HUBUNGAN PERILAKU KEBIASAAN 3M PLUS DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI KELURAHAN LANGGINI DAN KELURAHAN BANGKINANG KOTA TAHUN 2021

Authors

  • Ilham Muhammad Ramadhan S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • John Taruna
  • Syafriani Syafriani

Abstract

Populasi nyamuk di Indonesia cukup banyak dan menjadi penyebab beberapa penyakit sehingga mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Populasi ini akan meningkat seiring dengan datangnya musim hujan karena banyak tempat yang dapat berperan sebagai tempat perindukan dan perkembangbiakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku kebiasaan 3M dengan keberadaan jentik nyamuk di Kelurahan Langgini dan Kelurahan Bangkinang Kota tahun 2021. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Agustus-7 September 2021. Adapun populasi pada penelitian ini adalah 6.863. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan sebanyak dari 99 responden yang 48 responden pengetahuan perilaku kebiasaan 3M plus tidak baik 43 (89.6) ada jentik nyamuk dan 5 (10.4%) tidak ada jentik nyamuk. Uji Chi Square didapat 59.86 dan nilai p value <0,001, pengetahuan tidak baik terhadap 3M plus ada hubungan yang sangat signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk di Kelurahan Langgini dan Kelurahan Bangkinang Kota tahun 2021. Uji Chi Square didapat 45.35 dan nilai p value <0,001, ada hubungan yang sangat signifikan antara sikap tidak baik terhadap keberadaan jentik nyamuk di Kelurahan Langgini dan Kelurahan Bangkinang Kota tahun 2021. Uji Chi Square didapat 9.94 dan nilai p value <0,001, ada hubung signifikan antara tindakan kurang baik dengan keberadaan jentik nyamuk di Kelurahan Langgini dan Kelurahan Bangkinang Kota tahun 2021. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi semua pihak, khususnya pada masyarakat untuk mengetahui jentik nyamuk di Kelurahan Langgini dan Kelurahan Bangkinang Kota Tahun 2021. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Perilaku 3M Plus

References

DAFTAR PUSTAKA

Adrian. (2018). Gambaran Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Blitar Tahun 2015-2017. Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. No. 3 (2018) 260-267.

Dalilah. (2018). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Tentang DBD dengan Jumlah Larva Nyamuk. http://www.dalilah.com. diakses pada tanggal 20 Agustus 2021.

Dani. (2015). Representative And Directive Act Used By Main Character in The Baytown Outlaw Movie”. Naskah Pubikasi. Diakses pada 8 Maret 2017. Tulungagung. IAIN Tulungagung. (http://journal.edu.ardyansah.org/pub.html).

Depkes RI. (2011). Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jakarta.

Hadi. (2016). Antisipasi Gigitan Nyamuk Aedes aegypti dengan Lotion Tolak Nyamuk. s.l., s.n.

Kemenkes RI. (2016). Petunjuk Teknis Implementasi PSN 3M Plus dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.

Notoatmodjo S. (2011). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta. 2011:146-50.

Suharmiati. (2017). Tanaman Obat dan Ramuan Tradisioanl untukMengatasi Demam Berdarah Dengue Jakarta: Agro Media Pustaka

Sumekar. (2015). hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan keberadaan jentik. http://www.sumekar.com. diakses pada tanggal 17 Agustus 2021.

Winarsih. (2018). Hubungan tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Desa Watutumou I, II, & III wilayah kerja Puskesmas Kolongan. E-Journal Keperawatan, 4(2), 2–6.

Downloads

Published

2021-12-30