PATHOMECHANICS: A CURRENT CONCEPTS REVIEW’, International Journal of Sports Physical Therapy, 13(6), pp. 1083–1094. doi: 10.26603/ijspt20181083.

Yuwanto, L. and Sutanto, N. (2012) ‘Deskripsi Psikologis Atlet Remaja Berdasarkan Analisis Struktur EPPS’, Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET, 3(02), pp. 115–122.

Downloads

Published

2021-12-30