FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PUNGGUNAAN WADAH STYROFOAM PADA PENJUAL MAKANAN DI BANGKINANG KOTA TAHUN 2021

Authors

  • Ningsi Ariestuti S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Ade Dita Puteri
  • Lira Mufti Azzahri Isnaeni

Abstract

Styrofoam saat ini menjadi pilihan kemasan makanan yang paling populer dalam bisnis makanan, padahal styrofoam mengandung stiren, butadien, dan juga dioctyl phthalate yang mampu mengubah gen dan merangsang pembentukan sel kanker. Styrofoam juga menimbulkan masalah pada lingkungan karena sulit diuraikan dan didaur ulang. Pemilik tempat makanan memiliki peranan yang sangat penting dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan untuk memilih kemasan yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan wadah styrofoam pada penjual makanan. Jenis penelitan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilakukan tanggal 1-12 juli 2021 dengan jumlah populasi 75 dan sampel 75 orang menggunakan tehnik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan penggunaan wadah styrofoam pada penjual makanan, pengetahuan, sikap, lingkungan dan tindakan. Dari 58 responden (77,3%) memiliki pengetahuan kurang. Dari 45 responden (60,0%) memiliki sifat positif. Sebanyak 44 responden (50,7%) memiliki lingkungan kurang. Sebanyak 50 responden (66,7%) memiliki tindakan positif, dan sebanyak 41 responden (84,0%) menggunakan wadah styrofoam. Diharapkan kepada penjual makanan tidak menggunakan wadah styrofoam sebagai kemasan makanan dan menggantinya dengan wadah yang lebih aman. Kata Kunci : Styrofoam, Pengetahuan, Sikap, Lingkungan, Tindakan

References

BPOM. (2008). Kemasan Polistirena Foam (Styrofoam). Info BPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Website. Vol. 9, No. 5, September 2008: 1-3. http://perpustakaan.pom.go.id/KoleksiLainnya/ InfoPOM/0508.pdf. Diakses tanggal 05 Maret 2021.

Chen, Y. S. (2013). Towards Green Loyalty: Driving From Green Perceived Value, Green Satisfaction, And Green Trust. Sustainable Development. Jurnal. 21(5), 294–308.

Darmawan, D. & Fadjarajani, S. (2016). Hubungan antara pengetahuan dan sikap pelestarian lingkungan dengan perilaku wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jurnal. 4(24). 37–49. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/geogr afi/article/viewFile/87/57

Dayakisni, Tri & Hudaniah. (2003). Psikologi Sosial. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Danusaputro, M. (1985). Hukum Lingkungan Buku : I Umum. Jakarta: Bina Cipta. hlm 67.

Depkes RI. (2003). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan. Jakarta: Depkes RI.

Ela, Rochmawati, dan Selviana. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Wadah Styrofoam sebagai Kemasan Makanan pada Penjual Makanan Jajanan di Kota Pontianak. Jurnal. http://open jurnal. unmuhpnk.ac.id. Diakses tanggal 7 April 2021.

Geographic N. (2019). Sampah Plastik 2019. Artikel. https://nationalgeographic.grid.id/read/131645261/dari-plastik-hingga-puntung-rokok-ini-5-jenis-sampah-terbanyak-di-bumi?page=all

Haryanto, B. (2014). The Influence of Ecological Knowledge and Product Attributes in Forming Attitude and Intention to Buy Green Product. International Journal of Marketing Studies. 6 (2). pp: 83-91.

Kendarti F. S. (2009). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Anak Kelas IV, V, VI di SDN 01 Pagi Johar Baru Jakarta Pusat. Depok: Laporan Penelitian. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Khomsan, Ali. (2003). Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Lailaturrahmi. (2014). Manfaat dan Bahaya Styrofoam. Jakarta: Trans Info Media.

McCarthy N. (2018). The Countries Polluting The Oceans The Most. Statista.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (1996). Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. 1996. p. 1–33. Website. http://jdih.pom.go.id/produk/undang-undang/UU nomor 7 Tahun 1996.pdf

Mulasari, S. A. (2017). Pengetahuan, Sikap, dan Pendidikan Dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Bener Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 12, No. 2, Hal 80.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Novianti K. (2009). Bahaya Kemasan Produk Pangan. Artikel. http://www.bbpp-lembang.info/index.php/en/arsip/artikel-pertanian/110-bahaya-kemasan-produk-pangan. Diakses tanggal 21 Agustus 2021.

Sarlito, S. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Simanjuntak, D. L. (2010). Perilaku Penjual Makanan Yang Menggunakan Plastik Dan Styrofoam Di Lingkungan Kampus Universitas Sumatera Utara Tahun 2010. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Soemarwoto, O. (1983). Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.

Suhaila, Putri. (2019). Faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Wadah Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan pada Penjual Jajanan di Kecamatan Medan Johor Kota Medan tahun 2019. Skripsi. Medan Johor: Institut Kesehatan Helvetia.

Sulchan, M., & E. Nur. (2007). Keamanan Pangan Kemasan Plastik Styrofoam. Majalah Kedokteran Indonesia. Jurnal. Hal: 57(2), 54–59.

Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Edisi Revisi Cetakan Kelima Belas, Bandung.

Wansink, B. (2004). Environmental Factors that Increase the Food Intake and Consumption Volume of Unknowing Consumers. Jurnal. 455- 479.

Wikipedia. (2016). Styrofoam. Website. http://www.wikipedia.com/styrofoam.html. Diakses tanggal 20 Maret 2021.

Downloads

Published

2021-12-30