HUBUNGAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKANAN DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA ANAK BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPA TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jiik.v4i1.52681Keywords:
Pola Asuh, ASI Eksklusif, StuntingAbstract
Pola asuh khususnya dalam pemberian makanan dan stimulasi psikososial, mempengaruhi status gizi dalam pertumbuhan anak secara langsung, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, selanjutnya pemberian ASI eksklusif melibatkan pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan, status gizi balita dapat diukur dengan menggunakan TB/U. Tujuan penelitian untuk mengetahui masalah kejadian stunting diwilayah kerja puskesmas Kampa tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Balita yang berada diwilayah kerja Puskesmas Kampa yang berpopulasi 890 balita dengan sampel berjumlah 90 Balita, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random sampling. Pengumpulan data dengan kuisioner, pola asuh pemberian makanan dan pemberian ASI Eksklusif. Analisis data menggunakan analisa univariat, bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian pola asuh pemberian makanan 38 Balita (42,2%) memiliki status gizi tidak tepat, selanjutnya hasil dari pemberian ASI Eksklusif diperoleh 41 balita (45,6%) dengan kategori tidak. Ada hubungan antara pola asuh pemberian makanan dengan kejadian stunting dan Ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting diwilayah kerja puskesmas Kampa dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh pemberian makanan dan pemberian ASI eksklusif pada anak balita dengan kejadian stunting diwilayah kerja puskesmas Kampa tahun 2025. Ibu hamil dan ibu menyusui agar aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktik dalam meningkatkan pengetahuan tentang pola asuh pemberian makanan yang tepat pada balita, dan untuk mengetahui betapa pentingnya memberikan ASI secara eksklusif.References
Abdul, S., Rahmalia, A., & Apriani. (2023). Hubungan Pola Asuh Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting. 13(25).
Adhani, D. N. (2019). Peran Orang Tua terhadap anak usia dini (usia 2 tahun) yang mengalami Picky Eater. Aulad : Journal on Early Childhood, 2(1), 3843. https://doi.org/10.31004/aulad.v2i1.18
Astuti, E. P., & Fitria Ayuningtyas. (2018). Perilaku Picky Eater Dan Status Gizi Pada Anak Toddler. Midwifery Journal, 3(1), 8185.
F.B Monika. (2014). Buku Pintar ASI dan Menyusui. PT.Mizan Publika
Febri, H. S. (2022). Hubungan pola pemberian makanan dengan kejadian stunting pada balita 24-59 bulan didesa Aek nauli kecamatan hulu sihapas kabupaten padang lawas utara tahun 2022. Skripsi, 180.
Gusman, malinda Y., & Farlikhatun, L. (2022). Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif , Pola Asuh Dan Pengetahuan. 8491
Izah, N., Zulfiana, Ev., & Rahmanindar, N. (2020b). Analisis Sebaran Dan Determinan Stunting Pada Balita Berdasarkan Pola Asuh (Status Imunisasi Dan Pemberian Asi Eksklusif). Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 11(1), 27. https://doi.org/10.26751/jikk.v11i1.764
Kementerian Kesehatan RI. (2010). Pedoman Penanganan Kasus Rujukan Kelainan Tumbuh Kembang Balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementrian Kesehatan RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Khati, S. A., & Ariesta, M. (2023). Hubungan Status Ekonomi dan Jumlah Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Kuapan Kecamatan Tambang Tahun 2023. SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu, 2(3), 1–8.
Maidatul’al, L., Lina, P. E., & Fillia, S. I. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Blita 1-5 Tahun. 4(1).
Munaroh, S. (2015). Pola asuh mempengaruhi status gizi balita. 6.1, 44–50.
Pebruanti, P., & Rokhaidah. (2022). Hubungan picky eating dengan kejadian stungting pada anak pra sekolah di TKA nurul huda tumaritis kabupaten Bogor. 6(1), 1–11.
Permatasari, D., & Suprayitno, E. (2021). Factors affecting the role of peer counselors in implementing adolescent reproductive health education in Sumenep district. International Journal Of Nursing And Midwifery Science (IJNMS), 5(1), 16-23.
Putri, A. R. (2020). Aspek pola asuh,pola makan,dan pendapatan keluarga pada kejadian stuntung. 6(1), 7–12.
Risani, L. podu rambu, & Nuryanto. (2017). Pola asuh pemberian makanan pada balita stunting usia 6-12 bulan di kabupaten sumba tengah nusa tenggara timur. 6(1), 83–95.
Rohmatun, N. (2019). Hubungan tingkat pendidikan ibu dan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.
Salamah, U., Prasetya, P. H., Tiga, D., Sekolah, K., Ilmu, T., Prima, K., Kebidanan, A., & Agung, P. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam kegagalan pemebrian ASI eksklusif. 5(3), 199–204.
Setiawati, F., Sari, E. P., & Hamid, S. A. (2021). Hubungan Status Gizi, Pemberian Asi Eksklusif dan Paparan Asap Rokok Terhadap Kejadian Ispa pada Balita di Puskesmas Sukaraya Kab. OKU. 21(3), 1293–1298. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i3.1739
Wismalinda, R., Betri, A., Hidayah nurpodesta fiani, Sandy, A., Aning, subegi tri, Sri, nasution lilestina, & Fresi, R. (2019). Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting. 8(2), 140–151. https://doi.org/10.30644/rik.v8i2.237
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zahra Anggraini, Arvan Arvan, Erlinawati Erlinawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a -Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal. -Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. -Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
