PENATALAKSAAN FISIOTERAPI PADA SPRAIN ANKLE SINISTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN

Authors

  • Irene Adriany Kacaribu Politeknik Piksi Ganesha
  • Shelly Novianti Ismanda Politeknik Piksi Ganesha

Abstract

 Sprain ankle adalah penguluran dan kerobekan (overstretch) trauma pada bagian ligament kompleks lateral, karena adanya gaya inversi dan plantar flexi yang secara tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai/tanah, dimana umumnya terjadi pada permukaan lantai/tanah yang tidak rata. Sehingga menyebabkan adanya keterbatasan lingkup gerak sendi dan mengalami penurunan otot serta penurunan aktifitas fungsional atlet. Untuk mengetahui apakah pemberian ultrasound dapat mengurangi nyeri pada Sprain Ankle sinistra Untuk mengetahui apakah terapi latihan dapat meningkatkan kekuatan otot pada Untuk mengetahui apakah ultrasound dan terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS) pada Sprain Ankle Sinistra  Penelitian dengan metode analisis deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan metode auto anamnesis. Desain penelititan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini pasien dengan diagnose sprain ankle  yang di gunakan dengan modalitas ultrasound & terapi latihan yang di lakukan selama 6 kali pertemuan Hasil : Setelah dilakukan terapi selama 6 kali terapi di dapati hasil pengurangan nyeri tekan pada T1: mendapati nyeri tekan 2( sedikit nyeri) menjadi T6 : 0 (tidak ada nyeri) nyeri gerak T1: 4 (nyeri sedang) menjadi T6 : 0 (tidak ada nyeri). Penilaian lingkup gerak sendi T1 : (S 100 – 00 – 1000 ) menjadi T6 : ( S 200-0-1140) . Ultrasound dapat mengurangi nyeri, Terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan aktivitas fungisonal pada kasus sprain ankle  

Author Biographies

Irene Adriany Kacaribu, Politeknik Piksi Ganesha

Fakultas KesehatanProgram Studi Fisioterapi

Shelly Novianti Ismanda, Politeknik Piksi Ganesha

Fakultas KesehatanProgram Studi Fisioterapi

References

Cimermanová, I. (2018). The effect of learning styles on academic achievement in different forms of teaching. International Journal of Instruction, 11(3), 219–232. https://doi.org/10.12973/iji.2018.11316a

Jamal, K., Hassane Kheir, E., Hadi, Y., Ahmad, B., Amal, K., & Khodor Haidar, H. (2015). Validity of proprioceptive rehabilitation for ankle instability based on freeman board training. European Scientific Journal, 7881(July), 1857–788

Kaminski, T. W., Hertel, J., Amendola, N., Docherty, C. L., Dolan, M. G., Hopkins, J. T., … Richie, D. (2013). National athletic trainers’ association position statement: Conservative management and prevention of ankle sprains in athletes. Journal of Athletic Training, 48(4), 528–545. https://doi.org/10.4085/1062-6050-48.4.02

Nugroho, B. S., Laksmi, R., Jurusan, A., Keshatan, P., Fik, R., Abstrak, U. N. Y., Sepakbola, P., Utama, T., Utama, P. S. T., Utama, P. S. T., Utama, P. S. T., Graha, A. S., & Priyonoadi, B. (2009). Tingkat Pengetahuan Atlet Tentang Cedera Ankle. 23–38.

Terada, M., Pietrosimone, B. G., & Gribble, P. A. (2013). Therapeutic interventions for increasing ankle dorsiflexion after ankle sprain: A systematic review. Journal of Athletic Training, 48(5), 696–709. https://doi.org/10.4085/1062-6050-48.4.11

Wiharja, A., & Nilawati, S. (2018). Terapi Latihan Fisik Sebagai Tata Laksana Cedera Sprain Pergelangan Kaki Berulang: Laporan Kasus. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 14(2), 137–148. https://doi.org/10.21831/jorpres.v14i2.23824

Downloads

Published

2021-12-30