HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI BALITA

Authors

  • Hashifah Dzihniyah Zhafirah Department of Public Nutrition, Faculty of Public Health, Airlangga University Surabaya, Indonesia
  • Lailatul Muniroh Department of Public Nutrition, Faculty of Public Health, Airlangga University Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.19688

Keywords:

Berat lahir, Energi, Karbohidrat, Lemak, Protein, Status gizi

Abstract

Status gizi merupakan gambaran keadaan tubuh sebagai akibat dari penyerapan dan penggunaan zat gizi. Status gizi merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir dan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan status gizi pada balita Suku Tengger di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan total sampel sebesar 100 balita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7% balita memiliki riwayat berat badan lahir rendah, 1% balita dengan riwayat berat badan lahir lebih, 9% balita dengan status gizi yang tergolong kurang dan 9% balita tergolong status gizi berlebih. Sebagian besar balita memiliki tingkat kecukupan energi, lemak, dan karbohidrat yang tergolong defisit sebesar 88%, 78%, dan 97%, tingkat kecukupan protein sebagian besar responden tergolong berlebih sebesar 49%. Analisis uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir (p=0,026) dan tingkat kecukupan energi (p=0,023) dengan status gizi balita, serta tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein (p=0,654), lemak (p=0,150), dan karbohidrat (p=0,171) dengan status gizi balita. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi balita, serta tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein, lemak, karbohidrat dengan status gizi balita Suku Tengger.

References

Adani, V., Pangestuti, D. R., & Rahfiludin, M. Z. (2016). Hubungan Asupan Makanan (Karbohidrat, Protein dan Lemak) dengan Status Gizi Bayi dan Balita (Studi pada Taman Penitipan Anak Lusendra Kota Semarang Tahun 2016). Jurnal Kesehatan Masyarakat,

(3), 261–271.

Afifah, L. (2019). Hubungan Pendapatan, Tingkat Asupan Energi dan Karbohidrat dengan Status Gizi Balita Usia 2-5 Tahun di Daerah Kantong Kemiskinan. Amerta Nutrition, 3(3), 183. https://doi.org/10.20473/amnt.v3i3.2019.183-188

Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi (8th ed.). Gramedia Pustaka Utama.

Andreanetta, P. T., Santosa, Q., Indriani, V., Arifah, K., & Fatchurohmah, W. (2022). Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Status Gizi Dan Perkembangan Anak Usia 6-60 Bulan. Jurnal Medika Udayana, 11(9), 7–11.

Angela, I. I., Punuh, M. I., Malonda, N. S. H., Kesehatan, F., Universitas, M., & Ratulangi, S. (2017). Hubungan Antara Asupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Kesmas, 6(2), 10/10.

Batubara, F. R. (2019). Hubungan Asupan Energi dan Protein Terhadap Status Gizi Siswa 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Dinamika Indonesia, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi. In Jurnal Ilmiah WIDYA (Vol. 6, Issue 1, pp. 1–10).

Behrman, R. E. (2000). Ilmu Kesehatan Anak Nelson (15th ed.). EGC.

Diniyyah, S. R., & Nindya, T. S. (2017). Asupan Energi, Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci, Gresik. Amerta Nutrition, 1(4), 341. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.7139

Dinkes Jawa Timur. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 1–73.

Fadlillah, A. P., & Herdiani, N. (2020). Literature Review?: Asupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Pada Balita. National Conference for Ummah, 10.

Faridi, A., Bayyinah, N. H., & Vidyarini, A. (2023). Hubungan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro, Pengetahuan Ibu Terkait Gizi Pola Asuh Dengan Gizi Kurang Balita. Jurnal Pustaka Padi, 2(1), 14–21.

Faridi, A., & Sagita, R. (2016). Hubungan Pengeluaran, Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Keluarga, dan Tingkat Konsumsi Energi-Protein dengan Status Gizi Balita Usia 2-5 tahun. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 1(1), 11–21.

Irawati, A., Achadi, E. L., & Jahari, A. B. (2008). Berat dan panjang bayi Anies Irawati, dkk. 31(1), 60–73.

Karlina, Hidayati, L., & Atmadja, T. F. A. G. (2023). Diversity Of Food Consumption and Nutritional Intake with The Event of Stunting in Toddlers Aged 24-59 Months. Nutrition Scientific Journal, 2(1), 51–72.

