HUBUNGAN STATUS GIZI IBU SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS GUNUNG BUNGSU KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR

Authors

  • Muhammad Alfan Khoiri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Dhini Anggraini Dhilon Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Neneng Fitria Ningsih Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/jiik.v4i2.56440

Keywords:

Balita, Kehamilan, Lila, Status Gizi Ibu

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia dan disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi ibu saat hamil. Kekurangan gizi selama kehamilan berdampak langsung terhadap pertumbuhan janin dan perkembangan anak setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu saat hamil, yang diukur melalui Lingkar Lengan Atas (LiLA), dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain restropektif metode case control. Sampel penelitian berjumlah 36 ibu balita yang terdiri dari 18 ibu dengan anak stunting dan 18 ibu dengan anak normal. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, khususnya LiLA ibu saat hamil yang diambil dari data rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 18 ibu yang memiliki anak stunting mengalami Kekurangan Energi Kronis (LiLA < 23,5 cm), sedangkan seluruh ibu dari kelompok anak normal memiliki status gizi baik (LiLA ≥ 23,5 cm). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting (p = 0,003 < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada anak. Ibu hamil dengan status gizi kurang memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak stunting. Oleh karena itu, peningkatan status gizi ibu hamil menjadi strategi penting dalam pencegahan stunting.

References

Djauhari, T. (2017). Gizi dan 1000 HPK. Saintika Medika, 13(2), 125–133.

Laporan Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2024 Provinsi Riau (2024).

Nuzrina, R., Melani, V., & Ronitawati, P. (2016). Penilaian status gizi anak sekolah dasar duri kepa 11 menggunakan indeks tinggi badan menurut umur dan indeks massa tubuh menurut umur. Jurnal Abdimas, 3(1), 62–67.

Nuzula, R. F., Arfan, N. A., & Ningrum, S. (2023). Peran Kader Terhadap Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Di Posyandu. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 14(01), 18–21.

Organization, W. H. (2024). Malnutrition.

Paramitha, I. A., Arifiana, R., Pangestu, G. K., Rahayu, N. A., & Rosidi, A. (2024). Gambaran Kejadian Stunting Berdasarkan Karakteristik Ibu Pada Balita Usia 24-59 Bulan. HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(1), 37–44.

Ruaida, N. (2018). Gerakan 1000 hari Pertama Kehidupan Mencegah Terjadinya Stunting (Gizi Pendek) di Indonesia. Global Health Science, 3(2), 139–151.

Sukmawati, S., Hendrayati, H., Chaerunnimah, C., & Nurhumaira, N. (2018). Status gizi ibu saat hamil, berat badan lahir bayi dengan stunting pada balita usia 06-36 bulan di Puskesmas Bontoa. Media Gizi Pangan, 25(1), 18–24.

Suryana, A. (2008). Penganekaragaman konsumsi pangan dan gizi faktor pendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jurnal Pangan, 17(3), 3–12.

Downloads

Published

2026-03-14