Kartasapoetra, G & Marsetyo, H. (2012). Korelasi Gizi, Kesehatan, dan Produktivitas Kerja. Rineka Cipta.

Kartono. (2012). Ringkasan - Angka Kecukupan Gizi ( AKG ) yang dianjurkan bagi Orang Indonesia 2012. Jurnal, April 2017, 1–18.

Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementerian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

Langi, G. K. L., Harikedua, V. T., Purba, R. B., & Pelanginang, J. I. (2019). Asupan Zat Gizi Dan Tingkat Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 3-5 Tahun. Jurnal GIZIDO, 11(2), 51–56. https://doi.org/10.47718/gizi.v11i2.762

Lutviana, E., & Budiono, I. (2010). Prevalensi dan determinan kejadian gizi kurang pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 138–144.

Mahmudiono, T., Al Mamun, A., Nindya, T. S., Andrias, D. R., Megatsari, H., & Rosenkranz, R. R. (2018). The effectiveness of nutrition education for overweight/obese mother with stunted children (NEO-MOM) in reducing the double burden of malnutrition. Nutrients, 10(12), 1–16. https://doi.org/10.3390/nu10121910

Mgongo, M., Chotta, N. A. S., Hashim, T. H., Uriyo, J. G., Damian, D. J., Stray-Pedersen, B., Msuya, S. E., Wandel, M., & Vangen, S. (2017). Underweight, stunting and wasting

among children in Kilimanjaro region, Tanzania; a population-based cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(5), 1–12. https://doi.org/10.3390/ijerph14050509

Nindyna Puspasari, & Merryana Andriani. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Asupan Makan Balita dengan Status Gizi Balita (BB/U) Usia 12-24 Bulan. Amerta Nutrition, 1(4), 369–378. https://doi.org/10.20473/amnt.v1.i4.2017.369-378

Ntenda, P. A. M. (2019). Association of low birth weight with undernutrition in preschool-aged children in Malawi. Nutrition Journal, 18(1), 1–15. https://doi.org/10.1186/s12937-019-0477-8

PSG. (2017). Hasil Psg 2017. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017, 7–11.

Qamariyah, B., & Nindya, T. S. (2018). Hubungan Antara Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Total Energy Expenditure dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar. Amerta Nutrition, 2(1), 59. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i1.2018.59-65

Rahman, M. S., Howlader, T., Masud, M. S., & Rahman, M. L. (2016). Association of low-birth weight with malnutrition in children under five years in Bangladesh: Do mother’s education, socio-economic status, and birth interval matter? PLoS ONE, 11(6), 1–16. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0157814

Rokhimawaty, A., Martono, S. U., & Utomo, T. (2021). Hubungan Berat Badan Lahir Dan Status Gizi Bayi Umur 1-6 Bulan Berdasarkan Indeks Bb/U. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 3(1), 62–69. https://doi.org/10.20473/imhsj.v3i1.2019.62-69

Sari, N. P., Syahruddin, A. N., Irmawati, I., & Irmawati, I. (2023). Asupan Gizi Dan Status Gizi Anak Usia 6-23 Bulan Di Kabupaten Maros. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 660–672. https://doi.org/10.35971/jjhsr.v5i2.18617

Septikasari, M., Akhyar, M., & Wiboworini, B. (2016). Effect of Gestational Biological, Social, Economic Factors on Undernutrition in Infants 6-12 Months in Cilacap. Indonesian Journal of Medicine, 01(03), 184–194. https://doi.org/10.26911/theijmed.2017.02.01.06

Septikasari, M., & Septiyaningsih, R. (2016). Faktor yang mempengaruhi orang tua dalam pemenuhan nutrisi balita gizi kurang. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), 9(2), 25–30.

Silaen, P., Zuraidah, R., & Larasati, T. (2016). Tingkat kecukupan energi dan protein serta stasus gizi anak balita rumah tangga miskin di kecamatan blambangan umpu kabupaten waykanan. Majority Medical Journal of Lampung University, 6(1), 141–149.

Supariasa, I. D. N. (2016). Penilaian Status Gizi (2nd ed.). EGC.

Yanti, E., Apriyeni, E., Rahayuningrum, D. C., Ibrahim, & Ayu, D. (2022). Status Gizi Bayi (6-12 Bulan) Ditinjau Dari Berat Badan Lahir Di Posyandu Bougenvile I Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 13(1), 88–93.

Downloads

Published

2023-12-21